7 Orang Tewas, Detik-Detik Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: KRL vs Taksi

Ringkasan Peristiwa Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur

Pada Senin (27/4/2026) malam, terjadi kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di area stasiun kawasan Bekasi Timur. Peristiwa ini menewaskan 7 orang dan melukai sebanyak 81 penumpang yang kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Menurut Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) pagi, jumlah korban meninggal dunia adalah 7 orang. Sementara itu, 81 orang mengalami luka-luka dan sedang dirawat. Ada juga tiga orang yang masih terperangkap di dalam kereta.

KAI telah membangun posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi untuk membantu keluarga korban mendapatkan informasi terkait penumpang yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab atas seluruh korban, termasuk dalam hal penanganan dan kompensasi.

Kronologi Kecelakaan

Kejadian berawal dari KRL Commuter Line PLB 5568A (relasi Cikarang) yang tertabrak oleh taksi listrik. Setelah kecelakaan tersebut, KRL yang ditumpangi oleh beberapa penumpang berhenti di Stasiun Bekasi Timur sambil menunggu sinyal aman.

Namun, kejadian tidak berhenti di situ. Tiba-tiba, KRL tersebut ditabrak dari belakang oleh rangkaian kereta jarak jauh, yaitu KA Argo Bromo Anggrek yang bergerak dari Gambir ke Surabaya Pasar Turi. Kejadian ini terjadi di KM 28+920 wilayah Stasiun Bekasi Timur.

Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi.

Kesaksian Penumpang

Seorang penumpang KRL bernama Hafidz menceritakan pengalamannya saat kecelakaan terjadi. Menurutnya, sebelum kejadian, ada kecelakaan antara KRL dan taksi online. Akibatnya, KRL yang ia tumpangi harus berhenti di Stasiun Bekasi Timur menunggu sinyal aman.

“KRL saya saat itu sedang menunggu sinyal aman Stasiun Bekasi Timur sebab di depan ada mobil yang ditabrak kereta api lain,” ujar Hafidz saat dikonfirmasi Tribun, Senin (27/4/2026).

Namun, kejadian tidak berhenti di situ. Tiba-tiba, KRL yang ia tumpangi ditabrak dari belakang oleh KA jarak jauh. “Kecepatannya benar-benar terasa kencang sekali,” tambahnya.

Langkah yang Diambil Oleh Pihak Terkait

Selain membangun posko darurat, KAI juga memberikan bantuan terhadap para korban dan keluarga mereka. Proses evakuasi dilakukan secara cepat dan efisien. Pihak berwenang tetap fokus pada penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Dalam waktu dekat, akan diumumkan hasil penyelidikan dan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari terulangnya kejadian serupa.


Pos terkait