Anak Angkat Guru Sekumpul Wafat, Dimakamkan di Alkah Muhibbin

Innalillahi, Warga Martapura Berduka atas Wafatnya Sayyid Ahmad Al Ahdal, Anak Angkat Abah Guru Sekumpul

Masyarakat Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, tengah diliputi duka mendalam atas berpulangnya Sayyid Ahmad Al Ahdal. Beliau, yang dikenal sebagai anak angkat dari almarhum KH Zaini bin Abdul Ghani atau yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul, menghembuskan napas terakhirnya di usia yang relatif muda, 39 tahun. Kepergian beliau meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi banyak kalangan, terutama mereka yang mengenal dekat sosoknya maupun kharisma Abah Guru Sekumpul.

Rumah duka beralamat di Gang Bersama, Kelurahan Sekumpul, Martapura, menjadi pusat berkumpulnya kerabat, sahabat, dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Ucapan belasungkawa membanjiri berbagai platform media sosial, menunjukkan betapa besar pengaruh dan kasih sayang yang dimiliki Sayyid Ahmad di mata masyarakat. Kabar duka ini turut disebarluaskan melalui akun-akun informasi lokal yang menjadi rujukan masyarakat setempat.

Menurut keterangan salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, jenazah Sayyid Ahmad Al Ahdal dimakamkan pada Minggu pagi, 15 Maret 2026, di komplek pemakaman Alkah Muhibbin 1, Sekumpul, Martapura. Prosesi pemakaman tersebut didahului dengan salat Subuh berjamaah di Musala Ar-Raudah Sekumpul, sebuah tempat yang memiliki makna spiritual penting bagi masyarakat Martapura.

Sayyid Ahmad dikabarkan wafat pada Sabtu malam, 14 Maret 2026, yang bertepatan dengan malam ke-25 Ramadan 1447 Hijriah. Waktu meninggalnya dilaporkan sekitar pukul 22.00 WITA. Setelah disalatkan pada waktu Subuh, jenazah langsung dibawa menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Alkah Muhibbin 1.

Pantauan di kawasan Alkah Muhibbin 1 pada Minggu siang menunjukkan suasana haru namun khidmat. Tenda pemakaman masih terpasang, menandakan baru saja dilaksanakannya prosesi penguburan. Dalam beberapa jam setelah pemakaman, terlihat sejumlah warga yang datang berziarah ke makam Sayyid Ahmad, mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Kehadiran para peziarah ini menjadi bukti nyata betapa sosok Sayyid Ahmad begitu dicintai dan dikenang.

Jejak Kehidupan dan Warisan Kasih Sayang

Sayyid Ahmad Al Ahdal memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan almarhum Abah Guru Sekumpul. Ia dikenal sebagai salah satu anak angkat beliau, yang tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan yang penuh dengan nilai-nilai agama dan spiritualitas. Kedekatan antara Sayyid Ahmad dan Abah Guru Sekumpul tidak hanya sebatas hubungan keluarga, namun juga merupakan gambaran dari penerusan nilai-nilai kebaikan dan keikhlasan yang diajarkan oleh sang ulama kharismatik tersebut.

Banyak foto-foto lawas yang menunjukkan kebersamaan Sayyid Ahmad kecil dan muda bersama Abah Guru Sekumpul masih tersimpan rapi dan kerap dibagikan di berbagai akun media sosial. Potret-potret ini menjadi saksi bisu akan kasih sayang yang terjalin erat, serta menjadi pengingat bagi banyak orang tentang sosok Abah Guru Sekumpul dan keluarga yang dibinanya. Kenangan ini turut mengobarkan semangat keagamaan dan kecintaan terhadap ulama di kalangan masyarakat.

Wafatnya Sayyid Ahmad Al Ahdal tentu menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Abah Guru Sekumpul serta seluruh masyarakat yang mencintai beliau. Namun, warisan nilai-nilai kebaikan, ketulusan, dan semangat dakwah yang telah ditanamkan oleh Abah Guru Sekumpul, dan turut dihidupi oleh Sayyid Ahmad, diharapkan akan terus berlanjut dan memberikan inspirasi bagi generasi mendatang. Kepergian beliau menjadi pengingat akan kefanaan dunia dan pentingnya berbuat kebaikan selagi hayat masih dikandung badan. Semoga almarhum Sayyid Ahmad Al Ahdal senantiasa mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT, serta ditempatkan di surga firdaus.

Pos terkait