Rupiah Naik ke Rp16.936 per Dolar AS



JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat ke posisi Rp16.936 pada hari ini, Kamis (22/1/2026). Pada saat yang sama, greenback terpantau bergerak di tempat alias stagnan.

Berdasarkan data dari Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka naik sebesar 20 basis poin atau 0,12% menuju level Rp16.936 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau stagnan di posisi 98,76.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang cenderung bervariasi. Selain rupiah, dolar Hong Kong turut menguat. Dolar Singapura naik 0,05%, peso Filipina menguat 0,19%, yuan China menguat 0,04%, dan ringgit Malaysia menguat tipis 0,05%.

Sebaliknya, yen Jepang terhadap dolar AS terkoreksi 0,03%, won Korea Selatan melemah 0,13%, rupee India terdepresiasi 0,8%, dan baht Thailand melemah 0,25%.

Prediksi Pergerakan Rupiah

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Sentimen positif datang dari meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa setelah Presiden AS Donald Trump menarik kembali ancaman pengenaan tarif terhadap Eropa.

Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS. Namun, penguatan rupiah diperkirakan terbatas mengingat sentimen domestik masih relatif lemah.

Adapun sentimen domestik yang masih membayangi pergerakan rupiah antara lain isu independensi Bank Indonesia (BI), defisit anggaran, serta prospek pemangkasan suku bunga acuan BI.

Kebijakan BI dan Dampaknya

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menambahkan, sentimen internal juga dipengaruhi oleh keputusan BI yang menahan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75% pada Desember 2025. Suku bunga deposit facility tetap di 3,75%, sementara lending facility bertahan di 5,5%.

Menurutnya, kebijakan tersebut konsisten untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global, sekaligus memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter dan makroprudensial guna mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.

Kendati demikian, BI masih menegaskan bahwa ruang penurunan suku bunga tetap terbuka ke depan.

Prediksi Perdagangan Hari Ini

Pada perdagangan Kamis (22/1/2026), Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan ditutup melemah di kisaran Rp16.930 hingga Rp16.950 per dolar AS.

Beberapa faktor yang bisa memengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan antara lain:

  • Perkembangan politik dalam negeri, termasuk isu independensi BI dan kebijakan fiskal pemerintah.
  • Perubahan suku bunga acuan BI yang akan diumumkan di masa mendatang.
  • Perkembangan situasi geopolitik dan stabilitas pasar global.

Dengan kondisi tersebut, investor dan pelaku pasar diharapkan tetap waspada dan memantau perkembangan secara berkala agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola portofolio mereka.

Pos terkait