Sriwijaya FC Terpuruk di Kasta Ketiga, Suporter Setia Berikrar “Sriwijaya FC Selamanya”
Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Sumatera Selatan. Sriwijaya FC (SFC), klub yang akrab disapa Laskar Wong Kito, dipastikan harus menelan pil pahit terdegradasi ke Liga 3, kasta ketiga sepak bola Indonesia, untuk musim depan. Keputusan ini diambil setelah performa yang sangat mengecewakan sepanjang musim ini, di mana tim tidak mampu meraih satu pun kemenangan.
Degradasi ke liga terendah dalam sejarah klub ini tentu menjadi pukulan berat bagi para pecinta SFC. Namun, di tengah badai krisis ini, kesetiaan para suporter militan mereka, Ultras Palembang, justru semakin menguat.
Konsolidasi Dukungan di Bulan Ramadhan
Dalam suasana bulan suci Ramadhan, kelompok suporter yang identik dengan atribut hitam ini menggelar acara buka bersama (bukber) lintas seksi. Acara yang dilangsungkan di Kafe Warkop King Agam, di tepi dermaga Pasar 16 Ilir Palembang, pada Minggu (8/3/2026), menjadi momen penting untuk konsolidasi.
Tujuan utama digelarnya bukber ini adalah untuk memperkuat fondasi dukungan para anggota agar tidak berpaling ke klub lain, meskipun SFC harus berlaga di kasta yang lebih rendah.
Qusoi, yang menjabat sebagai Capo Tifoso Ultras Palembang, menegaskan bahwa degradasi bukanlah alasan bagi para anggotanya untuk meninggalkan SFC. Menurutnya, komitmen sejati seorang suporter akan teruji ketika klub kesayangannya berada dalam kondisi terpuruk seperti saat ini.
“Kawan-kawan sudah menyatakan komitmen untuk tetap mendukung Sriwijaya FC sesuai dengan jargon kami bahwa Sriwijaya FC Selamanya. Intinya kami tetap semangat mendukung SFC di kasta manapun. Yang penting SFC tetap hadir di Palembang,” ujar Qusoi dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Qusoi menambahkan bahwa momen silaturahmi ini sangat krusial, mengingat tantangan yang akan dihadapi di Liga 3 musim depan kemungkinan besar akan berbeda. Salah satu perhatian utama adalah terkait regulasi penonton.
“Kita mengkhawatirkan apakah musim depan di Liga 3 masih berlaku laga tanpa penonton. Kalau tanpa penonton, susah melakukan pertemuan antar pengurus atau seksi. Jadi inilah cikal bakal pertemuan untuk menyambut SFC menuju Liga 3,” pungkasnya, menekankan pentingnya menjaga ikatan antar suporter di tengah ketidakpastian.
Catatan Kelam di Pegadaian Championship 2025/26
Kepastian SFC terdegradasi menjadi akhir yang pahit bagi perjalanan tim di Pegadaian Championship 2025/26. Kekalahan telak dengan skor 3-0 dari Sumsel United pada pertandingan ke-21 menjadi titik nadir yang menutup seluruh peluang “Elang Andalas” untuk bertahan di kasta kedua.
Hingga akhir musim, Sriwijaya FC tercatat hanya mampu mengumpulkan 2 poin dari 21 pertandingan yang telah dilakoni. Lebih miris lagi, dari seluruh laga yang dimainkan, SFC belum pernah sekalipun merasakan kemenangan. Mereka hanya mampu meraih 2 hasil imbang, sementara sisanya berakhir dengan kekalahan.
Sisa Laga yang Menjadi Formalitas?
Meskipun nasib SFC sudah tersegel untuk berlaga di Liga 3 musim depan, tim masih memiliki sisa 6 pertandingan di putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26 yang harus diselesaikan. Pertandingan-pertandingan ini tampaknya hanya akan menjadi formalitas, namun tetap menjadi ajang untuk menjaga nama baik dan memberikan perlawanan terakhir sebelum benar-benar turun kasta.
Jadwal sisa pertandingan Sriwijaya FC adalah sebagai berikut:
- Sabtu, 28 Maret: Persiraja Banda Aceh vs SFC (Stadion H. Dimurthala)
- Minggu, 5 April: SFC vs PSPS Pekanbaru (Stadion Patriot Candrabhaga)
- Minggu, 12 April: Persekat Tegal vs SFC (Stadion Trisanja)
- Minggu, 19 April: PSMS Medan vs SFC (Stadion Utama Sumut)
- Sabtu, 25 April: SFC vs Garudayaksa FC (Stadion Patriot Candrabhaga)
- Sabtu, 2 Mei: Adhyaksa FC vs SFC (Banten International Stadium)
Kini, seluruh harapan publik Palembang tertuju pada manajemen klub. Evaluasi total menyeluruh diharapkan dapat dilakukan agar klub yang pernah meraih gelar Double Winner ini dapat segera bangkit dari keterpurukan dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia di masa mendatang. Semangat “Sriwijaya FC Selamanya” harus menjadi motivasi untuk membangun kembali kejayaan Laskar Wong Kito.






