Ruqyah Ria Ricis: Sembuhkan Trauma Lewat Perjalanan Spiritual

Perjalanan Spiritual Ria Ricis: Menemukan Ketenangan Batin Melalui Ruqyah dan Penguatan Diri

Ria Ricis, sosok yang dikenal luas di kalangan publik, kini tengah menapaki sebuah perjalanan spiritual yang mendalam. Upayanya ini bukan semata untuk mencari ketenangan, melainkan sebuah langkah konkret dalam menghadapi dan menyembuhkan trauma masa lalu yang sempat menghantuinya. Dalam rentang waktu yang signifikan, terutama di tahun 2026, Ria Ricis telah memutuskan untuk menjalani proses ruqyah, sebuah metode penyembuhan spiritual yang berakar pada ajaran Islam.

Proses ruqyah yang dijalani Ria Ricis tidak dilakukannya sendirian. Ia didampingi oleh sejumlah tokoh agama terkemuka, termasuk kakak kandungnya sendiri, Oki Setiana Dewi, yang juga seorang pendakwah. Kehadiran sosok-sosok yang dipercayainya ini memberikan dukungan moral dan spiritual yang sangat berarti selama proses pemulihannya.

“Tahun 2026 ini aku udah ruqyah, ya udahlah ada banyak ya, ada berkali-kali,” ungkap Ria Ricis saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Kamis, 19 Februari 2026. Pernyataannya ini mengindikasikan bahwa proses ruqyah bukanlah sekadar satu kali percobaan, melainkan sebuah rangkaian upaya yang telah ia jalani dengan tekad kuat.

Sebelum memutuskan untuk menjalani ruqyah, Ria Ricis tidak serta merta mengambil langkah tersebut. Ia terlebih dahulu memperdalam pemahaman agamanya dengan secara rutin mengikuti berbagai kajian keagamaan. Kegiatan ini memberikannya banyak wawasan baru dan perspektif yang lebih luas, termasuk pemahaman mendalam mengenai konsep dan praktik ruqyah.

Dari diskusi dan pembelajaran yang diperolehnya, Ria Ricis semakin yakin bahwa ruqyah adalah jalan yang tepat baginya untuk mengatasi luka batin. Ia banyak berdiskusi dengan keluarga, kembali merajut kedekatan dengan orang-orang terkasihnya, serta bertukar pikiran dengan para tokoh agama. Sang kakak, Oki Setiana Dewi, turut berperan penting dalam memberikan arahan dan dukungan selama proses ini.

Duka Kehilangan Ayah: Akar Trauma yang Mendalam

Salah satu pemicu utama yang membawa Ria Ricis pada titik terendahnya adalah kepergian sang ayah tercinta. Kehilangan sosok ayah meninggalkan luka yang mendalam dan rasa rapuh yang luar biasa dalam dirinya. Ia mengakui bahwa momen-momen tertentu dapat membangkitkan kembali ingatan akan rasa trauma yang telah lama tersimpan.

“Kalau yang terakhir itu, karena aku di depan mata itu ada sesuatu hal yang mungkin bikin inget sama rasa trauma yang dulu-dulu, ya salah satunya saat ayahku meninggal dunia,” jelasnya. Perasaan kehilangan yang dialaminya membuatnya merasa sangat rapuh. “Karena sejak ditinggal Papa tuh kayaknya rapuh ya, jadi emang aku harus mengobati itu dulu. Karena hidup tanpa ayah itu menurut aku sangat ah,” tambahnya, menggambarkan betapa beratnya ia menjalani hidup tanpa kehadiran sang ayah.

Wanita yang memiliki nama asli Ria Yunita ini sempat merasa kebingungan dalam mencari cara untuk menyembuhkan trauma masa lalunya. Berbagai upaya telah ia coba, termasuk berkonsultasi dengan psikolog dan mencari bantuan dari berbagai pihak. Namun, rasa trauma itu seolah terus membayanginya.

“Aku bingung aku harus sembuhin ke mana, karena psikolog udah, ke mana-mana udah. Jadi kayaknya eh kita harus ruqyah lagi, jadi setelah ruqyah perlahan sembuh,” ungkapnya. Keputusan untuk kembali menjalani ruqyah menjadi titik balik penting dalam proses penyembuhannya.

Menemukan Kembali Kesenangan Hidup

Bersyukur, setelah menjalani serangkaian proses ruqyah, Ria Ricis mulai merasakan perubahan positif dalam dirinya. Traumanya perlahan menghilang, digantikan oleh ketenangan batin dan kemampuan untuk kembali menikmati kehidupannya, terutama bersama sang buah hati.

“Sekarang udah enjoy. Karena sejak ditinggal Papa tuh kayaknya rapuh ya, jadi emang aku harus mengobati itu dulu,” ujarnya penuh rasa syukur. Ia mengakui bahwa proses penyembuhan ini membutuhkan waktu dan kesabaran, namun hasil yang dirasakannya kini sangat berarti.

Perjalanan spiritual Ria Ricis ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa menghadapi trauma masa lalu adalah sebuah proses yang tidak mudah. Namun, dengan dukungan yang tepat, keyakinan spiritual, dan upaya yang konsisten, setiap individu memiliki potensi untuk bangkit, menemukan kembali kedamaian, dan menjalani hidup dengan lebih penuh sukacita. Langkahnya dalam mencari kesembuhan melalui ruqyah menunjukkan keberaniannya dalam menghadapi luka batin dan komitmennya untuk membangun masa depan yang lebih positif.

Pos terkait