Serangan Rudal IRGC Gemparkan Kilang Minyak Haifa

Iran Gempur Fasilitas Minyak Israel di Haifa dengan Rudal Canggih, Balasan Serangan di Teheran

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan pada hari Ahad, 8 Maret 2026, bahwa mereka telah berhasil menghantam pusat penyulingan minyak milik Israel di Haifa menggunakan rudal balistik jarak jauh bernama Kheibar Shekan. Tindakan ini diklaim oleh IRGC sebagai respons langsung terhadap serangan Israel yang sebelumnya menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran.

Pernyataan resmi dari IRGC ini dikeluarkan bertepatan dengan gelombang ke-27 dari Operasi “Janji Setia 4”, sebuah rangkaian serangan yang dilancarkan menggunakan kombinasi rudal dan drone terhadap berbagai sasaran yang terafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel. IRGC menegaskan bahwa dengan penggunaan rudal Kheibar Shekan, mereka berhasil mengenai target strategis berupa pusat penyulingan minyak di Haifa.

Selain serangan ke Haifa, IRGC juga melaporkan keberhasilan serangan drone terhadap target militer Amerika Serikat. Lokasi serangan drone ini dilaporkan berada di area Marina, dekat dengan gedung Warner Bros di Dubai, Uni Emirat Arab.

Rudal Kheibar Shekan: Keunggulan Teknologi Militer Iran

Rudal Kheibar Shekan merupakan salah satu senjata andalan dalam arsenal rudal canggih Iran saat ini. Keberadaan rudal ini menegaskan posisi Iran sebagai negara dengan kepemilikan stok rudal balistik terbanyak di kawasan Timur Tengah, sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat.

Jangkauan operasional rudal-rudal Iran diklaim mampu mencapai jarak maksimum hingga 2.000 kilometer. Jarak ini dianggap oleh para pakar militer sudah cukup untuk memberikan efek gentar dan perlindungan strategis, mengingat cakupan wilayah yang meliputi jarak antara Iran dan Israel.

Ragam Rudal Balistik Iran yang Mampu Menjangkau Israel

Analisis dari berbagai lembaga penelitian menunjukkan bahwa stok rudal Iran mencakup berbagai jenis rudal jarak jauh yang secara teoritis mampu mencapai wilayah Israel. Beberapa rudal yang disebutkan dalam kategori ini antara lain:

  • Sejil: Dengan jangkauan mencapai 2.000 km.
  • Emad: Memiliki jangkauan hingga 1.700 km.
  • Ghadr: Mampu mencapai jarak 2.000 km.
  • Shahab-3: Memiliki jangkauan sekitar 1.300 km.
  • Khorramshahr: Diklaim mampu menjangkau jarak 2.000 km.
  • Hoveyzeh: Dengan jarak jelajah sekitar 1.350 km.

Sebuah infografis yang dipublikasikan oleh media Iran, ISNA, pada bulan April 2025, pernah merinci sembilan rudal Iran yang mampu mencapai Israel. Dalam publikasi tersebut, rudal Sejil disebut mampu terbang dengan kecepatan luar biasa, melebihi 17.000 km per jam, dan memiliki daya jelajah hingga 2.500 km. Rudal Kheibar juga tercatat dengan jangkauan 2.000 km, serta rudal Haj Qasem dengan jangkauan 1.400 km.

Lembaga penelitian Arms Control Association yang berbasis di Washington juga memberikan perkiraan mengenai kemampuan rudal balistik Iran. Rudal-rudal tersebut meliputi:

  • Shahab-1: Dengan perkiraan jangkauan sekitar 300 km.
  • Zolfaghar: Mampu mencapai jarak 700 km.
  • Shahab-3: Diperkirakan memiliki jangkauan antara 800-1.000 km.
  • Emad-1: Rudal yang masih dalam tahap pengembangan, diklaim memiliki daya jelajah hingga 2.000 km.
  • Sejil: Dengan perkiraan jarak jelajah yang luas, antara 1.500-2.500 km.

Serangan terbaru oleh IRGC ini menegaskan kembali kemampuan Iran dalam melakukan serangan balasan yang presisi terhadap target-target strategis di luar wilayahnya, menggunakan teknologi rudal yang terus berkembang. Hal ini berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah dan menjadi perhatian utama komunitas internasional.

Pos terkait