Tragedi Subuh Tol Cipali: Kesaksian Mencekam Penumpang Bus Banten

Kecelakaan Maut di Tol Cipali: Bus Pariwisata Tabrak Truk, Sopir Tewas, Puluhan Penumpang Luka

Subang – Dini hari yang seharusnya tenang di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) berubah mencekam pada Senin, 16 Februari 2026, pukul 04.00 WIB. Sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan wisata dari Cilegon, Banten, menuju Ciater, Subang, mengalami kecelakaan tragis di KM 78A, jalur Jakarta menuju Cirebon. Bus bernomor polisi A 7709 B ini diduga kuat menabrak bagian belakang sebuah truk yang melaju searah di depannya, sebelum akhirnya oleng dan menghantam pembatas jalan.

Suasana gelap di dalam kabin bus seketika berubah menjadi lautan kepanikan dan histeria. Penumpang yang sedang terlelap atau dalam keadaan sadar, tiba-tiba diguncang hebat oleh benturan yang tak terduga.

Kesaksian Penumpang: Detik-detik Maut di Tengah Kegelapan

Eti Yanti (37), salah seorang penumpang yang duduk di sisi kanan bus, menceritakan detik-detik mengerikan yang nyaris merenggut nyawanya. Tanpa firasat apa pun, ia merasakan guncangan dahsyat yang melemparkannya ke arah jok di depannya.

“Enggak tahu apa-apa, tahu-tahu sudah nabrak saja. Darah sudah keluar,” ujar Eti dengan raut wajah yang masih diselimuti trauma, saat ditemui di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Abdul Radjak, Purwakarta, pada Senin pagi.

Menurut pengamatan Eti, bus yang dikemudikannya tiba-tiba kehilangan kendali dan oleng ke arah kiri. Guncangan tersebut begitu kuat hingga membuat para penumpang terlempar dan berteriak histeris.

“Busnya oleng ke kiri, nabrak pembatas jalan. Di dalam semua teriak-teriak, pada nyebut (asma Allah) dan istigfar,” kenang Eti, menggambarkan suasana mencekam di tengah kegelapan kabin bus pada pukul 04.00 WIB itu. Suara benturan keras yang terjadi nyaris tidak terdengar di antara jeritan ketakutan para penumpang.

Kronologi Kejadian: Tabrak Belakang Truk yang Kabur

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Purwakarta, AKP Enggar Jati Nugroho, memberikan penjelasan mengenai kronologi kecelakaan yang terjadi di wilayah Kecamatan Campaka tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal, diduga kuat bus pariwisata tersebut menabrak bagian belakang sebuah truk yang melaju di depannya.

“Setelah menabrak (truk), bus terpental ke kiri dan membentur pembatas jalan. Truk yang terlibat sementara melarikan diri dan masih dalam pengejaran kami,” jelas AKP Enggar.

Dampak benturan yang keras ini menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan bus. Tragisnya, sopir bus dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka-luka serius yang dideritanya.

Korban dan Upaya Penanganan

Total penumpang yang berada di dalam bus pariwisata tersebut adalah 65 orang. Dari jumlah tersebut, tercatat 28 orang mengalami luka-luka. Mayoritas luka yang diderita adalah luka sobek dan memar akibat terbentur benda tumpul di dalam kabin bus yang bergoncang hebat.

Ruang IGD RS Abdul Radjak tampak dipenuhi oleh para korban yang sedang mendapatkan penanganan medis intensif dari tim dokter dan perawat. Petugas kepolisian bekerja sama dengan pihak rumah sakit untuk memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan yang layak.

Pihak kepolisian juga memastikan bahwa penumpang yang kondisinya sudah stabil dan tidak memerlukan perawatan lebih lanjut akan segera dipulangkan.

“Para penumpang akan dipulangkan setelah kondisi kesehatan memungkinkan, dengan penjemputan oleh pihak keluarga dari Banten,” tutup AKP Enggar, memberikan kepastian bagi para penumpang dan keluarga mereka. Upaya pencarian terhadap truk yang terlibat dalam kecelakaan ini masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian.

Pos terkait