Teror Api Misterius di Rumah Agus, Keluarga Berjaga Siang Malam
Teror api misterius masih menghantui rumah Agusyani Mujiyanto (61) yang tinggal di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Api bermunculan sejak Jumat (22/5/2026) di berbagai sudut rumah. Terbaru, Sabtu (30/5/2026) dini hari, titik api kembali muncul.
Pukul 01.51 WIB, api membakar sejumlah pakaian yang tergantung di beranda timur. Dengan sigap, keluarga menurunkan pakaian itu dan menyiramnya dengan air hingga padam. Namun, selang 1,5 jam kemudian, tepat pukul 03.21 WIB, api kembali menyala. Kali ini, sofa yang sudah rusak dan dipindahkan ke halaman samping rumah menjadi korban. “Air, air, ambil yang di ember itu,” teriak H. Mutfiana, putri pemilik rumah, sambil menunjuk ember hitam di bawah keran. Tiga hingga empat guyuran air berhasil memadamkan si jago merah yang mulai membesar.
Sofa tersebut sebelumnya sudah dua kali terbakar tiba-tiba beberapa hari lalu. Kini, api kembali menjilatnya, menambah daftar panjang kebakaran misterius di rumah Agus. Total kebakaran sejak sepekan terakhir mencapai 56 titik. Api tersebar di berbagai ruang: kamar tidur, kamar mandi, ruang depan, ruang tengah, dapur, halaman samping, beranda belakang, hingga halaman belakang.
Empat penghuni rumah, Agus, istrinya, serta Mutfiana bersama suaminya terpaksa berjaga hingga pukul 04.00 WIB. Mereka tidak berani tidur, selalu waspada jika api kembali muncul.
Cari Barang Dipindahkan, Penghuni Terus Bersiaga
Kemunculan api yang sulit diprediksi membuat keluarga korban harus mengubah rutinitas sehari-hari. Dalam sehari, titik api dilaporkan bisa muncul hingga lima kali di lokasi yang berbeda. Untuk mengurangi risiko, barang-barang yang mudah terbakar dipindahkan dari dalam rumah. Penghuni juga menyiagakan alat pemadam api ringan (APAR) dan ember berisi handuk basah di sejumlah titik.
Berbagai barang telah terdampak akibat kemunculan api tersebut, mulai dari kain, handuk, tikar, kabel, helm, styrofoam hingga baskom plastik. Api juga sempat membakar tumpukan kayu di halaman belakang rumah. Situasi itu membuat keluarga harus terus memantau kondisi rumah. Seluruh penghuni akhirnya memilih mengungsi ke ruko yang berada di samping rumah demi alasan keselamatan.
Dinkes Siapkan Pendampingan Psikologis
Rentetan kejadian yang berlangsung selama sepekan turut berdampak pada kondisi psikologis keluarga korban. Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti rencana pendampingan psikologis bagi keluarga terdampak. “Siap (terkait pendampingan psikologi) nanti kita tindaklanjuti. Tapi api itu energi alam, harus dicari solusi juga dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup). Kalau api-nya padam, stresnya juga hilang,” kata Cahya, dikutip dari Tribun Jogja, Jumat (29/5/2026).
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik darurat untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama masa penanganan berlangsung.
Penyebab Masih Ditelusuri
Sementara itu, upaya mengungkap penyebab kemunculan api misterius masih terus dilakukan. Hasil pemeriksaan awal Tim Gegana Satbrimob Polda DIY mengarah pada dugaan akumulasi gas metana dari instalasi pengolahan air limbah rumah tangga yang terperangkap di bawah lantai rumah. Sejumlah langkah penanganan telah dilakukan, mulai dari pengurasan septic tank, perbaikan saluran yang bocor, hingga pemasangan pipa pembuangan gas ke udara.
Meski demikian, penyebab pasti fenomena tersebut masih dalam penyelidikan. Pemerintah daerah menggandeng akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UPN Veteran Yogyakarta untuk melakukan kajian lanjutan. BPBD Sleman juga berkoordinasi dengan Basarnas dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) guna menelusuri kemungkinan adanya sumber gas di sekitar lokasi kejadian.
“Teman-teman dari Basarnas juga sudah menghubungi beberapa teman di Hiswana Migas, kaitannya apakah nanti ada sumber gas di daerah sana,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro, Jumat.
Menurut Bambang, hingga kini tim gabungan masih berupaya mencari jawaban atas fenomena yang menyebabkan puluhan kali kebakaran kecil di rumah tersebut.






