Tujuh Dai Tangguh Sumsel Siap Syiar Islam Pedalaman Empat Lawang

Misi Dakwah ke Pelosok: Kemenag Sumsel Perkuat Syiar Agama di Wilayah 3T Empat Lawang

Semangat menebar kebaikan dan memperdalam pemahaman agama tidak mengenal batas geografis. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya untuk menyebarkan syiar agama hingga ke penjuru negeri yang paling sulit dijangkau. Pada Rabu, 18 Februari 2026, suasana khidmat mewarnai pelepasan tujuh orang dai yang akan mengemban tugas mulia di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Tahun ini, Kabupaten Empat Lawang menjadi titik fokus utama bagi para pendakwah ini.

Ini bukan kali pertama Kanwil Kemenag Sumsel menjalankan program pengiriman dai ke daerah pelosok. Ini merupakan tahun ketiga berturut-turut Sumatera Selatan konsisten mengirimkan utusannya untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil. Setelah berhasil melaksanakan program serupa di Musi Rawas Utara pada tahun 2024 dan Musi Rawas pada tahun 2025, kini giliran warga di dua kecamatan di Kabupaten Empat Lawang, yaitu Kecamatan Muara Pinang dan Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), yang akan mendapatkan sentuhan dakwah.

Seleksi Ketat untuk Dai Berkualitas

Menjadi seorang dai di wilayah 3T bukanlah tugas yang mudah. Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, menekankan bahwa para dai yang terpilih telah melalui proses seleksi yang sangat ketat. Penilaian tidak hanya berfokus pada kedalaman penguasaan ilmu agama, tetapi juga pada ketangguhan fisik dan mental para calon dai.

“Mereka telah dipersiapkan secara lahir dan batin. Kami membekali mereka dengan mental yang kuat agar mampu menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas yang mungkin ada di lapangan. Selain itu, kemampuan komunikasi sosial mereka juga diasah agar pesan-pesan keagamaan dapat tersampaikan dengan sejuk dan diterima dengan baik oleh masyarakat setempat,” jelas Syafitri.

Program Nasional yang Diminati dan Dukungan Penuh

Program pengiriman dai ke wilayah 3T ini ternyata merupakan inisiatif berskala nasional yang mendapatkan sambutan luar biasa. Angga Marzuki dari Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag RI mencatat bahwa jumlah dai yang dikirim secara nasional pada tahun ini mencapai angka 2.199 orang. Angka ini melampaui target awal yang ditetapkan, yaitu sebanyak 1.500 orang, menunjukkan tingginya animo dan kesadaran akan pentingnya program ini.

Langkah mulia para dai ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Salah satunya adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Selatan. Ketua Baznas Sumsel, Darami, secara langsung menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan dukungan operasional.

“Kami telah menyiapkan bantuan operasional sebesar Rp6 juta untuk setiap dai yang bertugas. Ini adalah bentuk dukungan nyata dari Baznas dalam misi dakwah yang sangat penting ini,” ujar Darami. Ia menambahkan, “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan dukungan ini di masa mendatang. Baznas siap bersinergi sepenuhnya dengan Kemenag untuk memastikan program-program keagamaan seperti ini dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.”

Para Dai Pejuang Kebaikan di Empat Lawang

Berikut adalah daftar nama para dai yang akan mengemban amanah untuk membawa misi kedamaian dan moderasi beragama di wilayah pelosok Empat Lawang:

  • Wahyu Aslam, S.Ag
  • Fredy Suhendra, M.Pd
  • Mohammad Mudrikun Ni’am
  • Romi Padli, M.E
  • Eko Heru Apriono, S.Ud
  • Ade Rifani Ardian, M.Pd
  • Ustadz Ihwanul Muadib (Ditunjuk sebagai Koordinator Pusat untuk wilayah tugas ini)

Para dai ini diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengajar agama semata. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan sosial di tengah masyarakat, serta menjadi pembawa kesejukan dan pencerahan di Kecamatan Paiker dan Muara Pinang. Keberangkatan mereka menandai harapan baru bagi kemajuan spiritual dan sosial masyarakat di wilayah terpencil tersebut. Selamat bertugas, para pejuang dakwah!

Pos terkait