Persiapan Khidmat Menyambut Tahun Kuda Api: Klenteng Hok Tek Tjeng Sin Terangi Perayaan Imlek
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, yang jatuh pada hari Selasa, 17 Februari 2026, Klenteng Hok Tek Tjeng Sin di Tangerang telah rampung melakukan serangkaian persiapan mendalam untuk menyambut momen penting ini. Upaya ini mencakup pemasangan ratusan lampion dan puluhan lilin berukuran besar, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi menyambut tahun baru Imlek.
Salah seorang pengurus klenteng, Jacky Jap, menjelaskan bahwa pemasangan lampion dan lilin ini merupakan ritual tahunan yang memiliki makna spiritual mendalam. “Hari ini kami memasang lebih dari 100 lampion dan 30 lebih lilin berukuran besar menjelang Tahun Baru Imlek,” ujar Jacky. Persiapan ini tidak hanya terbatas pada dekorasi, tetapi juga mencakup penataan area sembahyang, pembersihan altar, patung dewa-dewi, serta pemasangan berbagai ornamen khas Imlek untuk menyambut umat Tri Dharma.
Lampion-lampion yang menghiasi gerbang masuk hingga pelataran dan bagian dalam klenteng melambangkan harapan akan datangnya rezeki, keberuntungan, dan kebahagiaan di tahun yang baru. Jacky menambahkan, “Lampion ini dipasang dari hasil sumbangan dana umat, selain memang ritual wajib setiap tahun dan memaknainya sebagai sebuah penerangan kehidupan.”
Makna Mendalam Tahun Kuda Api dan Ajaran Moral
Perayaan Imlek 2026 kali ini dimaknai dengan ungkapan rasa syukur atas kesehatan yang telah diberikan kepada umat keturunan Tionghoa yang beragama Konghucu. Lebih istimewa lagi, tahun 2026 ini merupakan Tahun Kuda Api, sebuah siklus yang hanya terjadi setiap 60 tahun sekali dalam kalender zodiak Tionghoa, terakhir kali muncul pada tahun 1906 dan 1966.
Shio Kuda Api membawa pesan penting bagi umat manusia untuk senantiasa menjaga ucapan dan perbuatan. Kedua aspek ini dianggap sebagai tolok ukur yang sangat krusial; jika tidak dipikirkan secara matang, ucapan dan perbuatan yang sembrono dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kesulitan.
“Kami mengucapkan puji dan syukur sebesar-besarnya karena Tahun Baru Imlek kali ini kita masih bisa melaksanakan ibadah kembali bersama keluarga,” tutur Jacky. Ia melanjutkan, “Bagi kami melihat Tahun Kuda Api ini harus bekerja secara cepat, maksimal, disiplin dan tidak boleh sembarangan, karena api akan mudah membara ketika segala ucapan perbuatan dipikirkan matang-matang.”
Tradisi Mudik Spiritual di Klenteng Tertua
Klenteng Hok Tek Tjeng Sin, yang dikenal sebagai klenteng tertua ketiga di Kota Tangerang, memiliki peran historis yang signifikan sebagai asal-usul terbentuknya komunitas Cina Benteng. Hal ini membuat klenteng ini menjadi tujuan ziarah spiritual bagi umat keturunan Tionghoa yang tersebar di berbagai penjuru Tanah Air.
Diperkirakan, lebih dari 1.000 umat dari berbagai daerah, mulai dari Jabodetabek hingga mereka yang merantau ke Kalimantan, akan berdatangan untuk melaksanakan ibadah di klenteng ini. Kedatangan umat diperkirakan berlangsung sejak sore hari hingga dini hari, baik secara berkelompok bersama keluarga maupun secara pribadi.
Setelah rangkaian ibadah mengucap syukur, tradisi umum yang dilakukan adalah mengunjungi rumah orang tua untuk memohon maaf serta meminta doa restu agar tahun baru yang dijalani berjalan lancar. Tradisi ini memperkuat ikatan keluarga dan spiritualitas dalam menyambut lembaran baru kehidupan.
Prosesi persiapan yang dilakukan oleh pengurus Klenteng Hok Tek Tjeng Sin menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga kelestarian tradisi dan memperkaya makna perayaan Imlek bagi umat. Pemasangan lampion dan lilin tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga sebagai simbol harapan, penerangan spiritual, dan pengingat akan nilai-nilai luhur yang harus dijaga dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru.





