Zendhy Kusuma Bantah Curi di Bibi Kelinci, Nabilah O’Brien Ungkap Bukti

Polemik Restoran Bibi Kelinci: Tuduhan Pencurian Melibatkan Zendhy Kusuma dan Nabilah O’Brien

Sebuah perdebatan sengit tengah menghiasi jagat maya terkait dugaan pencurian di sebuah restoran kuliner populer bernama Bibi Kelinci. Restoran yang dikelola oleh selebgram kuliner, Nabilah O’Brien, ini menjadi sorotan setelah nama Zendhy Kusuma terseret dalam kasus tersebut. Tuduhan yang beredar di berbagai platform media sosial memicu diskusi publik mengenai kronologi kejadian yang disebut-sebut terjadi di tempat makan yang ramai dikunjungi tersebut.

Zendhy Kusuma secara tegas membantah tuduhan bahwa dirinya melakukan pencurian. Ia mengklaim bahwa tindakannya hanya merupakan penundaan pembayaran yang disebabkan oleh kekecewaan mendalam terhadap pelayanan yang diterimanya. Di tengah memanasnya polemik ini, Nabilah O’Brien muncul ke publik dengan klaim memiliki sejumlah bukti yang dianggap valid terkait insiden di restoran Bibi Kelinci. Pernyataan Nabilah ini sontak menarik perhatian warganet, yang melihatnya sebagai potensi untuk membuka tabir kebenaran di balik kasus ini.

Nabilah menyebutkan bahwa bukti yang dimilikinya mencakup rekaman video serta keterangan-keterangan lain yang diyakini dapat menjelaskan secara utuh apa yang sebenarnya terjadi saat peristiwa tersebut berlangsung. Situasi ini kian memicu perdebatan panas di ranah digital. Sebagian warganet memilih untuk membela Zendhy, sementara sebagian lainnya memilih untuk menunggu klarifikasi lebih lanjut dari semua pihak yang terlibat. Kasus ini tidak hanya menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar, tetapi juga mulai dilirik oleh berbagai akun gosip dan media hiburan. Banyak pihak berharap agar permasalahan ini dapat segera menemukan titik terang demi mencegah kesalahpahaman yang lebih luas. Hingga kini, publik masih menantikan penjelasan yang komprehensif serta perkembangan terbaru mengenai dugaan pencurian yang melibatkan nama Zendhy Kusuma di restoran Bibi Kelinci.

Kronologi Versi Zendhy Kusuma dan Istri

Zendhy Kusuma akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi mendalam setelah namanya ramai dituduh melakukan pencurian di restoran milik selebgram Nabilah O’Brien. Klarifikasi ini disampaikan oleh Zendhy dan sang istri, Evi, setelah kasus yang melibatkan mereka menjadi viral di seluruh Indonesia. Namun, Nabilah O’Brien tidak tinggal diam dan membantah keras cerita yang diuraikan oleh Zendhy, mengklaim memiliki bukti kuat yang menunjukkan kebohongan publik.

Konflik antara Nabilah dan Zendhy bermula ketika Nabilah memviralkan kasus dugaan pencurian di restorannya, Bibi Kelinci. Menurut versi Nabilah, pada tanggal 19 September 2025, Zendhy Kusuma dan istrinya, Evi, mendatangi restoran tersebut dan memesan 14 item makanan dan minuman. Namun, momen pembelian ini dilaporkan berakhir ricuh. Zendhy dan Evi dikabarkan mendadak masuk ke area dapur restoran dan memarahi pegawai karena pesanan mereka tak kunjung diantar. Setelah meluapkan kekecewaan dan menunggu pesanan, Zendhy dan Evi akhirnya meninggalkan restoran dengan membawa seluruh makanan yang dipesan tanpa melakukan pembayaran.

Atas kejadian tersebut, Nabilah merasa geram dan memutuskan untuk memviralkan rekaman CCTV yang memperlihatkan Zendhy dan istrinya memarahi pegawai serta tidak membayar pesanan. Tidak hanya berhenti di situ, Nabilah juga melaporkan Zendhy dan Evi ke pihak kepolisian. Tidak terima dengan tindakan Nabilah, Zendhy pun melakukan langkah hukum balik dengan melaporkan Nabilah atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hingga pada bulan Maret 2026, Nabilah secara resmi ditetapkan sebagai tersangka atas laporan yang diajukan oleh Zendhy. Kasus yang telah bergulir sejak tahun 2025 ini kembali menjadi viral di tahun 2026 setelah Nabilah kembali memviralkannya.

Menyadari dirinya kembali menjadi pusat perhatian, Zendhy akhirnya memberikan klarifikasi atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Klarifikasi Zendhy Kusuma: Kekecewaan Pelayanan dan Niat Baik

Dalam sebuah unggahan yang dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, Zendhy Kusuma menjelaskan kronologi versinya mengenai kedatangannya ke restoran Bibi Kelinci bersama sang istri. Zendhy mengungkapkan bahwa kekecewaan utamanya berakar pada buruknya kualitas pelayanan di restoran tersebut, yang dinilainya sangat lambat dan tidak sesuai dengan perjanjian awal saat pemesanan.

“Pada malam kejadian tersebut, kami datang ke restoran sekitar pukul 22.00 saat itu kondisi restoran masih relatif sepi. Kami kemudian melakukan pemesanan makanan dan minuman sebagaimana umumnya. Namun setelah menunggu cukup lama, pesanan kami tidak kunjung datang. Kami beberapa kali menanyakan kepada pelayan mengenai pesanan tersebut padahal awalnya kami diberi tahu bahwa makanan akan selesai dalam waktu 15 menit. Kami menunggu sesuai waktu yang disebutkan namun makanan belum datang,” ungkap Zendhy Kusuma.

Ia menambahkan bahwa penjelasan yang diterima dari para pelayan pun berbeda-beda, mulai dari alasan restoran sedang ramai hingga janji bahwa makanan akan segera selesai. Zendhy merasa tidak mendapatkan kejelasan yang memadai mengenai status pesanannya.

“Kami menanyakan kepada pelayan dan penjelasan yang kami terima saat itu berbeda-beda. Ada yang menyampaikan restoran sedang ramai, ada juga yang mengatakan bahwa makanan akan segera selesai dalam beberapa menit. Kami menunggu sesuai informasi yang disampaikan, tapi pesanan juga belum datang, kami enggak mendapatkan kejelasan pesanan kami,” lanjutnya.

Kesabaran Zendhy akhirnya habis setelah menunggu selama kurang lebih dua jam tanpa hasil. Ia memutuskan untuk mendatangi dapur restoran untuk memastikan secara langsung proses pemrosesan pesanannya.

“Setelah menunggu hampir dua jam. Saya kemudian masuk ke area dapur untuk memastikan secara langsung pesanan saya sudah diproses belum. Pada saat itu saya tidak dihalangi untuk masuk. Pas saya melihat ke dapur, pesanan kami ternyata belum dibuat dan baru aja mau diproses,” pungkas Zendhy.

Setelah terjadi perdebatan dan pesanan akhirnya selesai dibuat, Zendhy dan istrinya memutuskan untuk meninggalkan restoran.

“Pada akhirnya pesanan kami diberikan terburu-buru dan beberapa pesanan juga enggak lengkap. Dalam kondisi emosi tersebut kami keluar dari restoran tersebut,” imbuh Zendhy.

Zendhy mengakui bahwa ia memang tidak melakukan pembayaran di tempat karena memiliki niat lain, yaitu untuk bertemu dengan penanggung jawab atau pemilik restoran guna menjelaskan situasi yang terjadi.

“Ketika kami berada di mobil, pegawai membawa mesin EDC dan meminta bayaran. Kami menyampaikan bahwa kami bersedia melakukan pembayaran namun kami dapat lebih dahulu bertemu dengan penanggung jawab restoran untuk menjelaskan situasi dan kondisi. Setelah itu kami meninggalkan lokasi,” akui Zendhy.

Keesokan harinya, pada tanggal 20 September 2025, Zendhy mengaku kembali mendatangi restoran dengan niat untuk bertemu langsung dengan pemilik restoran dan meminta maaf atas insiden yang telah terjadi. Namun, pada hari itu, ia tidak berhasil bertemu dengan Nabilah O’Brien.

“Keesokan harinya kami berniat menemui penanggung jawab atau pemilik restoran dengan tujuan untuk menyelesaikan kesalahpahaman baik-baik,” kata Zendhy.

“Surat permohonan maaf dan pembayaran yang kami bawa saat itu pun tidak dapat disampaikan secara langsung. Meskipun demikian kami tetap beritikad baik untuk menyelesaikan masalah,” sambungnya.

Karena tidak berhasil bertemu dengan Nabilah, Zendhy akhirnya mentransfer biaya pesanan makanannya sebesar Rp530.150 pada tanggal 27 September 2026. Zendhy mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa ia telah dilaporkan ke polisi oleh Nabilah. Akhirnya, Zendhy kembali mengirimkan uang pesanan ke rekening restoran pada tanggal 20 Oktober 2025.

“Kami menegaskan bahwa pembelian makanan dan minuman sudah dibayarkan. Dan bukti transaksi pembayaran tersebut telah kami berikan ke pihak berwenang,” pungkas Zendhy.

Berdasarkan fakta bahwa pesanan tersebut telah dibayarkan, Zendhy berpendapat bahwa ia tidak melakukan tindakan pencurian, meskipun pembayarannya tidak dilakukan pada hari kejadian.

“Kami mengakui bahwa terdapat kekeliruan dari kami yaitu tidak melakukan pembayaran secara langsung pada saat pesanan sudah selesai disajikan melainkan setelahnya. Namun karena pembayaran telah dilakukan, menurut pendapat kami tidak memenuhi unsur pencurian sebagaimana yang berkembang dalam narasi publik saat ini,” jelas Zendhy.

Tanggapan Nabilah O’Brien: Bukti CCTV Menepis Klaim Zendhy

Menanggapi klarifikasi yang disampaikan oleh Zendhy Kusuma, Nabilah O’Brien tidak tinggal diam. Ia memberikan bantahan tegas terhadap cerita yang diuraikan oleh Zendhy, bahkan menantang klarifikasi tersebut di kolom komentar unggahan Zendhy. Nabilah menegaskan bahwa klaim Zendhy mengenai penantian selama dua jam untuk pesanan tidak sesuai dengan fakta.

Bahkan, Nabilah mengklaim memiliki bukti valid yang dapat membuktikan kebohongan Zendhy terkait durasi kejadian tersebut.

“Halo pak, saya ikut klarifikasi disini ya. sesuai cctv dan bill, bapak datang kurang lebih pukul 22.51, lalu 22.57 melakukan pesanan takeaway, pukul 23.00 orderan masuk ke dalam sistem. Lalu bapak dan ibu keluar dari restoran 23.53,” ujar Nabilah.

Nabilah secara spesifik menyatakan bahwa total waktu yang dihabiskan Zendhy dan istrinya di restoran tersebut tidak mencapai dua jam seperti yang diklaim oleh Zendhy.

“Total waktu yang bapak dan ibu habiskan di restoran saya tidak 2 jam. Saya harap dengan klarifikasi bapak ini, tidak membuat usaha saya semakin terlihat buruk, dan tidak profesional. Terimakasih,” sambungnya.

Pernyataan Nabilah ini semakin memanaskan perdebatan, dengan kedua belah pihak saling lempar argumen dan bukti. Publik pun masih menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus yang melibatkan polemik pelayanan restoran dan tuduhan pencurian ini.

Pos terkait