Tabiat Asli Norida Dibongkar Mantan & Tetangga Usai Dipulangkan dari Lombok

Kisah Norida Akmal Ayob: Dari Heboh di Media Sosial hingga Klarifikasi Sang Mantan Suami

Dunia maya sempat digemparkan oleh kisah pilu Norida Akmal Ayob, seorang wanita asal Malaysia yang diberitakan dipulangkan dari Lombok Tengah karena mengaku hidup terlunta-lunta. Narasi mengenai kemiskinan dan penelantaran yang beredar luas tersebut, sayangnya, kini menemui babak baru. Badi, mantan suami Norida, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan berbagai tudingan yang menyudutkannya.

Badi, yang berasal dari Desa Ubung, Lombok Tengah, mengaku sangat terpukul dengan pemberitaan yang beredar. Ia dengan tegas membantah klaim bahwa dirinya telah menelantarkan Norida selama 18 tahun. Menurut Badi, tudingan tersebut sama sekali tidak memiliki dasar fakta yang kuat.

Meskipun keduanya telah resmi bercerai pada tahun 2023, Badi menyatakan bahwa ia tetap berusaha memberikan dukungan demi kesejahteraan mantan istrinya selama Norida masih berada di Indonesia. “Selama saya nikah sama Norida Akmal ini 18 tahun itu enggak pernah saya terlantarkan. Jadi setelah saya cerai kemarin itu pun masih saya yang bertanggungjawab selagi dia masih di sini,” ungkap Badi saat ditemui di kediamannya.

Lebih lanjut, Badi juga meluruskan simpang siur mengenai pekerjaan Norida. Ia membantah keras kabar yang menyebutkan bahwa Norida harus bekerja keras sebagai tukang sapu jalanan demi menyambung hidup. Sebaliknya, Badi mengklaim bahwa ia selalu meminta Norida untuk fokus mengurus buah hati mereka sebagai seorang ibu rumah tangga. “Kalau masalah terlantarkan selama 18 tahun, itu bohong namanya,” tegasnya.

Perjalanan Cinta Lintas Negara dan Urusan Administrasi

Kisah cinta antara Badi dan Norida Akmal Ayob ternyata memiliki perjalanan yang cukup panjang dan melintasi batas negara. Sebelum memutuskan untuk menetap di Lombok pada tahun 2012, pasangan ini sempat membangun rumah tangga di Sumatera Selatan selama kurang lebih satu dekade. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak.

Terkait status kewarganegaraan Norida, Badi menjelaskan bahwa sang mantan istri awalnya datang ke Indonesia secara legal. Namun, seiring berjalannya waktu, masa berlaku paspor Norida telah habis. Badi pun berinisiatif untuk mengurus berbagai administrasi kependudukan agar Norida memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan statusnya sah di mata hukum Indonesia.

Mengenai kepulangan Norida ke Malaysia, Badi mengungkapkan bahwa niat awalnya adalah untuk mengantar langsung mantan istrinya tersebut. Namun, karena adanya ketidaksepahaman dengan pihak-pihak tertentu, Norida akhirnya memutuskan untuk pulang secara mandiri. Meskipun demikian, Badi memastikan bahwa biaya kepulangan Norida tetap disiapkannya.

Kesaksian Tetangga: Norida Dikenal Sebagai Sosok yang Tertutup

Fakta-fakta lain mulai terkuak dari kesaksian warga sekitar tempat tinggal mereka. Wahyuni, salah seorang tetangga, memberikan gambaran mengenai sosok Norida. Ia menggambarkan Norida sebagai pribadi yang sangat tertutup. Selama bertahun-tahun bertetangga, wanita asal Malaysia itu diketahui jarang berinteraksi dengan lingkungan sosial di sekitarnya.

“Iya, dia jarang bersosialisasi dengan masyarakat. Yang saya tahu, dia lebih suka di rumah saja,” ungkap Wahyuni, menguatkan gambaran tentang sifat tertutup Norida.

Wahyuni juga memberikan pencerahan terkait isu pekerjaan Norida yang sempat menjadi sorotan. Berbeda dengan narasi yang beredar mengenai Norida yang bekerja sebagai tukang sapu selama bertahun-tahun, Wahyuni menyebutkan bahwa Norida baru mulai bekerja di sebuah rumah makan lesehan setelah rumah tangganya dengan Badi berakhir.

Pasrah pada Takdir di Tengah Tudingan Miring

Kini, Badi hanya bisa mengelus dada melihat namanya tercoreng dan citranya menjadi buruk di media sosial. Di tengah rasa kecewa yang mendalam, ia memilih untuk berserah diri atas berbagai tudingan miring yang menerpanya.

“Sebenarnya sedih ya Pak ya, dengan cerita yang kayak gini, cerita yang enggak benar. Seolah-olah saya ini enggak benar jadinya dengan cerita-cerita yang beredar di sosial media ini,” ungkap Badi dengan nada yang terdengar sangat kecewa.

Menutup keterangannya, Badi menyampaikan permohonan maaf jika situasi yang terjadi saat ini dianggap sebagai bagian dari takdirnya. “Saya minta maaf kalau memang itu takdir bagi saya ya sudah saya terima. Mungkin Tuhan aja yang tahu,” pungkasnya dengan penuh kepasrahan.

Pos terkait