Resmi! Barcelona Mundur dari Super Liga Eropa, Real Madrid Tersisa Sendirian

Barcelona Mengambil Keputusan Tegas untuk Keluar dari European Super League

Setelah menghadapi tekanan yang terus-menerus, Barcelona akhirnya mengambil keputusan tegas terkait masa depan European Super League (ESL). Klub besar asal Spanyol ini secara resmi memulai proses pengunduran diri dari proyek liga kontroversial yang telah lama menjadi perdebatan di seluruh Eropa. Dengan langkah ini, Barcelona menjadi klub ketiga yang mundur dari ESL, sehingga membuat Real Madrid menjadi satu-satunya klub pendiri yang masih tetap berada dalam proyek tersebut.

Keputusan Barcelona untuk keluar dari ESL disampaikan melalui pernyataan resmi klub pada hari Sabtu (7/2). Dalam pernyataannya, Barcelona menyatakan bahwa mereka telah memberitahukan pengunduran diri mereka kepada perusahaan ESL serta klub-klub lain yang terlibat dalam proyek tersebut. Pernyataan tersebut juga menandai akhir dari keterlibatan Barcelona dalam proyek liga tandingan UEFA yang diluncurkan pada April 2021.

Dilansir dari The Athletic, dari total 12 klub pendiri ESL, sebanyak sembilan klub memilih untuk mundur hanya dalam hitungan hari setelah peluncuran awal proyek tersebut. Penolakan keras dari para suporter menjadi salah satu alasan utama bagi banyak klub untuk meninggalkan ESL. Juventus kemudian menyusul dengan pengunduran dirinya pada tahun 2023, sehingga hanya tersisa Barcelona dan Real Madrid sebagai dua klub terakhir yang masih terlibat dalam proyek tersebut.

Namun, Barcelona kini mengambil langkah berbeda dibandingkan rival abadinya. Pengunduran diri mereka membuat Real Madrid menjadi satu-satunya klub pendiri ESL yang masih tetap terlibat dalam proyek tersebut. Presiden Barcelona, Joan Laporta, pada Januari 2023 sempat menunjukkan keyakinannya terhadap masa depan liga alternatif Eropa. Ia menyatakan bahwa dirinya masih percaya bahwa liga baru ini mampu bersaing dengan dominasi Premier League Inggris dan akan segera terwujud.

European Super League terus mengalami perubahan konsep setelah kegagalan awalnya. Pada Desember 2023, perusahaan manajemen asal Madrid yang mengelola proyek ESL bernama A22 mengusulkan format baru yang melibatkan 64 klub dalam tiga divisi dengan sistem promosi dan degradasi. A22 juga menjanjikan siaran gratis bagi penggemar, meski belum menjelaskan mekanisme kualifikasi klub.

Perubahan kembali terjadi pada Desember 2024. Proyek ESL kemudian dikemas ulang dengan nama Unify League yang dirancang melibatkan 96 klub dalam empat tingkatan kompetisi, yaitu Star, Gold, Blue, dan Union. Kompetisi ini direncanakan menjadi pesaing langsung Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi UEFA, bukan liga domestik masing-masing negara.

Pada November 2026, A22 bahkan telah mengirim surat kepada UEFA untuk meminta persetujuan awal konsep Unify League dalam waktu delapan minggu. Namun, hingga saat ini masa depan proyek itu tetap tidak ada kejelasan. Tantangan besar masih menghadang, termasuk penolakan dari berbagai pihak di Eropa dan ketidakpastian tentang bagaimana proyek ini bisa berjalan tanpa dukungan penuh dari federasi sepak bola.

Pos terkait