Seskab Teddy Pastikan Evakuasi Terbaik Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur



JAKARTA — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan informasi terkini mengenai kecelakaan kereta di Bekasi Timur melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @sekretariat.kabinet. Dalam keterangannya, Seskab menyampaikan jumlah korban dan upaya pemerintah dalam menangani situasi tersebut.

“Pada pukul 1 pagi ini, jumlah korban meninggal dunia mencapai 4 orang. Sementara itu, sebanyak 71 orang berhasil dievakuasi dari dalam kereta. Kami akan memastikan perawatan optimal diberikan kepada para korban yang mengalami luka-luka,” ujarnya dalam pernyataan tertulis pada Selasa (28/4/2026).

Proses evakuasi masih berlangsung secara intensif karena masih ada beberapa korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta. “Kami sedang melakukan evakuasi sekuat tenaga. Seperti yang kita lihat, masih ada beberapa korban yang terperangkap di dalam kereta,” tambahnya.

Mengenai penyebab awal kecelakaan, disampaikan bahwa ada dugaan gangguan operasional yang dipicu oleh insiden di perlintasan. “Kejadian ini terjadi pada pukul 9 kurang. Awalnya terjadi temperan taksi hijau di JPL 85. Kami menduga hal ini menyebabkan gangguan pada sistem perkeretaapian di area stasiun emplasemen Bekasi Timur,” jelasnya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, pemerintah menyerahkan penanganan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Kronologi kecelakaan akan ditangani lebih detail oleh KNKT,” ujarnya.

Selain itu, masih ada beberapa korban yang belum berhasil dievakuasi dari dalam kereta. “Di dalam kereta, sekitar 6–7 orang masih terjebak. Bagian Kereta Anggrek sudah dilakukan pemotongan rangkaian dan ditarik mundur,” tuturnya.

Pemerintah menegaskan bahwa penanganan korban menjadi prioritas utama. Proses evakuasi terus dioptimalkan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para korban. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mematuhi petunjuk dari aparat terkait.

Pos terkait