Sholawat Waqtu Sahar: Arab, Latin, Terjemahan

Menggapai Syafaat Melalui Sholawat Waqtu Sahar: Panduan Lengkap Bacaan dan Maknanya

Umat Muslim senantiasa mencari cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih rahmat serta syafaat-Nya. Salah satu jalan yang paling sederhana dan mudah untuk ditempuh adalah dengan mengamalkan sholawat nabi. Amalan ini tidak hanya menjadi bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga dipercaya dapat mendatangkan berbagai keutamaan, mulai dari pengampunan dosa hingga terkabulnya segala hajat.

Di antara sekian banyak bacaan sholawat yang diajarkan, Sholawat Waqtu Sahar menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk diamalkan. Nama “Waqtu Sahar” sendiri merujuk pada waktu menjelang fajar, sebuah momen yang penuh berkah dan kekhusyukan dalam ibadah. Sholawat ini memiliki lirik yang indah dan makna mendalam, menggambarkan keagungan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan sambutan semesta atas kehadirannya.

Artikel ini akan menyajikan secara lengkap bacaan Sholawat Waqtu Sahar, mencakup tulisan Arab, transliterasi Latin, serta terjemahan Bahasa Indonesia. Tujuannya adalah agar umat Muslim dapat dengan mudah mengamalkan sholawat ini kapan saja, terutama di waktu-waktu mustajab seperti menjelang fajar.

Keutamaan Mengamalkan Sholawat

Sebelum mendalami Sholawat Waqtu Sahar, penting untuk memahami secara umum keutamaan mengamalkan sholawat nabi. Sholawat merupakan doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT agar senantiasa mencurahkan rahmat dan salam kesejahteraan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW. Amalan ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam.

  • Mendapatkan Syafaat Nabi Muhammad SAW: Salah satu ganjaran terbesar dari mengamalkan sholawat adalah memperoleh syafaat dari Rasulullah SAW di hari kiamat kelak. Syafaat ini akan sangat membantu umat Muslim dalam menghadapi perhitungan amal di hadapan Allah SWT.
  • Pengampunan Dosa: Dengan memperbanyak sholawat, dosa-dosa yang telah diperbuat dapat diampuni oleh Allah SWT. Hal ini karena sholawat adalah bentuk ibadah yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.
  • Terkabulnya Hajat: Banyak riwayat yang menyebutkan bahwa doa yang disertai dengan sholawat memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan. Allah SWT akan mengabulkan segala hajat dan keinginan baik seorang hamba yang senantiasa bersholawat.
  • Meningkatkan Derajat: Mengamalkan sholawat secara rutin akan mengangkat derajat seorang Muslim di sisi Allah SWT.
  • Menghilangkan Kesedihan dan Kesulitan: Sholawat juga dipercaya mampu menjadi penenang hati, menghilangkan kesedihan, dan melapangkan kesulitan hidup.

Bacaan Lengkap Sholawat Waqtu Sahar

Sholawat Waqtu Sahar memiliki lirik yang puitis, menggambarkan suasana penuh kegembiraan dan keberkahan saat kelahiran Rasulullah SAW. Mari kita simak bacaannya dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya:

Tulisan Arab:

وَقْتِ السَّحَرْ بِهْ يَطِيْب , الْحَالْ لاَهْلِ الصَّفَا
وَبِهْ يَجُوْدُ الْعَلِي , بِالْفَضْلِ لأَهْلِ الْوَفَا

وَقْتِ السَّحَرْ بِهْ يَطِيْب , الْحَالْ لاَهْلِ الصَّفَا
وَبِهْ يَجُوْدُ الْعَلِي بِالْفَضْلِ لأَهْلِ الْوَفَا

تَأْلاَ لِعَيْنِ الْهَوَى , مَنْ نَالَهَا مُشْتَهَى
وَاغْشَاهُ نُوْرُ الْهُدَى , مِنْ عِنْدِ مَنْ قَدْ صَفَا

تَأْلاَ لِعَيْنِ الْهَوَى , مَنْ نَالَهَا مُشْتَهَى
وَاغْشَاهُ نُوْرُ الْهُدَى , مِنْ عِنْدِ مَنْ قَدْ صَفَا

Burung- Burung Bernyanyi
Matahari Berseri
Datang Pujaan Hati
Sebagai Obat Diri

Malaikat Memuji
Bidadari Berseri
Menyambut Sang Nabi
Dari Allohu Robbi

Hancurlah Berhala
Terkunci Neraka
Sambutan Yang Esa
Untuk Umat Manusia

وَقْتِ السَّحَرْ بِهْ يَطِيْب , الْحَالْ لاَهْلِ الصَّفَا
وَبِهْ يَجُوْدُ الْعَلِي , بِالْفَضْلِ لأَهْلِ الْوَفَا

Transliterasi Latin:

Waqti Sahar Bih Yatim, Al Ah ‘Ala Lishofa
Wabiyajudil A’lil, Fil Fadhilah Lil Wafa

Waqti Sahar Bih Yatim, Al Ah ‘Ala Lishofa
Wabiyajudil A’lil Fil Fadhilah Lil Wafa

Telah Lahir Cahaya Penerang Jiwa
Manusia Mulia Penyejuk Jiwa
Telah Lahir Cahaya Penerang Jiwa
Manusia Mulia Penyejuk Jiwa

Burung- Burung Bernyanyi
Matahari Berseri
Datang Pujaan Hati
Sebagai Obat Diri

Malaikat Memuji
Bidadari Berseri
Menyambut Sang Nabi
Dari Allohu Robbi

Hancurlah Berhala
Terkunci Neraka
Sambutan Yang Esa
Untuk Umat Manusia

Waqti Sahar Bih Yatim, Al Ah ‘Ala Lishofa
Wabiyajudil A’lil, Fil Fadhilah Lil Wafa

Makna dan Intisari Sholawat Waqtu Sahar

Sholawat Waqtu Sahar menggambarkan momen istimewa kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam.

  • “Waqti Sahar Bih Yatim, Al Ah ‘Ala Lishofa”: Bait ini mengisyaratkan bahwa di waktu menjelang fajar, keadaan menjadi baik dan menyenangkan bagi orang-orang yang memiliki kesucian hati (shofa). Kelahiran Nabi SAW membawa kedamaian dan kebaikan bagi hati yang tulus.
  • “Wabiyajudil A’lil, Fil Fadhilah Lil Wafa”: Frasa ini menjelaskan bahwa Allah Yang Maha Tinggi akan memberikan karunia dan keutamaan-Nya kepada orang-orang yang setia dan menepati janji (ahli wafa). Ini merujuk pada umat yang beriman dan senantiasa menjalankan perintah-Nya.
  • “Telah Lahir Cahaya Penerang Jiwa, Manusia Mulia Penyejuk Jiwa”: Lirik ini secara eksplisit menyatakan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang digambarkan sebagai cahaya yang menerangi jiwa dan sosok mulia yang menyejukkan hati.
  • “Burung- Burung Bernyanyi, Matahari Berseri, Datang Pujaan Hati, Sebagai Obat Diri”: Penggambaran alam semesta yang bersuka cita menyambut kedatangan Sang Nabi. Kehadiran beliau menjadi sumber kebahagiaan dan penawar segala duka.
  • “Malaikat Memuji, Bidadari Berseri, Menyambut Sang Nabi, Dari Allohu Robbi”: Bahkan para malaikat dan bidadari pun turut berbahagia dan menyambut kedatangan Nabi SAW, yang merupakan utusan langsung dari Allah SWT.
  • “Hancurlah Berhala, Terkunci Neraka, Sambutan Yang Esa, Untuk Umat Manusia”: Kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa dampak besar, yaitu runtuhnya kemusyrikan (berhala), ditutupnya pintu-pintu neraka, dan menjadi rahmat yang menyeluruh bagi seluruh umat manusia.

Cara Mengamalkan Sholawat Waqtu Sahar

Sholawat Waqtu Sahar dapat diamalkan kapan saja, namun sangat dianjurkan untuk dibaca pada waktu-waktu berikut:

  1. Menjelang Waktu Sahur (Sepertiga Malam Terakhir): Sesuai dengan namanya, waktu sahur adalah momen paling utama untuk mengamalkan sholawat ini. Pada saat ini, Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya.
  2. Setelah Sholat Fardhu: Membaca sholawat setelah menunaikan sholat lima waktu adalah amalan yang sangat disunnahkan.
  3. Setiap Pagi dan Sore: Mengawali dan mengakhiri hari dengan bersholawat akan memberikan keberkahan tersendiri.
  4. Di Hari Jumat: Hari Jumat memiliki keutamaan yang istimewa, sehingga memperbanyak sholawat di hari ini sangatlah dianjurkan.
  5. Saat Membutuhkan Pertolongan atau Merasa Kesulitan: Ketika menghadapi masalah atau kesedihan, mengamalkan sholawat dapat menjadi sarana memohon pertolongan dan ketenangan dari Allah SWT.

Dengan memahami bacaan dan maknanya, serta mengamalkannya secara istiqomah, diharapkan umat Muslim dapat senantiasa berada dalam naungan rahmat Allah SWT dan meraih syafaat Nabi Muhammad SAW.

Pos terkait