Anies Ungkap Kondisi Andrie Yunus Pasca Disiram Air Keras: “Situasi Berat”

Anies Baswedan Jenguk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras di RSCM

Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bersama dengan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada Sabtu (14/3/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk menjenguk Andrie Yunus, seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), yang baru saja menjadi korban serangan penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.

Kedatangan Anies dan Novel Baswedan disambut oleh keluarga Andrie Yunus. Namun, Anies tidak dapat bertemu langsung dengan Andrie karena korban masih dalam masa perawatan intensif pasca-operasi. Menurut Anies, meskipun Andrie dalam kondisi sadar, tim dokter belum mengizinkan siapa pun, termasuk keluarga terdekat, untuk bertemu langsung demi mencegah risiko infeksi yang tinggi.

“Tadi kami berjumpa dengan ibu dan ayahnya, membesarkan hatinya, tentu mereka dalam situasi yang terpukul atas peristiwa yang dialami oleh putranya. Tadi adiknya ada di situ juga,” ujar Anies di RSCM. “Dan kami sampaikan simpati dari masyarakat sangat luas, dan itu juga mereka rasakan, mereka merasakan dukungan dan perhatian masyarakat, dan dukungan teman-teman KontraS yang luar biasa, tadi mereka sampaikan membuat mereka merasa, dalam situasi yang berat ini terasa diringankan.”

Anies menambahkan bahwa kondisi Andrie saat ini sadar, namun pembatasan kunjungan sangat ketat. “Sadar memang, cuma memang tidak bisa jumpa, karena memang belum boleh ketemu siapa pun juga, keluarga pun sesudah operasi belum boleh (ketemu). Kalau seperti ini tidak boleh ada interaksi apa pun karena potensi infeksi tinggi,” jelasnya.

Kronologi dan Dampak Serangan

Andrie Yunus, yang menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, menjadi sorotan publik setelah menjadi korban serangan keji ini. Insiden penyiraman air keras terjadi di Jakarta Pusat, tak lama setelah Andrie selesai mengikuti sesi rekaman siniar (podcast) yang membahas isu-isu krusial terkait demokrasi dan sektor keamanan di Indonesia.

Akibat serangan tersebut, Andrie menderita luka bakar yang cukup serius di beberapa bagian tubuhnya. Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengkonfirmasi bahwa cairan yang diduga air keras itu telah menyebabkan luka parah.

  • Area yang terdampak luka bakar serius meliputi:
    • Tangan kanan dan kiri
    • Wajah
    • Dada
    • Bagian mata

Dampak dari serangan ini tidak hanya fisik, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan aktivis hak asasi manusia dan masyarakat sipil yang menyoroti kebebasan berekspresi dan keamanan para pejuang HAM di Indonesia.

Profil dan Rekam Jejak Andrie Yunus

Andrie Yunus dikenal sebagai sosok aktivis yang berdedikasi tinggi dalam memperjuangkan isu-isu hak asasi manusia di Indonesia. Perannya sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS menempatkannya di garis depan advokasi berbagai pelanggaran HAM, mendorong reformasi sektor keamanan, serta memberikan pendampingan kepada korban kekerasan yang dilakukan oleh negara.

Sebelum bergabung dengan KontraS pada tahun 2022, Andrie telah membangun rekam jejak yang kuat di bidang hukum dan advokasi.

  • Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta (2019–2022):
    • Bekerja sebagai advokat.
    • Fokus pada advokasi hukum publik.
    • Menangani berbagai perkara terkait kebebasan sipil dan perlindungan hak masyarakat.

Pendidikan formal Andrie juga menunjukkan komitmennya terhadap keadilan. Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, bahkan menjadi penerima Beasiswa Jentera. Pada tahun 2020, ia menyelesaikan studinya dengan sebuah skripsi yang menyoroti peran paralegal dalam mewujudkan prinsip persamaan di hadapan hukum, sebuah tema yang relevan dengan perjuangan akses keadilan bagi masyarakat.

Selama aktif di KontraS, Andrie dikenal sebagai suara yang lantang dan kritis terhadap sejumlah kebijakan negara, khususnya yang berkaitan dengan sektor keamanan. Ia tidak ragu menyuarakan pandangannya dalam berbagai kampanye dan advokasi publik, termasuk kritik terhadap wacana revisi Undang-Undang TNI yang dinilai berpotensi memperluas kewenangan militer di ranah sipil.

Pada tahun 2025, Andrie sempat menjadi pusat perhatian ketika ia bersama dengan sejumlah aktivis masyarakat sipil lainnya mendatangi rapat pembahasan revisi UU TNI yang digelar secara tertutup di sebuah hotel di Jakarta. Kehadiran mereka merupakan bentuk protes terhadap proses legislasi yang dinilai kurang transparan dan partisipatif. Selain itu, Andrie juga pernah memberikan keterangan sebagai saksi ahli dalam sidang uji formal Undang-Undang TNI di Mahkamah Konstitusi, guna menyampaikan perspektif masyarakat sipil terkait undang-undang tersebut.

Pos terkait