Tarawih Perdana Ramadan 1447 H: Puluhan Jemaah Padati Masjid Balai Muhammadiyah Solo

Ibadah Tarawih Perdana di Masjid Balai Muhammadiyah Solo: Awal Ramadan 1447 H yang Khusyuk

Solo – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Balai Muhammadiyah Solo pada Selasa malam, 17 Februari 2026. Ratusan jemaah dari kalangan Muhammadiyah memadati ruang utama masjid untuk menunaikan ibadah Salat Tarawih perdana menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Momen sakral ini menandai dimulainya periode ibadah yang penuh berkah bagi warga persyarikatan di Kota Solo.

Sejak usai menunaikan salat Isya, jemaah mulai berdatangan ke masjid. Karpet hijau yang terhampar di lantai masjid segera dipenuhi oleh barisan jemaah laki-laki di ruang utama. Sementara itu, jemaah perempuan menempati area terpisah di bagian dalam masjid. Mereka berdiri beriringan, bahu-membahu, dengan kepala tertunduk dalam doa, menciptakan atmosfer yang hangat dan syahdu. Cahaya lampu masjid yang remang-remang, berpadu dengan ornamen mihrab yang berhiaskan warna emas dan ukiran kayu, semakin menambah kesan sakral pada malam pertama Ramadan ini.

Di barisan terdepan, seorang imam memimpin jalannya salat dengan suara yang tenang dan merdu, diikuti oleh gerakan serempak dari seluruh jemaah. Banyak di antara jemaah yang mengenakan sarung, peci, dan busana muslim sederhana, mencerminkan kesungguhan dan kekhidmatan dalam menyambut malam pertama Tarawih tahun ini.

Kultum Singkat: Meneguhkan Ajaran dan Persatuan Umat

Sebelum pelaksanaan Salat Tarawih dimulai, sebuah kultum singkat disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo, Ahmad Sukidi. Dalam pesannya, beliau mengajak seluruh jemaah, khususnya warga Muhammadiyah, untuk senantiasa mematuhi maklumat yang dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Maklumat ini mencakup penetapan awal Ramadan serta pentingnya penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Pengurus Takmir Masjid Balai Muhammadiyah Surakarta, Wiwid Hidayat, menjelaskan bahwa pelaksanaan Salat Tarawih perdana ini secara resmi menandai dimulainya bulan Ramadan 1447 Hijriah bagi seluruh warga Muhammadiyah. “Salat Tarawih perdana dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Februari 2026. Pelaksanaan ini menjadi penanda awal bulan Ramadan 1447 Hijriah, sesuai dengan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026,” ungkap Wiwid Hidayat. Beliau menambahkan bahwa pada pelaksanaan Tarawih perdana yang dipimpin oleh Ahmad Sukidi, tercatat hampir seratus jemaah hadir, dan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan tertib serta khusyuk dari awal hingga akhir.

Dalam kultumnya, Ahmad Sukidi juga secara khusus menekankan pentingnya persatuan umat Islam, salah satunya melalui penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal. “Maklumat tersebut terkait dengan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang merupakan salah satu wujud kemajuan Muhammadiyah dalam upaya menyatukan umat Islam,” ujar Ahmad Sukidi. Menurut beliau, KHGT diciptakan dengan tujuan mulia untuk menyatukan umat Islam di seluruh penjuru dunia dalam satu sistem kalender global. “Ini adalah sebuah ikhtiar besar menuju persatuan dan kesatuan Islam secara global, dan harapan kami, ibadah puasa di bulan Ramadan ini dapat semakin meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” pungkas beliau.

Semangat Ramadan dan Harapan Baru

Malam pertama Ramadan di Masjid Balai Muhammadiyah Solo tidak hanya diisi dengan ibadah salat, tetapi juga dengan lantunan doa dan ayat suci Al-Qur’an yang mengalun lembut. Suara-suara itu mengiringi awal bulan suci yang disambut dengan penuh rasa syukur dan harapan. Para jemaah meninggalkan masjid dengan wajah yang teduh dan hati yang lapang, membawa semangat ibadah yang baru untuk menjalani setiap detik di bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini.

Pelaksanaan Tarawih perdana ini menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah dalam menjaga tradisi ibadah sekaligus merangkul inovasi demi kemaslahatan umat. Dengan dimulainya Ramadan, diharapkan seluruh umat Islam dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas spiritual, mempererat tali silaturahmi, dan meraih ampunan serta rahmat dari Allah SWT. Kehadiran ratusan jemaah menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menyambut bulan yang penuh limpahan pahala ini.

Kesiapan Menghadapi Bulan Penuh Berkah

Masjid Balai Muhammadiyah Solo telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menyambut para jemaah selama bulan Ramadan. Selain pelaksanaan salat Tarawih, masjid ini juga akan menjadi pusat kegiatan keagamaan lainnya, seperti tadarus Al-Qur’an, ceramah agama, dan pengajian. Pengurus takmir telah berupaya memastikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh jemaah yang hadir.

Semangat kebersamaan dan kekhusyukan yang terpancar pada malam Tarawih perdana ini diharapkan dapat terus terjaga sepanjang bulan Ramadan. Ini menjadi pengingat bagi setiap individu Muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, memperbanyak amal ibadah, serta menebar kebaikan kepada sesama. Ramadan 1447 Hijriah di Solo dimulai dengan nuansa spiritual yang kental, memupuk harapan akan peningkatan kualitas iman dan takwa bagi seluruh umat.

Pos terkait