Kritik Tajam Bernardo Tavares terhadap Jadwal Piala Presiden 2026
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memberikan kritik tajam terhadap jadwal penyelenggaraan Piala Presiden 2026 yang dianggap tidak realistis dan terlalu mepet. Ia menilai jadwal tersebut berpotensi merugikan kondisi fisik pemain sekaligus membebani keuangan klub.
Tavares menyampaikan pendapatnya setelah menghadapi laga melawan Semen Padang FC, di mana Persebaya berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 7-0. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa jadwal turnamen yang diberikan oleh penyelenggara dinilai tidak ideal untuk para pemain maupun klub.
Masalah dengan Jadwal Turnamen
Piala Presiden 2026 direncanakan akan digelar mulai tanggal 28 Juni hingga 11 Juli 2026. Namun, Tavares mengungkapkan bahwa jadwal ini membuat pemain kehilangan waktu istirahat yang cukup setelah kompetisi resmi berakhir pada 23 Mei 2026.
“Masalahnya adalah jadwal Piala Presiden yang diberikan oleh penyelenggara kepada kami mengatakan bahwa dimulai pada 28 Juni, dan jika kami pergi ke final selesai pada 11 Juli,” ujarnya.
Menurut Tavares, jadwal tersebut juga menimbulkan pertanyaan besar tentang apa yang akan dilakukan tim selama masa jeda antara akhir Piala Presiden hingga kompetisi musim depan dimulai pada September 2026.
“Saya pikir itu tidak masuk akal. Bayangkan jika kami masuk ke final, kami akan menganggur dari sejak 11 Juli sampai 4 September (jadwal kompetisi musim depan). Apa yang akan kami lakukan di waktu luang sepanjang itu?” tegasnya.
Dampak Finansial bagi Klub
Selain masalah fisik, Tavares juga mengkritik dampak finansial dari jadwal yang disusun. Menurutnya, klub tetap harus membayar gaji pemain meski kompetisi resmi baru dimulai lagi pada September 2026.
“Dan bayangkan juga jika kami ternyata tidak lolos ke final pada 11 Juli. Bayangkan jika kami hanya bermain dua atau tiga pertandingan lalu tersingkir, misalnya pada 4 Juli,” jelas Tavares.
“Artinya, dari tanggal 4 Juli hingga 4 September ada jeda waktu dua bulan. Apa yang akan kami lakukan selama dua bulan itu?”
Permintaan untuk Peninjauan Ulang Jadwal
Tavares menegaskan bahwa Persebaya ingin menjadi bagian dari semua kompetisi yang tersedia. Namun, ia meminta penyelenggara untuk mempertimbangkan ulang jadwal agar lebih realistis dan tidak merugikan klub maupun pemain.
“Kami ingin menjadi bagian dari semua kompetisi yang tersedia karena Persebaya adalah tim yang hebat, salah satu yang terbaik di Indonesia, dan akan merayakan hari jadi yang ke-100 tahun depan,” ungkapnya.
“Namun, tolong coba ubah jadwalnya karena ini tidak masuk akal.”
Kesimpulan
Dari kritik yang disampaikan oleh Bernardo Tavares, terlihat bahwa jadwal Piala Presiden 2026 memerlukan penyesuaian agar lebih sesuai dengan kebutuhan klub dan pemain. Dengan jadwal yang terlalu padat, tidak hanya kondisi fisik pemain yang terancam, tetapi juga beban finansial klub bisa meningkat. Oleh karena itu, penting bagi penyelenggara untuk memperhatikan masukan dari pelatih dan manajemen klub agar turnamen dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.






