Absen Gol Uilliam: Ancaman Castel & Jung Gulingkan Posisi Striker Persib?

Persib Bandung: Dominasi Liga dengan Catatan Pertahanan Solid, Namun Produktivitas Gol Masih Jadi PR

Persib Bandung saat ini tengah menikmati posisi superior di puncak klasemen sementara liga. Dominasi ini semakin terasa ketika para pesaing terdekatnya justru mengalami tren yang kurang menguntungkan. Malut United baru saja takluk di tangan Maung Bandung, sementara rival abadi Persija Jakarta terpeleset di kandang sendiri melawan Arema FC pada pekan lalu. Situasi ini jelas memperkokoh posisi Persib di puncak klasemen, memberikan mereka keunggulan yang signifikan dalam perburuan gelar.

Namun, di balik superioritas posisi klasemen tersebut, ada catatan yang sedikit mengurangi kilau performa Persib musim ini, yaitu minimnya rata-rata gol yang mereka ciptakan per pertandingan. Meskipun enam dari tujuh pertandingan terakhir berhasil dimenangkan dan berbuah tiga poin, kemenangan tersebut mayoritas diraih dengan skor tipis, seperti 1-0, atau paling banter 2-0. Hal ini menunjukkan bahwa Persib seringkali kesulitan untuk membobol gawang lawan secara lebih banyak, meskipun mampu mengamankan kemenangan.

Untungnya, kelemahan dalam produktivitas gol ini berhasil ditutupi oleh pertahanan Persib yang sangat tangguh. Tim Maung Bandung mencatatkan rekor sebagai tim dengan jumlah clean sheet terbanyak musim ini. Gawang yang dijaga oleh Teja Paku Alam terbukti sangat sulit ditembus oleh para penyerang lawan, dengan total 12 kali berhasil mempertahankan keperawanan gawangnya. Ketangguhan lini belakang ini menjadi fondasi penting bagi Persib untuk tetap meraih poin penuh di setiap pertandingan.

Sorotan Pelatih dan Perjuangan Lini Depan

Minimnya produktivitas gol Persib tidak luput dari perhatian pelatih Bojan Hodak. Ia secara terbuka menyayangkan banyaknya peluang yang terbuang sia-sia dalam beberapa pertandingan. Usai laga melawan Persis Solo beberapa waktu lalu, Hodak mengungkapkan kekecewaannya.

“Kami punya 2-3 peluang tapi tidak bisa mencetak gol, beruntung kami bisa bertahan dengan bagus. Gelandang tidak terlalu buruk, satu-satunya hal adalah finishing touch dari tiga peluang ini kurang tajam, karena kami hanya mencetak satu gol,” ungkap Hodak, menggambarkan situasi di mana timnya mampu menciptakan peluang, namun penyelesaian akhir menjadi masalah utama.

Uilliam Baros: Dari Subur Menjadi Mandul?

Salah satu penyerang yang kini menjadi sorotan adalah Uilliam Baros. Striker asal Brasil ini tampil sangat subur di putaran pertama liga, menjadi andalan lini serang Persib. Namun, menjelang akhir tahun hingga saat ini, ia tampak mengalami kesulitan untuk kembali menemukan ketajamannya dalam mencetak gol.

Meskipun demikian, Uilliam Baros masih tercatat sebagai top skor klub dengan tujuh gol. Namun, jumlah golnya terhenti di angka tersebut sejak pertandingan melawan Madura United pada 30 November 2025. Setelah momen tersebut, ia tercatat hanya mampu memberikan satu assist saat menghadapi Borneo FC, dan sejak itu, gol maupun assist belum lagi lahir dari kakinya.

Meskipun mengalami penurunan performa dalam hal mencetak gol, Bojan Hodak masih mempercayai Uilliam Baros sebagai penyerang utama. Berdasarkan data dari Transfermarkt, Uilliam telah memainkan 20 pertandingan, di mana 11 di antaranya ia turun sebagai pemain inti. Kepercayaan pelatih ini menunjukkan bahwa Hodak melihat potensi lain dari Baros, atau mungkin berharap ia segera menemukan kembali ketajamannya.

Andrew Jung: Mesin Gol Baru yang Menjanjikan

Untungnya, kondisi Uilliam Baros yang jarang mencetak gol dapat tertutupi oleh performa apik penyerang lainnya, yaitu Andrew Jung. Pemain asal Prancis ini menjelma menjadi salah satu top skor Maung Bandung dan memberikan kontribusi signifikan bagi tim.

Berdasarkan data Transfermarkt, Andrew Jung telah mencetak lima gol di Super League sejak didatangkan pada September lalu. Dengan jumlah tersebut, ia menempati posisi top skor kedua di bawah Uilliam Baros di kompetisi domestik.

Namun, jika jumlah golnya digabungkan dengan kiprah Persib di AFC Champions League 2, Andrew Jung justru menjadi top skor klub secara keseluruhan. Di ajang turnamen antar klub Asia tersebut, ia berhasil mencetak empat gol, sehingga total kontribusinya di semua kompetisi adalah sembilan gol.

Sejak tiba di Bandung, Andrew Jung telah membuktikan dirinya sebagai striker yang serba bisa. Posisi terbaiknya memang sebagai penyerang murni (nomor 9), namun ia juga kompeten bermain sebagai second striker. “Saya lebih banyak memainkan peran sebagai pemain nomor 9 (penyerang). Itu adalah posisi terbaik saya. Tapi, saya juga bisa bermain di belakang penyerang. Kita menyebutnya pemain nomor 9,5,” ungkap Jung, menunjukkan fleksibilitas taktisnya.

Selain ketajamannya dalam mencetak gol, Andrew Jung juga dikenal sebagai pemain yang tidak egois. Ia telah mencatatkan dua assist sejauh ini. Pemain bernomor punggung 90 ini tidak keberatan untuk memberikan umpan matang kepada rekan setimnya, asalkan dapat membantu tim meraih hasil positif. “Membuat gol sudah menjadi tugas saya dan akan sangat senang jika bisa melakukannya untuk tim ini. Tapi setelah itu, saya pikir, membuat assist juga hal yang sama penting,” tegasnya, menunjukkan komitmennya untuk tim di atas kepentingan individu.

Kedatangan Sergio Castel: Menambah Kekuatan Lini Serang

Ketidakpuasan Bojan Hodak terhadap ketajaman lini serangnya akhirnya diwujudkan dengan mendatangkan amunisi baru pada bursa transfer paruh musim. Pelatih asal Kroasia ini resmi mendaratkan penyerang asal Spanyol, Sergio Castel. Pemain jebolan akademi Atletico Madrid ini direkrut untuk menambah kedalaman dan kualitas skuad Maung Bandung di lini depan.

Meskipun belum menjalani debut resmi di Super League, Bojan Hodak mengaku cukup terkesan dengan Castel, bahkan hanya dari pantauan latihannya. “Dia punya sentuhan bola yang bagus, posturnya tinggi, besar, dan kuat. Tentu saja dia akan memberikan kualitas tambahan,” ujar Hodak, optimis dengan potensi yang dimiliki Castel.

Dengan tambahan amunisi baru ini, Persib kini siap untuk melaju kencang di sisa kompetisi Super League. Kehadiran Castel diharapkan dapat memperkaya opsi serangan tim dan membantu Persib mempertahankan gelar juara sekaligus meraih gelar tiga musim beruntun.

Namun, tantangan terbesar bagi Sergio Castel adalah beradaptasi dengan iklim sepak bola di Indonesia, mengingat ia belum pernah bermain di kompetisi Tanah Air sebelumnya. Proses adaptasi yang cepat akan sangat krusial bagi Castel. Jika ia mampu beradaptasi dengan baik dan cepat, performanya di lapangan diprediksi akan bersinar dan mampu bersaing dengan para penyerang lama yang sudah lebih dulu membela Persib. Kegagalan beradaptasi justru bisa membuat performanya meredup dan ia kalah bersaing.

Pos terkait