Transjakarta Ubah Rute Akibat Banjir dan Separator Rusak: Ini Daftarnya

Layanan Transjakarta Terdampak Genangan, Sejumlah Rute Dialihkan dan Halte Nonaktif

Jakarta – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta pada Minggu (8/3) meninggalkan dampak signifikan bagi operasional transportasi publik. Keesokan harinya, Senin (9/3) pagi, sejumlah layanan Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta mengalami penyesuaian operasional akibat genangan air yang belum surut di beberapa titik. Kondisi ini memaksa pengalihan rute dan penonaktifan sementara beberapa halte demi menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa penyesuaian operasional ini merupakan langkah antisipatif untuk melindungi pelanggan dari potensi bahaya di jalur yang belum sepenuhnya pulih.

“Sehubungan dengan dampak curah hujan tinggi yang menyisakan genangan serta kendala teknis di beberapa titik jalur, Transjakarta melakukan penyesuaian operasional di jam sibuk Senin pagi demi keamanan dan kenyamanan bersama,” ujar Ayu dalam sebuah pernyataan resmi.

Penyesuaian operasional ini meliputi beberapa rute BRT utama yang mengalami pengalihan jalur. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan bus dan penumpang saat melintasi area yang terdampak genangan maupun kerusakan infrastruktur pendukung jalur busway.

Rute BRT yang Mengalami Pengalihan Jalur:

  • Rute 2A Pulogadung 1–Rawa Buaya: Meskipun genangan air mulai menunjukkan tanda-tanda surut, rute ini tetap dialihkan. Kendala utama bukan hanya genangan, melainkan banyaknya separator jalur busway yang berantakan, sehingga bus belum dapat menjangkau beberapa halte secara aman. Kondisi ini mengharuskan bus mencari jalur alternatif untuk menghindari area yang tidak aman.

  • Rute 3 Kalideres–Monas: Sama seperti rute 2A, rute ini juga mengalami pengalihan jalur akibat kondisi separator di jalur busway yang berantakan. Kerusakan infrastruktur ini menimbulkan potensi bahaya bagi operasional bus dan keamanan penumpang, sehingga penyesuaian rute menjadi keharusan.

  • Rute 3F Kalideres–Gelora Bung Karno: Rute ini juga terdampak oleh kendala infrastruktur serupa pada jalur lintasannya. Kerusakan separator dan potensi genangan membuat operasional normal tidak memungkinkan, sehingga pengalihan rute diberlakukan untuk menjaga kelancaran dan keselamatan.

Halte yang Sementara Tidak Melayani Penumpang:

Selain pengalihan rute, beberapa halte juga terpaksa dinonaktifkan sementara untuk kedua arah. Keputusan ini diambil untuk mencegah penumpang menunggu di area yang berpotensi tergenang atau tidak aman.

  • Halte Taman Kota
  • Halte Jembatan Gantung
  • Halte Pulo Nangka
  • Halte Jembatan Baru

Penyesuaian pada Layanan Non-BRT dan Integrasi:

Dampak genangan tidak hanya terbatas pada layanan BRT. Layanan non-BRT dan rute integrasi juga mengalami penyesuaian.

  • Rute 3E Sentraland Cengkareng–Puri Kembangan: Rute ini untuk sementara diperpendek menjadi hanya melayani segmen Sentraland–Jembatan Baru. Penyebabnya adalah genangan air yang cukup tinggi, diperkirakan mencapai sekitar 50 cm, di Simpang Kembangan arah Sentraland. Ketinggian air ini membuat lintasan tidak aman untuk dilalui bus.

  • Layanan Mikrotrans Rute JAK.50 Kalideres–Puri Kembangan: Layanan Mikrotrans ini dihentikan sementara operasinya. Genangan air melanda sejumlah ruas jalan yang menjadi bagian dari rute ini, termasuk Jalan Raya Kresek, Jalan Palapa, Traffic Light (TL) Simpang Puri Kembangan, area Pasar Laris, hingga Jalan Bojong Raya. Tingkat genangan yang cukup luas dan dalam di area-area tersebut membuat operasional Mikrotrans tidak dapat dilanjutkan.

Upaya Normalisasi dan Imbauan kepada Pelanggan:

Pihak Transjakarta secara intensif terus berupaya melakukan percepatan normalisasi layanan. Tim di lapangan bekerja keras untuk membersihkan genangan, memperbaiki infrastruktur yang rusak, dan memastikan semua jalur kembali aman untuk operasional bus.

“Transjakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan yang dialami oleh para pelanggan akibat penyesuaian ini. Tim di lapangan terus berupaya melakukan percepatan agar jalur dapat segera kembali normal,” tegas Ayu.

Transjakarta juga mengimbau seluruh pelanggan untuk senantiasa berhati-hati saat melakukan perjalanan dan tetap memperbarui informasi terkini mengenai rute dan operasional layanan. Informasi tersebut dapat diakses melalui aplikasi resmi TJ: Transjakarta atau melalui kanal media sosial resmi Transjakarta. Dengan demikian, pelanggan dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik dan menghindari area yang terdampak.

Pos terkait