Keterlibatan UMKM dalam Pawai Paskah 2026 Jadi Tanda Positif Pemulihan Ekonomi di NTT
Ketua Pengurus Pemuda GMIT, Erenst Blegur, menilai keterlibatan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam Prosesi Pawai Paskah 2026 di Kota Kupang menjadi indikasi positif pemulihan ekonomi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyebutkan bahwa sebanyak 245 UMKM turut serta dalam kegiatan tersebut, mulai dari titik start di Bundaran Tirosa hingga garis finish pawai.
Erenst mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat Kota Kupang terlihat sejak pagi hari. Berbagai denominasi agama yang terlibat dalam acara ini menunjukkan semangat pemulihan ekonomi yang mulai tumbuh di wilayah NTT.
“Sejak pagi kita bisa melihat antusias masyarakat Kota Kupang dari berbagai denominasi yang terlibat. Ini menunjukkan semangat pemulihan ekonomi mulai tumbuh di NTT,” ujarnya saat ditemui pada Senin (6/4/2026).
Peran UMKM dalam Kegiatan Keagamaan
Erenst menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam kegiatan keagamaan seperti Paskah tidak hanya memberikan ruang berjualan, tetapi juga mendorong kreativitas pelaku usaha dalam mengembangkan produk mereka. Dengan adanya acara seperti ini, UMKM memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas, sekaligus meningkatkan penjualan.
Selain itu, Erenst menekankan pentingnya penataan UMKM yang lebih modern, termasuk dalam hal lokasi berjualan dan sistem transaksi. Ia menilai bahwa dengan penataan yang baik, UMKM dapat lebih mudah diakses oleh konsumen dan beroperasi secara efisien.
Dukungan dari Stakeholder
Erenst mengapresiasi dukungan dari stakeholder seperti Bank Indonesia dan Bank NTT dalam mendorong penggunaan transaksi digital melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Ia berharap ke depannya UMKM bisa ditempatkan lebih baik dengan sistem yang modern, termasuk penggunaan transaksi non-tunai yang lebih luas.
“Kami berharap ke depan UMKM bisa ditempatkan lebih baik dengan sistem yang modern, termasuk penggunaan transaksi non-tunai yang lebih luas,” jelas Erenst.
Peningkatan Perputaran Ekonomi
Erenst juga mengungkapkan bahwa perputaran ekonomi selama perayaan Paskah tahun ini diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun lalu berkisar Rp 6 hingga Rp 7 miliar, maka tahun ini berpotensi mencapai hingga Rp 10 miliar.
Kegiatan ini dinilai menjadi momentum penting dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat di Kota Kupang.
Potensi dan Harapan Masa Depan
Dengan adanya partisipasi yang besar dari UMKM, acara Pawai Paskah 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana promosi produk lokal. Erenst berharap, momentum ini dapat terus dijaga dan dikembangkan agar UMKM di NTT semakin berkembang dan mandiri.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat memberikan dukungan lebih lanjut, termasuk dalam bentuk pelatihan, akses modal, dan fasilitas infrastruktur yang memadai.





