THR Viral Wunut: Warga Klaten Raih Jutaan Rupiah

Desa Wunut Bagikan Tunjangan Hari Raya dari Pendapatan Wisata Lokal

Klaten, Jawa Tengah – Sebuah kebijakan unik yang menarik perhatian publik diterapkan di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Pemerintah desa setempat telah menginisiasi program pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh warganya yang terdaftar dalam Kartu Keluarga (KK). Program inovatif ini memungkinkan ribuan warga desa merasakan langsung manfaat dari pengelolaan sumber daya desa, bahkan sebagian keluarga berkesempatan menerima dana lebih dari satu juta rupiah.

Proses pembagian THR ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026, di Gedung Serbaguna Desa Wunut. Warga terlihat antusias datang secara bergantian untuk menerima bantuan tunai yang diserahkan langsung oleh perwakilan pemerintah desa. Secara umum, THR dikenal sebagai pemberian uang tambahan yang lazim diberikan menjelang hari raya keagamaan, seperti Idul Fitri. Di Indonesia, kewajiban pemberian THR biasanya dibebankan kepada perusahaan kepada karyawannya. Namun, di Desa Wunut, sumber dana bantuan ini justru berasal dari pemerintah desa yang memanfaatkan hasil pengelolaan objek wisata lokal. Fenomena ini sontak menjadi sorotan karena jumlah penerimanya mencapai ribuan orang dengan total alokasi anggaran yang signifikan, mencapai ratusan juta rupiah.

Ribuan Warga Nikmati Dana THR dari Pemerintah Desa

Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Wunut telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 585.250.000 untuk dibagikan kepada seluruh warga sebagai THR. Jumlah penerima program ini mencapai 2.341 jiwa, di mana setiap warga yang terdaftar dalam KK berhak menerima dana sebesar Rp 250.000 per orang.

Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistiya Setiawan, menjelaskan bahwa besaran THR yang dibagikan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. “Tahun kemarin kita memberikan per jiwa per orang Rp 200.000. Untuk tahun ini kita naikkan jadi Rp 250.000,” ungkapnya pada Kamis (5/3/2026).

Sistem pembagian yang unik ini memungkinkan satu keluarga untuk menerima jumlah dana yang cukup besar, terutama jika dalam satu KK terdaftar banyak anggota keluarga. Hal ini terbukti dari pengalaman beberapa warga yang berhasil membawa pulang uang lebih dari satu juta rupiah hanya dari program THR desa.

Sumber Pendapatan Desa: Keindahan Umbul Pelem

Menurut Kepala Desa Iwan Sulistiya Setiawan, sumber utama dana untuk pembagian THR ini berasal dari pendapatan objek wisata Umbul Pelem yang dikelola secara mandiri oleh pemerintah desa. Umbul Pelem sendiri merupakan destinasi wisata air yang memanfaatkan sumber mata air alami dan telah populer di kalangan masyarakat Klaten. Dalam bahasa Jawa, kata “umbul” merujuk pada sumber mata air alami yang kerap dimanfaatkan sebagai lokasi pemandian atau wisata air.

Objek wisata ini telah menjadi aset desa yang sangat berharga, mampu menghasilkan pendapatan yang besar setiap tahunnya. Pada tahun 2025, tercatat bahwa pendapatan dari Umbul Pelem mencapai Rp 5,1 miliar, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 4,7 miliar. “Untuk pendapatan tahun ini (2025) Umbul Pelem Rp 5,1 miliar. Dibandingkan tahun 2024 ada kenaikan sekitar Rp 400 juta. Jadi yang kita bagikan pendapatan tahun 2025,” jelas Iwan.

Peningkatan pendapatan yang stabil ini menjadi dasar bagi pemerintah desa untuk kembali menaikkan nominal THR bagi warganya. Tidak hanya jumlah uang yang bertambah, daftar penerima pun turut mengalami peningkatan. Jika pada tahun sebelumnya terdapat 2.289 jiwa penerima, maka pada tahun 2026 jumlahnya bertambah menjadi 2.341 jiwa. Angka ini mencerminkan perkembangan positif program pembagian THR desa yang terus berlanjut seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan pendapatan desa.

Warga Merasa Terbantu Jelang Hari Raya

Program pembagian THR dari pemerintah desa ini disambut dengan penuh antusiasme oleh masyarakat Desa Wunut. Banyak warga mengungkapkan rasa syukur dan terbantu karena dana tersebut dapat dialokasikan untuk berbagai kebutuhan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Salah satu warga penerima THR, Hesti Mulyani (35), mengaku sangat bersyukur atas jumlah dana yang diterima keluarganya. Dalam satu rumah tangga, terdapat lima anggota keluarga yang semuanya terdaftar dalam KK Desa Wunut. Dengan demikian, total THR yang ia terima mencapai Rp 1.250.000. “Alhamdulillah bisa buat beli baju baru lebaran buat anak-anak besok. Saya dapat Rp 1.250.000 karena di rumah ada lima orang,” ujarnya. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli kebutuhan pokok dan perlengkapan anak-anak menjelang hari raya. Bagi sebagian warga desa, bantuan ini memiliki makna yang sangat berarti, mampu meringankan beban pengeluaran keluarga di masa Lebaran.

Satu Kartu Keluarga Berpotensi Terima Lebih dari Satu Juta Rupiah

Besaran nominal THR yang diterima warga semakin terlihat jelas dari pengalaman Esti Mulyani (35). Ia mengungkapkan bahwa keluarganya menerima THR lebih dari satu juta rupiah, berkat adanya lima anggota keluarga yang terdaftar dalam satu KK. “Dapat Rp1.250.000, itu untuk 5 orang,” ungkapnya. Kelima anggota keluarga tersebut terdiri dari dirinya, sang suami, dan ketiga anak mereka. Ia pun berharap program ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. “Alhamdulillah, semoga Desa Wunut makin sukses. Mungkin tahun depan THR-nya bisa naik lagi, bisa tambah lagi,” harapnya.

Fleksibilitas Pengambilan THR untuk Kerabat

Pengalaman menarik juga datang dari warga lainnya, Wiyoto (62), yang berhasil mengambil THR hingga Rp 2 juta untuk beberapa anggota keluarganya. “Itu keluarga saya, keluarga anak pertama, sama keluarga anak kedua,” tuturnya. Ia menjelaskan bahwa kedua anaknya tidak dapat hadir langsung saat pembagian THR dikarenakan sedang bekerja di luar kota. “Kan sama-sama kerja. Yang satu di Semarang, yang satu di sini tapi kerja,” jelasnya.

Menariknya, meskipun anggota keluarga tersebut bekerja di luar kota, mereka tetap berhak menerima THR asalkan Kartu Keluarga mereka masih terdaftar di Desa Wunut. “Nanti kalau Lebaran kan pulang, baru dikasihkan,” paparnya. Wiyoto telah merencanakan penggunaan dana tersebut untuk keperluan Lebaran dan persiapan lainnya. “Ya untuk Lebaran, untuk beli-beli persiapan Lebaran. Nanti kan dikasihkan ibunya,” pungkasnya.

Ajakan untuk Menjaga Aset Wisata Desa

Melihat dampak positif yang begitu besar dari pengelolaan wisata desa, Kepala Desa Wunut mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga keberadaan Umbul Pelem. Menurutnya, sumber daya alam yang dimiliki desa merupakan aset berharga yang akan terus memberikan manfaat bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik. “Kita punya wisata, punya sumber daya alam ini bagaimana kita bersama-sama dengan warga tetap menjaga Umbul Pelem sehingga bisa bermanfaat, bisa mensejahterakan masyarakat desa,” serunya.

Pengelolaan wisata yang efektif dinilai mampu mewujudkan kemandirian ekonomi desa, di mana desa mampu menghasilkan pendapatan sendiri tanpa harus sepenuhnya bergantung pada bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah.

Target Pendapatan Desa Rp 10 Miliar di Tahun 2026

Pemerintah Desa Wunut tidak berhenti pada pencapaian saat ini, melainkan memiliki target yang lebih ambisius untuk meningkatkan pendapatan desa pada tahun 2026. Melalui berbagai inovasi dan pengembangan objek wisata baru, Pemdes Wunut menargetkan pendapatan sebesar Rp 10 miliar. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pembukaan objek wisata baru bernama Umbul Gede. Wisata air yang baru dibuka untuk umum pada 10 Desember 2025 ini diharapkan dapat melengkapi popularitas Umbul Pelem yang telah ada sebelumnya. “Karena banyak sekali wisata jadi kita bagaimana berinovasi, bagaimana pelayanan kita kepada pengunjung lebih baik. Kita penginnya pendapatan sampai Rp 10 miliar dengan adanya Umbul Gede ini,” ujar Iwan.

Hingga 1 Maret 2026, pendapatan desa dari sektor pariwisata telah mencapai sekitar Rp 900 juta. Angka ini dinilai cukup baik, mengingat aktivitas wisata sempat mengalami penurunan pada bulan Februari akibat memasuki awal bulan puasa.

Pengembangan Wisata Terus Berlanjut

Saat ini, fokus pengembangan wisata Desa Wunut diarahkan pada Umbul Gede yang masih memiliki potensi perluasan area yang signifikan. Pemerintah desa berencana untuk menambahkan berbagai fasilitas wisata guna menarik lebih banyak pengunjung. Menurut Iwan, lahan yang tersedia untuk pengembangan wisata tersebut cukup luas. “Umbul Gede masih berkembang terus. Karena lahan yang akan kita kembangkan sekitar 900 meter persegi sampai 1 hektar,” jelasnya.

Dengan rencana pengembangan tersebut, Pemdes Wunut sangat berharap jumlah wisatawan terus meningkat, yang pada gilirannya akan mendongkrak pendapatan desa. Keberhasilan Desa Wunut dalam mengelola wisata air ini menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pendapatan yang dihasilkan dari sektor pariwisata tidak hanya dialokasikan untuk pembangunan desa, tetapi juga dikembalikan langsung kepada masyarakat dalam bentuk program kesejahteraan seperti pembagian THR. Inisiatif ini membuktikan bahwa pengelolaan sumber daya alam yang baik dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Pos terkait