Stabilitas Harga Pangan di Pelalawan Sambut Ramadan 2026: Pantauan Langsung dan Imbauan Distributor
Menjelang dimulainya ibadah puasa Ramadan tahun 2026, situasi harga bahan pangan di Kabupaten Pelalawan dilaporkan relatif stabil. Hingga Senin, 16 Februari 2026, belum terpantau adanya lonjakan harga yang mengkhawatirkan di pasar tradisional maupun toko kelontong. Data ini dihimpun berdasarkan pemantauan langsung yang dilakukan oleh Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Diskoperindag UKM) Pelalawan.
Dari total 22 item bahan pokok esensial yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, mayoritas masih dijual dengan harga yang stabil. Kondisi ini memberikan kelegaan bagi masyarakat yang mulai bersiap memenuhi kebutuhan rumah tangga untuk bulan puasa yang hanya berjarak dua hari lagi.
Fluktuasi Harga yang Masih Terkendali
Kepala Diskoperindag Pelalawan, Hanafie, menjelaskan bahwa meskipun ada sedikit fluktuasi pada beberapa komoditas, hal tersebut masih dalam kategori normal. “Kondisinya memang fluktuatif untuk beberapa item. Ada kenaikan sekitar dua ribu hingga tiga ribu rupiah, kemudian turun lagi. Khususnya untuk komoditas seperti cabai dan daging ayam,” ujar Hanafie pada Senin (16/2/2026).
Fluktuasi yang terjadi pada sebagian kecil bahan pangan ini tidak dianggap sebagai kenaikan signifikan dengan persentase yang tinggi. Oleh karena itu, masyarakat masih dapat berbelanja bahan pokok dengan harga yang terjangkau dan tidak memberatkan.
Ketersediaan Stok yang Memadai
Selain kestabilan harga, ketersediaan pasokan bahan pangan di pasaran juga dilaporkan mencukupi untuk memenuhi permintaan masyarakat hingga pertengahan bulan Ramadan. Hal ini dipastikan setelah tim Diskoperindag bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan kunjungan ke sejumlah distributor dan gudang pangan yang berada di wilayah Pangkalan Kerinci. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa stok bahan-bahan pokok penting tersedia dalam jumlah yang melimpah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir. Harga bahan pokok saat ini masih stabil dan stok barang juga dipastikan aman sepanjang bulan puasa nanti,” tambah Hanafie, memberikan jaminan kepada publik.
Upaya Pemerintah: Operasi Pasar dan Imbauan Distributor
Sebagai langkah proaktif dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Diskoperindag Pelalawan telah menggelar Operasi Pasar (OP) di Kantor Camat Pangkalan Kerinci pada Sabtu, 14 Februari 2026. Dalam operasi ini, berbagai bahan pangan dijual kepada masyarakat dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Tujuan utama dari Operasi Pasar ini adalah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan biaya yang lebih terjangkau, sekaligus menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan harga di pasar.
“Kami menjadwalkan akan kembali menggelar Operasi Pasar pada pertengahan bulan puasa nanti. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat terus membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ekonomis,” jelas Hanafie.
Lebih lanjut, pemerintah daerah melalui Diskoperindag meminta kepada seluruh distributor dan para pemilik gudang pangan untuk turut serta berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga. Imbauan ini ditekankan agar kestabilan harga dapat terjaga tidak hanya selama bulan Ramadan, tetapi juga hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Pihak Diskoperindag secara tegas mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba mempermainkan harga maupun menimbun stok bahan pokok demi meraup keuntungan pribadi atau kelompok. Tindakan semacam itu dinilai dapat merugikan masyarakat luas, terutama di momen yang seharusnya penuh berkah dan kebersamaan. Komitmen bersama dari semua pemangku kepentingan diharapkan dapat mewujudkan Ramadan yang tenang dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan.





