Truk Gas Terbakar, Sopir Selamat di Sukabumi

Truk Pengangkut Tabung Gas LPG 3 Kg Terbakar Hebat di Sukabumi, Sopir dan Kernet Selamat

Sebuah insiden kebakaran yang dramatis terjadi di Jalan Raya Nasional III, Kampung Cibarengkok, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sebuah truk bernomor polisi F 8597 QL yang sarat muatan tabung gas LPG 3 kilogram dilaporkan terbakar hebat pada Kamis sore, 26 Maret 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.

Meskipun api berkobar dahsyat dan melalap ratusan tabung gas serta membakar habis truk, keberuntungan menyertai. Sopir dan kernet truk berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api yang mematikan tersebut.

Detik-Detik Menegangkan Menuju Musibah

Kesaksian dari warga setempat, Denden (58), memberikan gambaran mengerikan tentang awal mula kejadian. Ia mengaku melihat api pertama kali menjilat dari salah satu tabung gas yang diangkut truk. Sebelum api membesar, terdengar suara desisan yang mengindikasikan adanya kebocoran pada tabung gas.

“Pas ada asap langsung sopir itu keluar, mungkin mau (padamkan) api tersebut, gak lama langsung api (gede),” ujar Denden menceritakan momen mencekam tersebut.

Menyadari potensi bahaya yang mengancam, Denden segera berteriak memperingatkan sopir dan kernet untuk menjauh dari truk yang mulai dilalap api. “Ya sopir sempat keluar, mungkin mau ngambil pertolongan. Asalnya mau memadamkan, kata saya jangan, takut,” tambahnya.

Teriakan Denden terbukti menyelamatkan nyawa kedua awak truk. Tak lama setelah mereka menjauh, api seketika membesar dengan cepat, meludeskan ratusan tabung gas LPG 3 kilogram yang menjadi muatan truk, dan akhirnya membakar seluruh badan kendaraan.

Kepanikan Warga dan Kelumpuhan Lalu Lintas

Kebakaran yang terjadi di jalur nasional ini sontak menimbulkan kepanikan di antara pengendara dan warga sekitar. Kobaran api yang membumbung tinggi membuat arus lalu lintas di Jalan Raya Nasional III Palabuhanratu – Cibadak lumpuh total.

“Ya pas kebakar itu langsung macet, kan api udah besar, pada gak berani lewat,” tutur Denden menggambarkan situasi yang terjadi.

Warga lain, Sumarno (57), yang saat itu berada di dekat lokasi, juga mendengar suara “ces” yang khas dari kebocoran gas. Ia menduga api sudah mulai muncul dalam skala kecil sebelum akhirnya membesar secara drastis.

“Bukan tiba-tiba, saya juga katanya-katanya dari sana itu udah ada api kecil, saya masih di dalam, cuma suara bocor gitu ya ces (suara bocor gas),” ungkap Sumarno.

Upaya Pemadaman yang Menantang

Pihak pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sukabumi segera merespons laporan kejadian tersebut. Kepala Bidang Pemadam Damkar Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, menyatakan bahwa pihaknya menerima informasi kebakaran sekitar pukul 17.11 WIB pada hari yang sama.

Tim pemadam langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan tiba di lokasi sekitar 10 menit kemudian. Namun, upaya pemadaman api ternyata tidak mudah. Mengingat objek yang terbakar adalah gas yang mengandung minyak, penggunaan air konvensional terbukti kurang efektif.

“Kita mencoba untuk memadamkan api, ternyata memang kami pake liquit sejenis bom karena memang yang terbakar adalah gas mengandung minyak,” jelas Erwin mengenai metode pemadaman yang digunakan.

Akhirnya, api berhasil dijinakkan dengan menggunakan cairan pemadam khusus, yang diibaratkan seperti bom pemadam api (fire extinguisher bomb).

Kerugian Materiil dan Kondisi Akhir

Meskipun nyawa terselamatkan, kerugian materiil dalam peristiwa ini sangat signifikan. Truk yang terbakar hanya menyisakan rangka yang menghitam. Ratusan tabung gas LPG 3 kilogram yang diangkut pun ludes terbakar, meninggalkan puing-puing gosong.

Informasi awal yang diterima pihak Damkar menyebutkan bahwa sebelum api membesar, seorang pengendara sepeda motor sempat mengingatkan sopir truk mengenai adanya api yang muncul di bagian belakang kendaraan. Hal ini menguatkan dugaan bahwa kebakaran bermula dari kebocoran tabung gas yang kemudian memicu gesekan dan akhirnya kobaran api.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam pengangkutan bahan berbahaya, serta pentingnya respons cepat dan tepat dalam penanganan insiden kebakaran.

Pos terkait