Kapolsek dan Anggota Dikeroyok Saat Patroli Sahur di Kendal
Kendal, Jawa Tengah – Suasana khidmat menjelang sahur di Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Minggu (8/3/2026) dini hari, mendadak terusik oleh aksi kekerasan. Kapolsek Kaliwungu, AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho, bersama seorang anggotanya, Brigadir Hendy, menjadi korban pengeroyokan saat sedang menjalankan tugas patroli pengamanan kegiatan “ngangklang”. Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 03.30 WIB di sebuah tikungan jalan desa.
Kegiatan “ngangklang” sendiri merupakan tradisi unik masyarakat setempat yang bertujuan membangunkan warga untuk melaksanakan sahur. Tradisi ini biasanya diisi dengan bunyi-bunyian dari alat musik sederhana, seperti kentongan, angklung, hingga peralatan dapur yang ditabuh secara bergantian. Kehadiran polisi dalam patroli sahur ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama masyarakat menjalankan tradisi tersebut.
Kronologi Kejadian: Dari Patroli Menjadi Kekerasan
Saat sedang melakukan patroli, jajaran Polsek Kaliwungu menerima laporan mengenai adanya potensi tawuran antar dua kelompok pemuda di wilayah tersebut. Mendapat informasi tersebut, petugas segera bergerak menuju lokasi yang dilaporkan untuk melakukan pembubaran.
Setibanya di tempat kejadian, kehadiran mobil patroli polisi berhasil membuat sebagian besar pemuda yang berkumpul langsung membubarkan diri. Namun, nahas, sebagian kelompok lainnya justru menunjukkan sikap yang sangat agresif. Tanpa diduga, mereka malah menyerang petugas kepolisian yang berada di lokasi kejadian.
Dalam rekaman video yang kemudian beredar luas, terlihat dengan jelas bagaimana sejumlah pemuda melayangkan pukulan ke arah kepala Kapolsek AKP Nindya. Brigadir Hendy yang berada di dekatnya berusaha melerai situasi yang memanas. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Beberapa pemuda lain yang ikut dalam kerumunan justru turut melakukan perlawanan, sehingga situasi semakin memburuk dan berujung pada aksi saling dorong hingga pemukulan terhadap petugas.
AKP Nindya sendiri mengungkapkan rasa prihatinnya atas kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya dan anggotanya mengalami pemukulan saat berusaha menghentikan perkelahian yang terjadi antara dua kelompok pemuda. “Saya dan anggota sempat dipukuli saat berusaha melerai perkelahian dua kelompok pemuda di Desa Krajan Kulon,” ujar AKP Nindya. Ia menduga, para pemuda yang melakukan aksi kekerasan tersebut berada dalam pengaruh minuman beralkohol, yang membuat tindakan mereka menjadi semakin brutal dan tidak terkendali.
Penangkapan Terduga Pelaku dan Pemulihan Situasi
Meskipun insiden pengeroyokan sempat terjadi, kesigapan petugas kepolisian berhasil mengendalikan situasi di lokasi kejadian. Para pemuda yang tadinya berkumpul dan terlibat dalam kericuhan akhirnya membubarkan diri.
Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat untuk melakukan identifikasi dan penangkapan terhadap para terduga pelaku pengeroyokan. Dua orang pemuda berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Kaliwungu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kedua terduga pelaku tersebut diketahui berinisial MH (20 tahun), yang merupakan warga Dukuh Gambiran, Desa Sumberejo, dan AF (18 tahun), warga Dukuh Kandangan, Desa Sarirejo. Keduanya berasal dari Kecamatan Kaliwungu.
“Sudah kami amankan di Polsek Kaliwungu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tegas AKP Nindya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Kendal, Deni Herawan, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap para terduga pelaku. “Nanti akan kami riliskan. Terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan,” jelasnya. Penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian dan motif di balik aksi kekerasan tersebut. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, terutama di momen-momen penting seperti bulan Ramadan.






