Apa Itu Megathrust dan Mengapa Gempa Ini Begitu Diwaspadai?
Megathrust adalah fenomena geologis yang terjadi di zona subduksi lempeng tektonik. Zona ini merupakan daerah di mana satu lempeng bumi menyusup di bawah lempeng lainnya, sehingga menumpuk energi besar selama periode waktu yang panjang. Ketika tekanan tersebut akhirnya dilepaskan, bisa memicu gempa bumi berkekuatan sangat besar. Fenomena ini sering dikaitkan dengan potensi terjadinya tsunami, karena gerakan vertikal di dasar laut dapat mengakibatkan perpindahan air yang signifikan.
Di Indonesia, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah mengidentifikasi sejumlah zona megathrust aktif. Beberapa di antaranya termasuk Aceh-Andaman, Selat Sunda, dan Mentawai-Siberut. Wilayah-wilayah ini memiliki risiko tinggi terhadap gempa megathrust karena adanya segmen-segmen yang belum melepaskan energi dalam waktu lama.
Dampak Gempa Megathrust
Gempa megathrust tidak hanya berdampak pada wilayah yang langsung terkena gempa, tetapi juga bisa memicu tsunami. Contohnya, gempa besar yang terjadi di Jepang pada 8 Agustus 2024 dengan magnitudo 7,1 berasal dari zona megathrust Nankai. Di Indonesia sendiri, ada catatan sejarah tentang gempa besar yang terjadi di sekitar Pulau Jawa, seperti pada tahun 1780, 1859, dan 1943.
Gempa megathrust bisa mencapai magnitudo antara 7,8 hingga 9,2, tergantung pada segmen yang pecah. Kekuatan ini sangat besar dan berpotensi menghasilkan kerusakan parah serta memicu tsunami. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dan mitigasi bencana menjadi sangat penting.
Potensi Gempa Megathrust di Indonesia
BMKG menyatakan bahwa gempa megathrust di Indonesia “tinggal menghitung waktu”. Meski tidak bisa diprediksi secara pasti, analisis terhadap seismic gap (celah seismik) menunjukkan bahwa beberapa zona megathrust masih dalam keadaan rentan. Contohnya, seismic gap di Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut sudah berlangsung lebih dari 30 tahun tanpa mengalami gempa besar.
Megathrust Mentawai-Siberut terakhir kali mengalami gempa besar pada 10 Februari 1797 dengan magnitudo 8,5. Artinya, seismic gap-nya sudah lebih dari 200 tahun. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya gempa besar di masa depan.
Apakah Gempa Kecil Bisa Mengurangi Tekanan?
Beberapa orang mungkin berpikir bahwa gempa kecil yang sering terjadi bisa membantu mengurangi tekanan di zona megathrust. Namun, menurut Earthquakes Canada, hal ini tidak benar. Peningkatan satu unit pada skala magnitudo berarti jumlah energi yang dilepaskan meningkat sekitar 40 kali lipat. Oleh karena itu, diperlukan banyak sekali gempa kecil untuk melepaskan energi yang setara dengan satu gempa besar.
FAQ Seputar Megathrust
Apa itu gempa megathrust?
Gempa megathrust adalah gempa besar yang terjadi di zona subduksi ketika satu lempeng bumi menukik dan “mengunci” di bawah lempeng lainnya, lalu tiba-tiba melepaskan energi sangat besar.Mengapa gempa megathrust bisa sangat kuat?
Karena area patahannya sangat luas dan tekanan yang terkumpul berlangsung dalam waktu lama, sehingga sekali lepas dapat menghasilkan magnitudo besar.Apakah gempa megathrust bisa memicu tsunami?
Ya. Gempa jenis ini sering mengangkat dasar laut secara tiba-tiba sehingga mampu memicu tsunami besar.Apakah gempa megathrust bisa diprediksi?
Tidak bisa diprediksi secara tanggal dan jam, tetapi zona rawannya sudah dapat dipetakan berdasarkan aktivitas tektonik.




