Pedro Acosta dianggap akan memicu persaingan internal yang intens antara dirinya dan Marc Marquez jika benar-benar bergabung dengan tim pabrikan Ducati. Meskipun saat ini masih menjadi bagian dari Red Bull KTM, nama Acosta santer dikaitkan dengan Ducati mengingat MotoGP memasuki masa silly season.
Pergerakan pasar pembalap untuk musim 2027 mendatang sudah mulai panas, meskipun kompetisi baru saja menyelesaikan tiga seri pada tahun ini. Berbagai isu dari paddock menyebutkan bahwa Ducati telah menyiapkan susunan line-up untuk menghadapi musim depan dengan merekrut Acosta. El Tiburon menjadi incaran setelah performa Francesco Bagnaia sebagai rekan setim Marc Marquez tidak kunjung membaik hingga sejauh ini.
Acosta diproyeksikan menjadi rekan setim Marquez untuk musim depan setelah menunjukkan hasil yang baik selama berada di KTM. Meski belum mampu meraih kemenangan hingga kini, ia telah mencatatkan total 12 podium sejak pertama kali membela pabrikan Austria itu pada 2024. Selain itu, usianya yang baru 21 tahun menjadi keuntungan tersendiri bagi Ducati dalam merekrutnya.
Rumor mengenai kedatangan Acosta ke Ducati juga menarik perhatian mantan manajer Repsol Honda, Livio Suppo. Pria yang juga bertugas sebagai project leader di MotoGP untuk Ducati ini menilai Acosta adalah opsi yang tepat meskipun sempat mengalami kesulitan pada awal musim lalu.
“Menurut saya, pada tahun 2025 dia (Acosta) sangat kesulitan karena gangguan yang dialaminya di awal tahun,” ujar Suppo. “Ketika ia mencoba keluar dari KTM lebih awal. Menurut saya, hal ini sangat membebani dirinya secara psikologis.”
Lebih lanjut, Suppo merasa hadirnya Acosta di sisi garasi Marquez akan menciptakan rivalitas internal yang intens seperti yang terjadi di Yamaha pada masa lalu. Persaingan antara rekan setim seperti Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo bisa dinikmati oleh para penggemar lagi. Dalam kasus ini, Acosta akan bertindak sebagai Lorenzo dengan usianya yang lebih muda dibandingkan Marquez yang telah mencapai 33 tahun.
Selain itu, Suppo percaya kedatangan juara dunia Moto2 musim 2023 ini akan memperpanjang umur karier sosok yang identik dengan nomor 93 itu. Marquez akan mendapatkan suasana baru di sisi garasinya yang bisa memberinya dorongan tak biasa dan jauh lebih kuat dari sebelumnya melalui Acosta.
“Ini lebih seperti ketika Yamaha menempatkan Lorenzo sebagai rekan setim Rossi,” ucap Suppo. “Rossi tidak menerimanya dengan baik.”
“Dalam kasus ini, hal tersebut akan menjadi dorongan bagi pembalap kuat seperti Marquez.”
“Karena kehadiran talenta baru menyegarkan Anda karena memunculkan tekad yang mungkin telah sedikit hilang selama bertahun-tahun,” imbuhnya.


