Akselerasi Layanan Adminduk: Dukcapil Kembali Bawa Sarpras ke Aceh

Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Perkuat Layanan Administrasi Kependudukan di Empat Wilayah Aceh Pasca-Bencana

Empat wilayah di Provinsi Aceh yang baru saja dilanda bencana alam, yaitu Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, dan Kota Langsa, kini menerima bantuan sarana dan prasarana (sarpras) krusial dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Dukcapil, Teguh Setyabudi, dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Provinsi Aceh yang berfokus pada pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) secara “jemput bola”.

Selama empat hari, mulai dari Senin, 12 Januari 2026, hingga Kamis, 15 Januari 2026, rombongan Ditjen Dukcapil melaksanakan serangkaian kegiatan. Agenda utama meliputi pelayanan administrasi kependudukan langsung ke masyarakat, pemberian bantuan perangkat operasional untuk memperkuat layanan, peninjauan langsung pelayanan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat, posko layanan di lapangan, serta pertemuan strategis dengan para kepala daerah.

Bantuan Peralatan Senilai Ratusan Juta Rupiah

Dalam salah satu kesempatan penyerahan bantuan, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyampaikan bahwa pihaknya telah menyerahkan bantuan hibah berupa peralatan perekaman dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Nilai bantuan ini mencapai Rp421 juta dan secara simbolis diterima oleh Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi. Penyerahan bantuan serupa juga dijadwalkan untuk tiga daerah terdampak bencana lainnya.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai perangkat penting, seperti:
* Perangkat mobile enrollment
* Printer CR707E
* Printer kertas
* Card reader
* Ribbon
* Film
* Perlengkapan pendukung lainnya

Seluruh peralatan ini dirancang untuk mempercepat proses pelayanan administrasi kependudukan, terutama di daerah-daerah yang sedang berupaya pulih dari dampak bencana. Selain peralatan, Ditjen Dukcapil juga membawa dan menyerahkan ribuan keping blanko KTP-el sebagai “oleh-oleh” dari Jakarta. Masing-masing daerah yang dikunjungi menerima 4.000 keping blanko KTP-el.

Komitmen Pemerintah Pusat untuk Masyarakat Aceh

Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menekankan komitmen kuat pemerintah pusat untuk selalu hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat, terutama dalam situasi sulit seperti pasca-bencana. Penugasan tim ke Aceh ini merupakan wujud nyata bahwa negara tidak pernah absen dalam menjamin hak identitas setiap warga negara, bahkan di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang mungkin dihadapi.

“Dukcapil selalu berada di garis depan untuk melayani masyarakat. Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa pelayanan publik harus terus berjalan tanpa henti,” tegas Dirjen Teguh Setyabudi. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Tim Jemput Bola Pelayanan Adminduk Dukcapil di Aceh bukanlah sekadar tindakan simbolis. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa layanan publik, khususnya penerbitan dokumen kependudukan pascabencana, benar-benar berjalan lancar dan optimal.

Dukungan Spesifik untuk Pemulihan Layanan Adminduk

Untuk mendukung pemulihan layanan administrasi kependudukan di daerah terdampak bencana, Ditjen Dukcapil secara spesifik merinci jenis bantuan perangkat perekaman dan pencetakan KTP-el yang diserahkan kepada masing-masing wilayah:

Kabupaten Aceh Timur

Bantuan yang diserahkan untuk Kabupaten Aceh Timur meliputi:
* 1 unit Printer CR707E
* Perangkat 600 DPI (termasuk Card Reader + SAM)
* 2 unit CR707 PETG Ribbon CMYKR
* 1 unit CR707 Clear RTR Film
* 1 set Cleaning Card (Double Adhesive)

Kota Langsa

Kota Langsa menerima bantuan yang terdiri dari:
* 2 unit Printer CR707E
* Perangkat 600 DPI (termasuk Card Reader + SAM)
* 4 unit CR707 PETG Ribbon CMYKR
* 2 unit CR707 Clear RTR Film
* 2 set Cleaning Card (Double Adhesive)

Kabupaten Aceh Utara

Tim “jemput bola” adminduk juga telah menyerahkan bantuan peralatan operasional yang lebih komprehensif untuk Kabupaten Aceh Utara. Bantuan ini dirancang untuk mendukung layanan Adminduk secara maksimal di wilayah tersebut, mencakup:
* 2 set mobile enrollment
* 1 unit printer Fargo
* 1 unit card reader beserta SAM
* 1 set power station
* 1 set perangkat Starlink
* 1 set panel surya
* 2 unit printer kertas
* 2 unit tinta printer ink
* 2 unit ribbon
* 1 unit film
* 1 set cleaning kit
* 8.000 keping blanko KTP-el

Dengan adanya dukungan peralatan dan blanko ini, kapasitas layanan Disdukcapil di keempat wilayah terdampak bencana diharapkan semakin kuat. Penguatan ini sangat krusial, terutama dalam menghadapi tantangan keterbatasan infrastruktur kelistrikan dan jaringan komunikasi yang mungkin masih terjadi pasca-bencana.

Ditjen Dukcapil menegaskan kembali komitmennya untuk terus bekerja keras mempercepat pemulihan layanan administrasi kependudukan dan memastikan hak-hak dasar masyarakat, termasuk hak atas identitas yang tercatat secara resmi, dapat terpenuhi secara optimal. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah dalam memulihkan kehidupan masyarakat pasca-bencana.

Pos terkait