Perjalanan Spiritual Ria Ricis: Bangkit dari Trauma dengan Ruqyah dan Dukungan Keluarga
Ria Ricis, sosok YouTuber yang dikenal luas di kalangan anak muda, baru-baru ini membagikan kisah mendalam mengenai perjalanan spiritualnya dalam menghadapi dan mengatasi trauma masa lalu. Pengakuan ini datang seiring dengan momen penting dalam hidupnya, di mana ia menemukan kekuatan baru melalui proses ruqyah dan dukungan erat dari orang-orang terkasih, termasuk kakaknya sendiri, Ustazah Oki Setiana Dewi.
Perjuangan Ricis untuk bangkit dari keterpurukan bukanlah hal yang instan. Ia mengungkapkan bahwa proses penyembuhan ini melibatkan berbagai tahapan dan upaya, termasuk ruqyah yang telah dijalaninya beberapa kali sejak tahun 2026. Momen ini menjadi titik balik penting baginya untuk melepaskan beban emosional yang telah lama menghantuinya.
“Tahun 2026 ini aku udah ruqyah, ya udahlah ada banyak ya, ada berkali-kali,” ujar Ria Ricis saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Kamis, 19 Februari 2026. Pengakuannya ini membuka pintu bagi banyak orang untuk memahami bahwa di balik citra cerianya di layar kaca, terdapat perjuangan pribadi yang tak kalah berat.
Mendalami Ruqyah: Proses dan Persiapan
Sebelum memutuskan untuk menjalani ruqyah, Ria Ricis telah aktif mengikuti berbagai kajian keagamaan. Melalui kegiatan tersebut, ia tidak hanya memperkaya wawasan agamanya, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses ruqyah itu sendiri. Diskusi intensif dengan keluarga dan tokoh agama turut menjadi bagian penting dari persiapannya.
“Jadi banyak ngobrol sama keluarga, kembali lagi ke keluarga, dan juga banyak sharing-sharing sama para tokoh-tokoh agama juga, sama kakak aku sendiri juga tentunya, kita juga banyak ngobrol,” jelasnya. Interaksi ini memberinya kekuatan dan keyakinan untuk melangkah lebih jauh dalam proses penyembuhan spiritualnya.
Luka Lama: Terpuruk Pasca Kepergian Sang Ayah
Perjalanan Ria Ricis untuk sembuh dari trauma tidak lepas dari peristiwa duka yang mendalam, yaitu kepergian sang ayah tercinta. Momen kehilangan ini meninggalkan luka yang begitu dalam, membuat wanita berusia 30 tahun ini merasa rapuh dan terpuruk. Ia mengaku bahwa kenangan dan rasa trauma masa lalu sering kali muncul kembali, terutama saat teringat akan sosok ayahnya.
“Kalau yang terakhir itu, karena aku di depan mata itu ada sesuatu hal yang mungkin bikin inget sama rasa trauma yang dulu-dulu, ya salah satunya saat ayahku meninggal dunia,” ungkapnya dengan nada lirih. Kehilangan figur ayah menjadi pukulan telak yang membuatnya merasa kehilangan arah dan kekuatan.
“Karena sejak ditinggal Papa tuh kayaknya rapuh ya, jadi emang aku harus mengobati itu dulu. Karena hidup tanpa ayah itu menurut aku sangat ah,” tambahnya, menggambarkan betapa beratnya ia menjalani hari-hari tanpa kehadiran sang ayah.
Wanita yang memiliki nama asli Ria Yunita ini sempat merasa kebingungan mencari solusi untuk menyembuhkan luka batinnya. Ia telah mencoba berbagai cara, termasuk berkonsultasi dengan psikolog dan berbagai metode lainnya, namun rasa trauma tersebut masih membayanginya.
“Aku bingung aku harus sembuhin ke mana, karena psikolog udah, ke mana-mana udah. Jadi kayaknya eh kita harus ruqyah lagi, jadi setelah ruqyah perlahan sembuh,” tuturnya. Keputusan untuk kembali menjalani ruqyah menjadi jalan keluar yang akhirnya memberikan hasil positif baginya.
Hidup Baru: Menikmati Setiap Momen Bersama Sang Anak
Setelah melalui proses ruqyah yang intensif dan penuh makna, Ria Ricis merasakan perubahan signifikan dalam dirinya. Ia bersyukur karena traumanya perlahan mulai menghilang, memungkinkannya untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih enjoy dan penuh semangat.
“Sekarang udah enjoy. Karena sejak ditinggal Papa tuh kayaknya rapuh ya, jadi emang aku harus mengobati itu dulu,” ujarnya dengan senyum yang kini lebih lepas. Ia kini mampu melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih positif, mampu melanjutkan aktivitasnya, terutama sebagai seorang ibu bagi putrinya.
Kehidupan tanpa ayah memang menjadi tantangan besar, namun Ricis telah menemukan cara untuk berdamai dengan kehilangan tersebut dan terus melangkah maju. Dukungan dari keluarga, terutama kakaknya, Ustazah Oki Setiana Dewi, menjadi pilar penting dalam proses penyembuhannya. Perjalanan spiritual ini mengajarkan banyak hal, termasuk pentingnya penerimaan, ikhtiar, dan kekuatan iman dalam menghadapi cobaan hidup.
Kisah Ria Ricis ini menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mungkin sedang berjuang melawan trauma dan kesulitan hidup. Ia menunjukkan bahwa dengan niat yang kuat, dukungan yang tepat, dan keyakinan pada proses penyembuhan, seseorang dapat bangkit kembali dan menemukan kebahagiaan dalam hidup.





