5 Preman Terduga Resahkan Warga Diamankan di Sudirman Palembang

Patroli Keamanan Intensif: Polrestabes Palembang Berantas Premanisme Jelang Ramadan

PALEMBANG – Menjelang periode penting umat Islam, yaitu Ramadan dan Idul Fitri, Polrestabes Palembang meningkatkan upaya penegakan hukum melalui Operasi Pekat Musi 2026. Operasi gabungan yang menyasar praktik premanisme ini menyisir sejumlah titik strategis di Kota Palembang, bertujuan untuk menciptakan suasana yang aman dan tenteram bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan patroli dan razia yang dilakukan pada Minggu sore (15/2/2026) ini menyentuh area-area yang kerap menjadi pusat keramaian, termasuk Jalan Jenderal Sudirman dan kawasan Pasar 16 Ilir. Hasil dari operasi ini menunjukkan adanya tindak lanjut nyata terhadap laporan dan kekhawatiran masyarakat terkait aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.

Penangkapan di Titik Rawan

Dalam operasi yang dipimpin oleh jajaran Polrestabes Palembang, beberapa individu berhasil diamankan karena diduga terlibat dalam aktivitas ilegal yang meresahkan. Tindakan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk memberantas segala bentuk kejahatan jalanan, termasuk premanisme yang sering kali menjadi momok bagi warga.

Salah satu fokus operasi adalah penertiban juru parkir liar. Di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, dua juru parkir dilaporkan diamankan oleh petugas.

  • Pengamanan Pertama: Seorang juru parkir dengan inisial GN (47), yang merupakan warga Kota Palembang, diamankan di depan Internasional Plaza (IP) Mall, Kecamatan Ilir Timur I. Keberadaannya di lokasi tersebut diduga tanpa izin resmi dan berpotensi menimbulkan pungutan liar.
  • Pengamanan Kedua: Juru parkir lainnya, berinisial AD (42), warga Kecamatan Ilir Barat II, juga diamankan di samping Martabak HAR, Kecamatan Ilir Timur I. Tindakan serupa juga diduga menjadi motif penangkapannya.

Perluasan Sasaran ke Pasar Tradisional

Tidak hanya di area pertokoan, operasi ini juga menyasar kawasan Pasar 16 Ilir, sebuah pusat aktivitas ekonomi yang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Di sekitar bundaran air mancur yang menjadi ikon kawasan tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga orang yang diduga kuat terlibat dalam praktik premanisme.

Ketiga individu yang diamankan di Pasar 16 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, memiliki inisial dan latar belakang domisili sebagai berikut:

  • TD (41): Warga Kecamatan Ilir Barat II.
  • AT (47): Warga Kecamatan Jakabaring.
  • TS (29): Warga Kecamatan Ilir Timur II.

Keberadaan mereka di area pasar menimbulkan kekhawatiran akan potensi tindak pemerasan, intimidasi, atau aktivitas ilegal lainnya yang dapat merugikan pedagang maupun pengunjung pasar.

Tujuan Operasi: Efek Jera dan Rasa Aman

AKBP Suhardiman, Kasat Samapta Polrestabes Palembang, mengonfirmasi pelaksanaan Operasi Pekat Musi 2026 ini. Beliau menjelaskan bahwa tujuan utama dari operasi ini adalah untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah hukum Polrestabes Palembang, khususnya menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri.

“Operasi ini kita gelar untuk memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan, termasuk mereka yang melakukan praktik premanisme, serta untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Palembang,” tegas AKBP Suhardiman.

Beliau menambahkan bahwa operasi ini mengedepankan pendekatan yang komprehensif, yang mencakup langkah-langkah preventif atau pencegahan dini, serta tindakan penegakan hukum yang tegas apabila ditemukan pelanggaran. Pendekatan ganda ini diharapkan dapat meminimalkan angka kejahatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ketertiban.

“Kami akan bertindak tegas terhadap siapa saja yang mencoba meresahkan masyarakat Palembang, termasuk praktik premanisme yang sangat tidak kami toleransi,” pungkasnya.

Operasi Pekat Musi 2026 ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polrestabes Palembang untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan lancar dan aman, tanpa adanya ancaman dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang mereka temui di lingkungan masing-masing.

Pos terkait