Api Lahap 4 Warung Pujasera Palangka Raya, Diduga Berawal dari Kompor

Kobaran Api Mengamuk di Pujasera Palangka Raya, Puluhan Kios Ludes Terbakar

Palangka Raya – Suasana damai di kawasan Pujasera Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya, mendadak pecah diliputi kepanikan pada Sabtu sore, 14 Maret 2026. Kobaran api yang mengamuk dengan ganas melalap deretan kios kuliner, meninggalkan puing-puing dan kesedihan mendalam bagi para pemiliknya. Peristiwa tragis ini terjadi menjelang waktu berbuka puasa, momen yang seharusnya dipenuhi kehangatan, justru berubah menjadi mimpi buruk bagi para pedagang.

Kebakaran yang terjadi saat aktivitas di pusat kuliner tersebut belum mencapai puncaknya, dengan cepat membesar dan menyebar. Material bangunan kios yang mayoritas terbuat dari kayu, ditambah dengan hembusan angin kencang yang bertiup pada sore itu, menjadi faktor mempercepat perambatan api. Dalam sekejap, api melahap satu kios ke kios lainnya, meninggalkan jejak kehancuran yang memilukan.

Kesaksian Pedagang: Titik Api dan Perjuangan Melarikan Diri

Salah seorang pemilik warung Soto Samiaji Lamongan, Khoirul Huda (33), menceritakan detik-detik mengerikan saat api pertama kali muncul. Menurutnya, api berawal dari gerobak soto miliknya.

“Awal muncul api itu dari kompor yang gerobak soto yang kami jual,” ujar Khoirul, matanya masih dipenuhi gurat kesedihan. “Jadi api itu tiba-tiba membesar begitu saja tanpa diketahui penyebab pastinya dan mengenai triplek yang ada di gerobak.”

Api yang membesar dengan cepat menjalar ke bagian atas kios, dan tak lama kemudian merembet ke bangunan-bangunan di sekitarnya. “Lalu api tiba-tiba besar ke atas gitu, dan angin kencang hingga merembet ke kios lainnya yang berada di sampingnya,” tambahnya.

Khoirul mengaku bersyukur bahwa saat kejadian, belum banyak pembeli yang datang ke warungnya. “Pada saat itu syukurnya pembeli belum ada yang datang, karena biasanya di warung ini mulai banyak pembeli dari malam hari,” jelasnya. Namun, kelegaan itu tak bertahan lama. Seluruh perlengkapan usahanya, mulai dari kulkas, meja, kursi, hingga peralatan memasak, habis tak bersisa. Kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Ervin Indah Kurnia (38), pemilik warung makan Dapur Seafood 03, juga mengalami nasib serupa. Ia mengaku tidak mengetahui pasti sumber api, namun sempat mendengar suara ledakan sebelum api membesar dan melahap kiosnya.

“Saya pastinya kurang tahu penyebab pastinya, entah karena konsleting listrik atau karena tabung gas,” kata Ervin. “Tapi yang pasti awalnya itu terdengar suara ledakan dan apinya langsung ke atas dan dengan cepat menyebar ke kios lainnya, termasuk kios saya.”

Kondisi cuaca yang panas sepanjang hari dan material bangunan kayu menjadi saksi bisu betapa cepatnya api meluas. “Angin sangat kencang, dan seharian juga harinya panas, terlebih kios di sini semuanya terbuat dari kayu semua,” keluhnya. Ervin menambahkan bahwa tidak ada satu pun barang dagangan yang berhasil diselamatkan. “Tidak ada lagi yang tersisa dari dagangan saya, semuanya habis,” tandasnya dengan nada pasrah.

Dampak Kebakaran dan Suasana Paska Kejadian

Dari informasi sementara, sedikitnya empat kios di kawasan Pujasera terdampak dalam kebakaran ini. Kerusakan tidak hanya menimpa warung makan, tetapi juga dilaporkan merusak wahana permainan anak yang berada di area tersebut.

Pada Sabtu malam, suasana di lokasi kebakaran masih diselimuti duka. Sejumlah pemilik warung terlihat termenung memandangi puing-puing bangunan yang hangus. Ada yang sibuk mencari sisa-sisa barang yang mungkin masih bisa diselamatkan, sementara yang lain hanya bisa duduk pasrah, menatap bekas usaha mereka yang kini tinggal puing.

Banyak dari mereka mengaku belum sempat makan sejak kejadian, masih dalam keadaan syok atas musibah yang menimpa. Air mata membasahi pipi beberapa pemilik warung, tak kuasa menahan kesedihan atas hilangnya mata pencaharian mereka.

Upaya Pemulihan dan Dukungan Komunitas

Peristiwa kebakaran ini tentu saja menimbulkan kerugian materiil yang sangat besar bagi para pedagang. Selain kehilangan bangunan dan peralatan usaha, mereka juga kehilangan sumber pendapatan utama.

Pihak berwenang dilaporkan sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, komunitas lokal dan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban untuk meringankan beban mereka dan membantu proses pemulihan.

Kawasan Pujasera Jalan Yos Sudarso yang sebelumnya ramai dikunjungi, kini menjadi saksi bisu tragedi yang menimpa para pedagang kecil. Harapannya, dengan semangat gotong royong dan dukungan yang ada, para korban dapat bangkit kembali dan membangun kembali usaha mereka. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di area yang banyak menggunakan material mudah terbakar dan saat kondisi cuaca yang mendukung penyebaran api.

Pos terkait