Tifatul Sembiring: Kesejahteraan Rakyat, PR Kita Bersama

Kesejahteraan Rakyat: Tantangan Besar Bangsa dan Pentingnya Pengamalan Pancasila

Mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang sangat besar. Hal ini ditekankan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ir. H. Tifatul Sembiring, dalam sebuah agenda Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang berlangsung di Kabupaten Deli Serdang. Acara yang dihadiri oleh para tokoh agama dan perwakilan generasi muda ini menjadi forum penting untuk membahas berbagai isu krusial yang dihadapi bangsa.

Dalam paparannya, Tifatul Sembiring menyoroti adanya ketimpangan sosial yang masih terasa signifikan di tengah masyarakat, meskipun data makro ekonomi menunjukkan adanya perbaikan. Ia merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025 yang mencatat penurunan angka pengangguran. Meskipun terjadi penurunan sebanyak 109.000 orang sehingga total pengangguran menjadi 7,35 juta jiwa, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 4,74 persen, Tifatul mengingatkan bahwa angka tersebut masih sangatlah besar.

“Kita patut mengapresiasi adanya penurunan jumlah pengangguran tersebut. Namun, di sisi lain, masih ada 7,3 juta orang yang belum mendapatkan pekerjaan. Ini adalah angka yang sangat besar. Jika seseorang belum memiliki pekerjaan, sudah pasti mereka belum mencapai taraf kesejahteraan yang layak,” ujar Tifatul dengan nada tegas.

Mengingat Kembali Esensi Keadilan Sosial

Tifatul Sembiring mengingatkan kembali makna mendalam dari Sila Kelima Pancasila, yaitu “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Menurutnya, amanat konstitusi ini menggarisbawahi bahwa kesejahteraan harus dirasakan secara kolektif oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya terkonsentrasi pada segelintir kelompok tertentu. Keadilan sosial berarti memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kehidupan yang layak dan sejahtera.

Lebih lanjut, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini menghubungkan isu kemiskinan dengan berbagai persoalan sosial lainnya yang seringkali muncul secara bersamaan. Ia mencontohkan bagaimana tingginya angka putus sekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan maraknya tindak kriminalitas dapat menjadi indikator adanya masalah kesejahteraan yang belum terselesaikan.

“Kesejahteraan rakyat adalah tanggung jawab kolektif kita bersama. Jika elemen eksekutif, legislatif, dan yudikatif benar-benar menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Sila Kelima Pancasila dalam setiap kebijakan dan tindakan mereka, maka keadilan sosial yang kita dambakan bersama pasti akan terwujud,” imbuhnya, menekankan pentingnya sinergi antar lembaga negara.

Edukasi Empat Pilar MPR RI: Fondasi Negara

Selain mendalami isu ekonomi dan kesejahteraan, Tifatul Sembiring juga memaparkan poin-poin krusial dari Empat Pilar MPR RI. Pilar-pilar ini merupakan fondasi fundamental bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, yang meliputi:

  • Pancasila sebagai Dasar Negara: Menjelaskan peran Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara yang memandu seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi: Menguraikan UUD 1945 sebagai hukum tertinggi yang mengatur struktur pemerintahan, hak dan kewajiban warga negara, serta landasan legalitas berbagai peraturan.
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Bentuk Negara: Menegaskan kembali pentingnya menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI sebagai bentuk negara yang telah dipilih.
  • Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara: Menekankan arti penting persatuan dalam keragaman, di mana perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan menjadi kekuatan bangsa.

Solidaritas untuk Palestina

Di sela-sela agenda sosialisasi Empat Pilar, Tifatul Sembiring tidak lupa mengajak seluruh hadirin untuk tetap peduli dan tidak melupakan penderitaan rakyat Palestina yang masih berjuang untuk kemerdekaan. Ia mendorong masyarakat Indonesia untuk memberikan dukungan nyata kepada saudara-saudara mereka di Palestina.

Bentuk dukungan tersebut dapat beragam, mulai dari bantuan materiil seperti donasi dana dan logistik, hingga dukungan moral dan spiritual melalui doa. Solidaritas ini mencerminkan nilai kemanusiaan dan persaudaraan yang tertanam kuat dalam budaya bangsa Indonesia.

Acara sosialisasi ini mendapatkan respons yang sangat positif dari para peserta. Salah seorang pemuda setempat mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan. “Kegiatan ini benar-benar memperdalam wawasan saya mengenai ketatanegaraan dan fondasi negara kita. Mendapatkan penjelasan langsung dari perwakilan di DPR RI seperti Bapak Tifatul Sembiring membuat pemahaman saya menjadi lebih utuh dan jelas,” ungkapnya, menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap isu-isu kebangsaan.

Pos terkait