Sambut Ramadan, Bupati Luwu Serukan Perang Melawan Judi Online dan KDRT, Jam Malam untuk Pelajar Diberlakukan
BELOPA – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Bupati Luwu, Sulawesi Selatan, Patahuddin, menunaikan salat Isya dan tarawih perdana bersama ribuan jemaah di Masjid Agung Luwu Belopa pada Rabu malam (18/2/2026). Kehadirannya di masjid yang berlokasi strategis di jantung ibu kota Luwu, hanya berjarak 300 meter dari kantor bupati, menandai dimulainya rangkaian ibadah dan kegiatan keagamaan di bulan penuh berkah ini.
Bupati Patahuddin tampil khidmat dalam balutan busana muslim putih dengan jas abu-abu dan songkok hitam. Suasana khusyuk menyelimuti masjid yang dipadati jemaah, menciptakan atmosfer spiritual yang kental dalam tarawih perdana.
Dalam sambutannya seusai salat, Bupati Patahuddin mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai sarana introspeksi diri, perbaikan akhlak, serta penguatan iman dan takwa. Ia menekankan pentingnya mempererat tali silaturahim antar sesama dan meningkatkan kepedulian sosial, sejalan dengan nilai-nilai luhur yang diajarkan di bulan Ramadan.
Namun, di tengah semangat ibadah, Bupati Patahuddin juga tidak luput menyoroti sejumlah persoalan sosial yang kian mengkhawatirkan dan menjadi tantangan serius bagi Kabupaten Luwu. Salah satu isu yang disorot tajam adalah maraknya praktik judi online yang dinilai sebagai salah satu pemicu utama meningkatnya angka kriminalitas.
“Judi online menjadi salah satu pemicu meningkatnya kriminalitas. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya dari atas mimbar, sekitar pukul 20.25 Wita. Ia menyerukan agar fenomena ini menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat.
Selain judi online, Bupati Patahuddin juga menyinggung tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang masih kerap terjadi. Ia mengingatkan kembali akan pentingnya peran fundamental keluarga dalam menjaga keharmonisan rumah tangga dan mencegah terjadinya kekerasan.
“KDRT bukan hanya persoalan hukum, tapi juga persoalan moral dan sosial. Kita semua punya tanggung jawab mencegahnya,” ujar Bupati Patahuddin, seraya mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di malam hari.
Sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi kenakalan remaja dan problematika sosial lainnya, Pemerintah Kabupaten Luwu telah menerbitkan surat edaran terkait pemberlakuan jam malam bagi para pelajar. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi generasi muda.
Bupati Patahuddin menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah untuk terus menjalankan pembangunan yang berfokus pada kesejahteraan rakyat. Program-program prioritas meliputi penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, serta pembangunan kehidupan religius yang semakin kuat di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan salat tarawih perdana ini adalah Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali, Pj Sekretaris Daerah Muh Rudi, Ketua Persatuan Mubalig Luwu (Persamil) Kabupaten Luwu Alimuddin Hasyam, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan jemaah Masjid Agung Luwu Belopa.
Safari Ramadan dan Pembekalan Mubalig
Menyambut bulan Ramadan, Persamil Kabupaten Luwu telah menyiapkan strategi khusus untuk mengisi kegiatan keagamaan di seluruh penjuru daerah. Ketua Persamil Luwu, Ustad Alimuddin, menjelaskan bahwa sebelum para mubalig ditugaskan untuk memberikan ceramah di masjid-masjid, mereka akan terlebih dahulu mengikuti pembekalan.
“Nantinya pembekalan akan ada dari Polres, yang berisi tentang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Kemudian dari Kementerian Agama Luwu tentang pendekatan dakwah kultural, dan terakhir dari Persamil tentang strategi dan konsep dasar dakwah Islamiah,” bebernya kepada media pada Selasa (3/1/2026) pagi.
Ustad Alimuddin menambahkan bahwa tim Persamil kabupaten bersama pemerintah daerah akan secara bergantian mengisi malam-malam genap Ramadan dengan kegiatan safari dakwah ke masjid-masjid.
“Kita rencanakan di malam kedua, keempat, keenam, malam kedelapan, dan kesepuluh,” ujarnya. Jadwal ceramah para mubalig ini akan dikoordinasikan oleh Persamil di tingkat kecamatan.
Secara keseluruhan, Persamil kabupaten telah menyiapkan enam tim mubalig. Tim satu hingga lima masing-masing akan beranggotakan 11 mubalig yang akan ditugaskan di berbagai kecamatan di Luwu. Sementara itu, satu tim terakhir akan secara khusus ditugaskan untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil.
“Daerah terpencil tersebut termasuk Kecamatan Latimojong, Bastem, Bastem Utara, dan Walenrang Barat,” ungkapnya, menandakan komitmen untuk menyebarkan syiar Islam hingga ke pelosok daerah.





