Dalam usia yang masih terbilang muda, 35 tahun, dunia musik Tanah Air kembali berduka dengan berpulangnya salah satu talenta terbaiknya, Vidi Aldiano. Sang pelantun lagu “Nuansa Bening” ini mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah berjuang gigih melawan kanker ginjal selama kurang lebih enam tahun. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan lubang besar dalam industri hiburan Indonesia dan menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, rekan sesama musisi, serta jutaan penggemarnya.
Kabar duka ini dengan cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial, dibanjiri ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Rekan-rekan artis dan para penggemar tak henti-hentinya menyampaikan rasa kehilangan mereka atas kepergian Vidi yang dianggap sebagai sosok inspiratif.
Penyanyi dan pencipta lagu ternama, Melly Goeslaw, tak ketinggalan untuk menyampaikan dukacita. Melalui akun media sosialnya, Melly mengungkapkan bahwa kepergian Vidi di bulan suci Ramadan merupakan sebuah momen yang penuh makna.
Innalillahi wainailaihi rojiun. Selamat jalan @vidialdiano. Kembali ke pangkuan Allah SWT di bulan suci Ramadan,
Tulis Melly dalam unggahan Instagramnya, menyiratkan sebuah akhir yang khusyuk bagi seorang hamba. Komposer kenamaan, Andi Rianto, juga turut mengirimkan pesan singkat yang penuh haru, “Selamat jalan Vidi Aldiano.”
Perjalanan Perjuangan Melawan Kanker
Kisah perjuangan Vidi Aldiano melawan kanker ginjal dimulai pada Desember 2019. Saat itu, ia pertama kali didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium tiga. Awalnya, Vidi memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter karena merasakan adanya perubahan pada suaranya yang mendadak menghilang.
Namun, dalam pemeriksaan rutin tersebut, dokter menemukan adanya tekanan darah tinggi yang tidak biasa pada diri Vidi. Kondisi ini terasa janggal mengingat riwayat keluarganya yang tidak memiliki riwayat hipertensi. Merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuhnya, Vidi memutuskan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan. Ia pun bertolak ke Singapura untuk melakukan tes kesehatan tambahan, termasuk pemeriksaan USG.
Dari pemeriksaan mendalam tersebut, ditemukan sebuah benjolan berukuran sekitar lima sentimeter di ginjal kirinya. Benjolan tersebut dicurigai sebagai tumor, sehingga mengharuskan Vidi menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan yang intensif, Vidi akhirnya divonis mengidap kanker ginjal. Keputusan berat pun harus diambil, yaitu menjalani operasi pengangkatan ginjal yang dilaksanakan di Singapura pada 13 Desember 2019.
Sejak menjalani operasi tersebut, Vidi harus beradaptasi dengan kehidupan barunya, hidup hanya dengan satu ginjal. Meskipun demikian, ia menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa, berusaha menjalani hidup dengan pikiran yang positif dan semangat yang membara.
Perkembangan Kondisi dan Tetap Berkarya
Pada September 2023, Vidi kembali membagikan perkembangan kondisi kesehatannya kepada publik. Ia mengungkapkan bahwa kanker yang dideritanya telah menyebar ke beberapa bagian tubuhnya. Kondisi ini mengharuskannya untuk menjalani pengobatan secara rutin. Diketahui, ia harus mendatangi rumah sakit setiap tiga minggu sekali untuk menjalani terapi.
Memasuki tahun 2025, Vidi sempat mengungkapkan bahwa dirinya mulai mempertimbangkan untuk menghentikan kemoterapi. Ia mengaku mulai merasa kelelahan secara mental setelah bertahun-tahun menjalani pengobatan yang tiada henti. Efek samping dari pengobatan tersebut juga mulai memengaruhi kondisi fisiknya. Ia sempat mengalami penurunan berat badan yang drastis, dan tubuhnya lebih sering merasa lelah.
Pada September 2025, Vidi juga berbagi pengalaman mengenai perubahan warna kulitnya yang diakibatkan oleh obat kemoterapi. Ia menyebutkan bahwa kulitnya tampak lebih pucat sebagai efek dari pengobatan yang dijalaninya.
Meskipun dihadapkan pada kondisi kesehatan yang sangat berat, semangat Vidi Aldiano untuk berkarya di dunia musik tidak pernah padam. Ia tetap aktif menciptakan dan merilis karya-karya musik. Salah satu bukti keteguhannya adalah perilisan lagu berjudul “w u at?” pada Oktober 2023. Selain itu, ia juga merilis mini album bertajuk “Love For U”. Karya-karya ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan musiknya, yang tetap berjalan di tengah perjuangan melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
Latar Belakang dan Jejak Karier
Oxavia Aldiano, nama lengkap Vidi Aldiano, lahir di Jakarta pada tanggal 29 Maret 1990. Ia dikenal luas tidak hanya sebagai seorang penyanyi pop, tetapi juga sebagai penulis lagu yang berbakat, serta seorang podcaster yang aktif di kancah hiburan Indonesia.
Namanya mulai dikenal luas oleh publik setelah merilis album debutnya yang bertajuk “Pelangi di Malam Hari” pada tahun 2008. Album ini sukses melahirkan sejumlah lagu yang menjadi hits, salah satunya adalah “Status Palsu”. Sepanjang kariernya, Vidi terus produktif merilis berbagai karya musik yang menyentuh hati pendengarnya. Beberapa albumnya yang lain yang patut dikenang adalah “Persona” dan “Senandika”.
Kehidupan Pribadi dan Warisan
Dalam kehidupan pribadinya, Vidi Aldiano dikenal sebagai sosok suami yang penuh kasih bagi aktris Sheila Dara Aisha. Keduanya resmi mengikat janji suci pernikahan pada 15 Januari 2022, setelah menjalin hubungan asmara selama beberapa tahun. Kehadiran Sheila Dara Aisha selalu menjadi sumber kekuatan dan dukungan bagi Vidi dalam menghadapi segala cobaan.
Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga inti dan sahabat terdekatnya, tetapi juga bagi seluruh penggemarnya yang telah lama mengidolakannya. Banyak orang mengenang Vidi bukan hanya sebagai seorang musisi berbakat dengan karya-karya yang indah, tetapi juga sebagai sosok pribadi yang luar biasa kuat, berani, dan inspiratif dalam menghadapi penyakitnya. Semangat juangnya akan selalu dikenang dan menjadi motivasi bagi banyak orang.






