Akses Petani Mare Bone Kembali Lancar dengan Pembangunan Jembatan Armco oleh TNI

Masalah Akses Transportasi di Dusun Cingerang

Musim hujan selama ini menjadi tantangan berat bagi petani di Dusun Cingerang, Desa Batu Gading, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Setiap kali debit sungai meningkat, akses utama yang menghubungkan dusun tersebut dengan wilayah lain sering terputus. Hal ini menyebabkan warga kesulitan dalam beraktivitas dan distribusi hasil pertanian sering terhambat.

Padahal, jalur tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Sebagian besar warga bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan. Hasil panen seperti jagung, kakao, cengkih, serta komoditas perkebunan lainnya harus melewati jalur tersebut sebelum dipasarkan ke luar desa. Ketika hujan deras turun dan sungai meluap, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Akibatnya, petani terpaksa menunda pengiriman hasil panen.

Tidak jarang hasil pertanian yang seharusnya segera dijual harus tertahan di rumah atau gudang penyimpanan. Situasi ini berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat dan menambah biaya distribusi. Namun, kini masalah tersebut mulai mendapat solusi. Kodim 1407/Bone membangun Jembatan Armco di Dusun Cingerang untuk membuka akses yang selama ini menjadi kendala warga.

Pembangunan jembatan mendapat perhatian langsung dari Komandan Kodim 1407/Bone, Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, yang turun meninjau progres pekerjaan di lapangan. Di tengah kondisi medan yang cukup menantang, Dandim memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Menurut Laode, pembangunan jembatan tidak hanya bertujuan mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan. “Kami ingin memastikan pekerjaan berjalan maksimal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Infrastruktur ini sangat penting karena menjadi akses utama warga dalam beraktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Keunggulan Jembatan Armco

Jembatan Armco merupakan konstruksi baja bergelombang berkekuatan tinggi yang banyak digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah terpencil maupun wilayah yang memiliki tantangan geografis. Konstruksi tersebut dinilai memiliki daya tahan yang baik terhadap berbagai kondisi cuaca dan mampu menopang kendaraan pengangkut hasil pertanian.

Karena itu, jembatan jenis ini dianggap cocok dibangun di Dusun Cingerang yang selama ini menghadapi persoalan akses saat musim hujan. Menurut Laode, pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan. Jika selesai sesuai jadwal, sekitar 1.500 jiwa yang tersebar di Dusun Cingerang dan wilayah sekitarnya akan merasakan manfaat langsung dari keberadaan jembatan tersebut.

Selain mempermudah akses warga menuju pusat pelayanan publik, sekolah dan fasilitas kesehatan, jembatan juga diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian menuju pasar dan pusat distribusi.

Harapan Masyarakat

Bagi warga setempat, pembangunan jembatan tersebut merupakan harapan yang telah lama dinantikan. Ahmad, seorang petani di Dusun Cingerang, mengaku selama ini warga sering kesulitan melintas ketika hujan deras menyebabkan sungai meluap. Menurutnya, kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas pertanian karena hasil panen tidak dapat segera dibawa keluar desa.

“Kalau banjir kami tidak bisa lewat. Hasil panen kadang terlambat dibawa keluar. Dengan adanya jembatan ini tentu sangat membantu petani dan masyarakat,” katanya.

Hal senada disampaikan Enal, petani lainnya di Dusun Cingerang. Ia mengatakan keberadaan jembatan yang layak sudah lama menjadi harapan masyarakat. Menurut Enal, jalur tersebut merupakan akses utama warga untuk membawa hasil bumi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ini jalur utama kami membawa hasil bumi. Semoga pembangunannya cepat selesai supaya masyarakat tidak lagi terkendala saat musim hujan,” ujarnya.

Solusi Jangka Panjang

Pembangunan Jembatan Armco diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan akses transportasi di wilayah tersebut. Dengan konektivitas yang lebih baik, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan semakin lancar dan produktivitas sektor pertanian dapat meningkat.

Pos terkait