Komplotan Beraksi dalam Hitungan Menit, Motor Penghuni Kos di Surabaya Kembali Raib
Surabaya kembali digemparkan dengan aksi pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan warga. Kali ini, sasaran empuk para pelaku kejahatan adalah sebuah rumah kos di Jalan Simogunung Nomor 114, Kecamatan Sawahan. Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (16/2/2026) dini hari, sekitar pukul 04.30 WIB, ketika komplotan pencuri berhasil membawa kabur sebuah sepeda motor Honda Scoopy milik salah seorang penghuni kos bernama Diva.
Kejadian ini semakin mengerikan karena terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area kos. Rekaman tersebut mengungkap betapa lihainya para pelaku yang hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit untuk melancarkan aksinya. Ironisnya, korban baru menyadari kehilangan motor kesayangannya saat hendak berangkat kerja pada pagi harinya.
Modus Operandi yang Terorganisir: Pelaku Beraksi Cepat dengan Pembagian Tugas
Menurut penelusuran Diva melalui rekaman CCTV, komplotan pencuri ini berjumlah tiga orang. Mereka datang berboncengan menggunakan satu sepeda motor. Setibanya di area parkir kos, pembagian tugas dilakukan dengan cepat dan terorganisir. Dua pelaku pria terlihat saling bahu-membahu; satu bertugas memutar balikkan motor yang mereka gunakan sebagai sarana, sementara pelaku lainnya langsung bergerak untuk mengeksekusi target.
Menariknya, salah satu pelaku teridentifikasi sebagai seorang wanita yang sejak awal duduk di tengah saat mereka datang. Keberadaan pelaku wanita ini menambah dimensi baru dalam modus operandi pencurian yang semakin beragam. Dalam tempo yang sangat singkat, kurang dari dua menit, sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi S 6250 JCB milik Diva berhasil dibawa kabur.
Diva, yang berprofesi sebagai karyawan salah satu hotel ternama di Surabaya dan berasal dari Lamongan, saat kejadian masih terlelap dalam tidurnya. “Saya baru sadar motor hilang ya pas mau berangkat kerja, pukul 07.00 baru tahu,” ungkap Diva dengan nada prihatin.
Laporan Polisi dan Harapan Korban
Mengetahui motor kesayangannya telah dicuri, Diva segera membangunkan pacarnya. Bersama pacarnya, ia bergegas mendatangi kantor polisi terdekat untuk membuat laporan resmi. Motor tersebut merupakan hadiah dari sang kekasih, sehingga Diva sangat berharap agar pihak kepolisian dapat segera menemukan dan mengembalikannya.
Area Parkir Kos yang Rawan: Bukan Kali Pertama Terjadi
Tragedi yang menimpa Diva bukanlah insiden pertama yang terjadi di area parkir rumah kos tersebut. Terungkap bahwa area parkir di kos Jalan Simogunung No. 114 ini memang kerap menjadi sasaran empuk para pencuri. Sebelum motor Diva hilang, beberapa penghuni kos lainnya juga pernah mengalami kehilangan motor.
“Sebenarnya sebelum motor saya hilang, pada November 2025 juga sudah ada kejadian kehilangan. Pertama motor anak pemilik kos, lalu tidak lama kemudian motor anak kos bernama Sasa,” jelas Diva, menambah daftar panjang kasus pencurian yang terjadi di lokasi tersebut. Hal ini menimbulkan kekhawatiran yang mendalam bagi para penghuni kos mengenai keamanan barang-barang mereka.
Kasus Serupa di Wiyung: Pelaku Beraksi Lihai dalam Kegelapan
Kasus pencurian motor yang meresahkan ini tidak hanya terjadi di Sawahan. Sebelumnya, pada Selasa (10/2/2026) dini hari, aksi serupa juga menggemparkan permukiman di Jalan Wiyung Gang 1, Kecamatan Wiyung, Surabaya. Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi tersebut, pelaku yang berjumlah dua orang juga beraksi dengan sangat cepat.
Video CCTV menunjukkan salah satu pelaku berperan sebagai joki yang menunggu di ujung gang dengan motor sarana. Sementara itu, pelaku lainnya bertugas sebagai eksekutor yang dengan sigap mendorong motor hasil curian, lalu segera kabur meninggalkan gang tersebut. Motor yang berhasil dicuri adalah Honda Scoopy berwarna putih dengan nomor polisi W-2410-NCX, milik seorang warga berinisial IJ.
Kronologi Pencurian di Wiyung: Motor Dikunci Stir Tetap Lenyap
Korban IJ menceritakan bahwa ia baru menyadari motornya hilang pada pagi hari. Motor yang biasa diparkir di depan rumah dalam keadaan setir terkunci tersebut, tiba-tiba lenyap tanpa jejak. “Saya yang kehilangan motor. Kejadiannya kemarin pagi jam 04.45 WIB,” ujarnya saat dihubungi pada Rabu (11/2/2026).
IJ menduga para pelaku memiliki informasi orang dalam mengenai seluk-beluk permukiman tersebut. Pasalnya, pelaku dapat dengan mudah masuk ke dalam gang rumahnya dan mencuri motornya dalam waktu kurang dari tiga menit. “Kejadiannya begitu cepat. Pelaku cuma butuh waktu 3 menit. Diperkirakan ada bantuan orang dalam. Soalnya gerbang selalu dikunci,” katanya, menunjukkan betapa terorganisirnya aksi para pencuri ini.
Kerugian Materi dan Harapan Korban
Akibat pencurian tersebut, korban IJ mengalami kerugian materi yang tidak sedikit, diperkirakan mencapai Rp 13 juta. Meskipun demikian, kejadian ini telah dilaporkan ke markas Kepolisian setempat. “Saya sudah lapor kepolisan. Kerugian saya bekisaran Rp13 juta,” ungkapnya.
IJ berharap agar para pelaku dapat segera ditangkap oleh pihak berwajib. Ia juga berharap motornya dapat segera kembali. Kasus curanmor yang kerap terjadi di permukiman tersebut semakin menambah daftar panjang keresahan warga.
Lebih lanjut, korban IJ juga menyampaikan keheranannya terkait pengelolaan keamanan di kosnya. “Di kos saya sering kehilangan HP beberapa kali dan motor kali ini. Anehnya sama ibu kos tidak mau dikasih CCTV,” pungkasnya, menyiratkan adanya kelemahan dalam sistem keamanan di lingkungan tempat tinggalnya.





