Startup bernilai Rp 249 triliun ciptakan teknologi penghancur tumor tanpa operasi

Teknologi Pengobatan Kanker Tanpa Operasi Mulai Digunakan

Pengobatan kanker tanpa operasi mulai bergerak dari laboratorium menuju ruang praktik medis. Teknologi berbasis ultrasound bernama histotripsy kini digunakan untuk menghancurkan tumor tanpa memerlukan sayatan. Teknik ini dikembangkan oleh ilmuwan biomedis Zhen Xu selama sekitar 25 tahun. Metodenya bekerja dengan menargetkan sel tumor lalu meluruhkannya, tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

Berbeda dari prosedur kanker konvensional yang invasif, pasien tidak perlu menjalani pembedahan. Risiko efek samping dari metode agresif seperti radiasi atau panas juga diharapkan bisa ditekan. Teknologi ini dikembangkan lewat startup HistoSonics yang didirikan Xu pada 2009. Tahun ini, majalah Time memasukkan perusahaan tersebut ke daftar 10 perusahaan paling berpengaruh di sektor kesehatan dan ilmu hayati.

Pada Agustus lalu, konsorsium investor memberi valuasi USD 2,25 miliar untuk perusahaan itu. Nilainya setara sekitar Rp 36,6 triliun. Xu, ilmuwan kelahiran Tiongkok yang kini berbasis di Amerika Serikat, mengatakan motivasinya berangkat dari pengalaman nyata. Saat menempuh doktor di University of Michigan pada 2001, dia melihat bayi dengan kelainan jantung bawaan meninggal di meja operasi.

“Itu anak-anak yang sangat sakit, meninggal di meja operasi,” kata Xu. Dari situ, dia mulai membayangkan prosedur medis tanpa pembedahan. Dorongan lain datang dari pengalaman pribadi. Kedua mertuanya meninggal karena kanker, sementara suaminya merasa dirinya juga berisiko terkena penyakit yang sama.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2024 memperkirakan sekitar seperlima populasi dunia akan mengalami kanker dalam hidupnya. Beban kasus diproyeksikan terus naik seiring penuaan populasi global. Histotripsy untuk kanker hati sudah mendapat persetujuan regulator obat Amerika Serikat (FDA) pada Oktober 2023. Setelah itu, izin juga diberikan di Inggris, Uni Emirat Arab, dan Hong Kong.

Awal Mei ini, HistoSonics mengajukan perluasan penggunaan teknologi itu untuk tumor ginjal ke otoritas kesehatan AS. Pengajuan itu didasarkan pada uji klinis terhadap 67 pasien. Secara global, sekitar 4.000 pasien sudah menjalani terapi ini. Sekitar tiga perempatnya berasal dari Amerika Serikat.

Uji klinis untuk tumor prostat, pankreas, jaringan lemak, dan otot juga sedang berjalan. Di Hong Kong, rumah sakit Gleneagles bahkan sudah menggunakan histotripsy pada dua pasien kanker pankreas pada April lalu. Jepang sendiri belum memberikan izin penggunaan klinis teknologi ini. Namun, Xu berharap dukungan dari otoritas kesehatan setempat bisa datang dalam waktu dekat.

Sony Group ikut bekerja sama dengan HistoSonics untuk meningkatkan kemampuan pencitraan teknologi tersebut. Targetnya membuat penghancuran tumor menjadi lebih presisi. Xu percaya dunia medis sedang menuju era baru. “Masa depan pengobatan, termasuk kanker, pada akhirnya akan menjadi non-invasif dan semoga tidak beracun,” ujarnya.

Perkembangan Teknologi Histotripsy

Histotripsy adalah inovasi penting dalam pengobatan kanker. Teknologi ini menggunakan gelombang suara ultra tinggi untuk menghancurkan sel-sel kanker secara akurat tanpa merusak jaringan sehat. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya dalam menghindari pembedahan dan efek samping dari metode tradisional seperti radiasi atau kemoterapi.

Beberapa negara telah memberikan persetujuan penggunaan teknologi ini. FDA AS memberikan izin penggunaan histotripsy untuk kanker hati pada 2023. Selain itu, izin juga diberikan di Inggris, Uni Emirat Arab, dan Hong Kong. Ini menunjukkan bahwa teknologi ini semakin diakui sebagai solusi alternatif yang efektif dan aman.

HistoSonics, perusahaan yang mengembangkan histotripsy, telah melakukan uji klinis terhadap ratusan pasien. Sejauh ini, sekitar 4.000 pasien telah menjalani terapi ini. Lebih dari 75% dari mereka berasal dari Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan adanya minat besar terhadap teknologi ini di pasar medis global.

Selain kanker hati, HistoSonics juga sedang mengajukan perluasan penggunaan teknologi ini untuk tumor ginjal. Pengajuan dilakukan berdasarkan hasil uji klinis terhadap 67 pasien. Uji klinis untuk berbagai jenis tumor seperti prostat, pankreas, jaringan lemak, dan otot juga sedang berlangsung.

Di Hong Kong, rumah sakit Gleneagles telah mencoba penggunaan histotripsy pada dua pasien kanker pankreas. Meskipun Jepang belum memberikan izin penggunaan klinis, Xu berharap dukungan dari otoritas kesehatan setempat segera datang.

Kerjasama dengan Sony Group

Kerjasama antara HistoSonics dan Sony Group bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pencitraan teknologi histotripsy. Dengan peningkatan kemampuan pencitraan, penghancuran tumor dapat dilakukan dengan lebih presisi. Ini akan membantu dokter dalam menentukan lokasi tepat tumor dan menghindari kerusakan jaringan sehat.

Xu yakin bahwa dunia medis sedang memasuki era baru. Masa depan pengobatan, termasuk kanker, akan menjadi non-invasif dan semoga tidak beracun. Dengan perkembangan teknologi seperti histotripsy, harapan untuk pengobatan yang lebih aman dan efektif semakin nyata.

Teknologi ini juga menawarkan solusi untuk masalah kesehatan global, terutama di negara-negara dengan populasi yang semakin tua. Dengan meningkatnya jumlah kasus kanker, solusi yang efektif dan minim risiko menjadi sangat penting. Histotripsy dapat menjadi salah satu jawaban atas tantangan ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan teknologi medis terus berjalan cepat. Dengan kolaborasi antara ilmuwan, perusahaan, dan institusi kesehatan, inovasi seperti histotripsy dapat segera diadopsi secara luas. Dengan demikian, banyak pasien kanker dapat memiliki akses ke pengobatan yang lebih baik dan aman.

Pos terkait