Tragedi Maut: 3 Remaja Tewas Tertabrak KA Usai Futsal, KAI Ingatkan Bahaya Rel

Tragedi di Jalur Kereta Api Padang: Tiga Remaja Tertabrak Kereta Api

Sebuah insiden tragis terjadi di kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu malam, 7 Maret 2026. Tiga orang remaja dilaporkan tertabrak oleh kereta api yang melintas di jalur rel antara Stasiun Padang dan Stasiun Tabing. Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB ini, tak lama setelah waktu berbuka puasa, menimbulkan keprihatinan mendalam dan kembali mengingatkan pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat telah menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut. Pihak KAI juga secara tegas mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di area jalur kereta api, yang merupakan kawasan terlarang bagi publik.

Penjelasan Mengenai Ruang Manfaat Jalur Kereta Api

Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa lokasi kejadian, yakni di KM 15+400, merupakan bagian dari Ruang Manfaat Jalur Kereta Api (Rumaja) dan Ruang Milik Jalur Kereta Api (Rumija). Area ini secara eksklusif diperuntukkan bagi operasional kereta api dan tidak boleh digunakan untuk kegiatan lain oleh masyarakat umum.

Ketentuan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Undang-undang tersebut secara tegas melarang setiap orang untuk berada di jalur rel atau menggunakan jalur tersebut untuk kepentingan di luar operasional kereta api.

  • Larangan yang Berlaku:
    • Dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api.
    • Dilarang menyeret atau memindahkan barang di atas rel.
    • Dilarang menggunakan jalur rel untuk aktivitas lain selain operasional kereta api.

Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada sanksi pidana, yang meliputi hukuman penjara maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp15 juta. PT KAI Divre II Sumbar kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas seperti duduk, bermain, berjualan, menjemur barang, atau kegiatan lain yang berpotensi membahayakan keselamatan di sekitar jalur rel.

Kronologi Kejadian: Peringatan Masinis yang Tak Diindahkan

Insiden ini melibatkan Kereta Api (KA) B56A Lembah Anai dengan relasi Padang–Kayu Tanam. Berdasarkan informasi dari PT KAI Divre II Sumatera Barat, masinis kereta api tersebut telah melihat beberapa orang duduk di jalur rel sebelum kejadian.

Menyadari adanya potensi bahaya, masinis segera membunyikan semboyan 35 atau klakson peringatan berulang kali sebagai upaya untuk meminta mereka segera menjauh dari jalur kereta api. Namun, peringatan vital ini tidak diindahkan oleh para remaja tersebut, sehingga kecelakaan tragis tidak dapat dihindari.

“Masinis sudah membunyikan klakson berkali-kali sebagai tanda peringatan. Namun yang bersangkutan tidak segera menjauh dari jalur rel,” ujar Reza Shahab.

Menurut keterangan saksi di lokasi, insiden ini terjadi ketika tiga sepeda motor berhenti di dekat jalan raya, tidak jauh dari rel kereta api. Para remaja tersebut diketahui baru saja selesai bermain futsal dan berhenti di area tersebut sambil menunggu teman-teman mereka yang lain.

Beberapa dari remaja tersebut terlihat duduk di atas rel, sementara pengendara sepeda motor menunggu di kendaraan yang diparkir di pinggir jalan. Pada saat yang bersamaan, KA B56A Lembah Anai melintas dari arah Padang menuju Stasiun Tabing. Meskipun suara klakson kereta sudah terdengar jelas, para remaja tersebut tidak segera berpindah dari jalur rel hingga akhirnya tertabrak.

Kesaksian Warga: Suasana Pasca Kejadian

Peristiwa ini terjadi di sekitar rel kereta api yang berlokasi tidak jauh dari simpang masuk menuju SMP Negeri 13 Padang. Salah seorang warga setempat, Ita, membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB, tak lama setelah umat muslim selesai berbuka puasa. “Iya benar, tadi ada kecelakaan di seberang warung saya ini, kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB, setelah orang selesai berbuka puasa,” kata Ita.

Meskipun tidak menyaksikan langsung awal mula kejadian karena berada di dalam warung, Ita mendengar teriakan warga dari arah rel kereta api. Setelah keluar, ia mendapati banyak orang sudah berkumpul di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Ita dari warga sekitar, kecelakaan ini diduga berawal dari sekelompok remaja yang baru selesai bermain futsal. Mereka kemudian berhenti di dekat rel kereta api untuk menunggu teman-teman mereka. Sebagian dari mereka duduk di atas rel, sementara yang lain menunggu di atas sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan.

Tanpa disadari, kereta api yang melayani rute menuju Bandara Internasional Minangkabau melintas dari arah Khatib Sulaiman menuju Lubuk Buaya. “Katanya mereka sedang duduk-duduk di rel sambil menunggu temannya. Tiba-tiba kereta dari arah Khatib datang,” jelas Ita.

Diduga kuat, para remaja tersebut tidak menyadari kedatangan kereta api, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Ita menambahkan bahwa setidaknya tiga remaja dilaporkan menjadi korban dalam insiden ini, dengan kondisi yang digambarkan cukup parah.

Setelah kejadian, warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membantu mengevakuasi para korban. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil warga yang kebetulan melintas. “Tadi langsung dibawa warga ke rumah sakit. Katanya ke RS Hermina di Khatib Sulaiman,” ujarnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai kronologi lengkap kejadian serta kondisi terkini para korban. Upaya konfirmasi lebih lanjut kepada pihak kepolisian dan instansi terkait terus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai insiden tragis ini.

Pos terkait