Gula darah tinggi atau hiperglikemia sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan yang tidak terlalu serius. Namun, kondisi ini sebenarnya bisa menjadi tanda awal dari penyakit diabetes dan berpotensi menyebabkan komplikasi yang lebih berbahaya jika tidak segera ditangani. Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan Subspesialis Endokrin, Metabolisme, dan Diabetes, dr. I Gusti Ngurah Adhiarta, Sp.PD-KEMD, FINASIM, menjelaskan penyebab-penyebab utama gula darah tinggi serta cara mencegahnya.
Penyebab Gula Darah Tinggi dan Faktor Pemicunya
Menurut Adhiarta, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:
- Konsumsi makanan dan minuman manis: Makanan yang kaya akan gula, seperti permen, soda, es teh manis, dan boba, merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya kadar gula darah.
- Makanan cepat saji yang kaya garam: Makanan jenis ini tidak hanya mengandung garam tinggi tetapi juga bisa memengaruhi keseimbangan cairan tubuh dan meningkatkan kadar gula darah.
- Karbohidrat sederhana yang tidak terkontrol: Konsumsi karbohidrat sederhana seperti nasi putih dan roti putih bisa memicu lonjakan gula darah yang signifikan.
Selain faktor pola makan, ada beberapa faktor lain yang turut berperan dalam peningkatan gula darah:
- Stres: Hormon stres seperti kortisol dapat meningkatkan kadar gula darah.
- Penggunaan obat-obatan tertentu: Obat seperti steroid dan diuretik tiasid bisa menyebabkan lonjakan gula darah.
- Penyakit atau infeksi: Kondisi seperti demam atau infeksi bisa memicu peningkatan kadar gula darah.
Gejala Gula Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Adhiarta menyarankan agar masyarakat waspada terhadap gejala-gejala awal dari gula darah tinggi. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:
- Sering merasa haus
- Sering buang air kecil
- Mudah lapar
- Pandangan mata kabur, karena gula darah yang tinggi dapat menarik air dari mata.
Jika dibiarkan tanpa pengobatan, kadar gula darah yang sangat tinggi bisa menyebabkan ketosis, yang berpotensi menurunkan kesadaran. Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksa kadar gula darah jika mengalami gejala tersebut.
Cara Mencegah Gula Darah Tinggi
Menurut Adhiarta, pencegahan gula darah tinggi bisa dilakukan melalui perubahan gaya hidup. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Menjaga berat badan yang sehat: Kenaikan berat badan secara drastis bisa meningkatkan risiko gula darah tinggi.
- Mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana: Mengganti nasi putih dan roti putih dengan beras merah, ubi, atau sayuran hijau yang memiliki indeks glikemik rendah.
- Olahraga rutin: Jalan kaki selama 30 menit lima kali seminggu, ditambah dengan latihan beban, dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol kadar gula darah.
Selain itu, penting untuk menghindari kebiasaan buruk seperti mengonsumsi makanan manis dan makanan cepat saji. Juga, menjaga pola hidup sehat dengan tidur cukup dan mengelola stres bisa menjadi langkah pencegahan yang efektif.
Pentingnya Pemeriksaan Rutin
Adhiarta menekankan bahwa pemeriksaan rutin terhadap kadar gula darah sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga diabetes, obesitas, atau hipertensi. Dengan mengetahui kondisi tubuh secara berkala, risiko terkena diabetes bisa diminimalkan.
Perubahan kecil dalam gaya hidup, seperti mengubah pola makan dan rutin berolahraga, dapat memberikan dampak besar dalam mencegah peningkatan gula darah. Dengan kesadaran dan komitmen yang kuat, setiap orang bisa menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi yang lebih serius di masa depan.



