Rekayasa Lalu Lintas One Way Diberlakukan Kembali di Tol Cipali untuk Arus Balik Lebaran 2026
CIREBON – Menghadapi lonjakan arus balik pasca libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah, rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way kembali diterapkan di sepanjang ruas Tol Cipali, Jawa Barat. Kebijakan ini diambil untuk mengurai kepadatan kendaraan yang bergerak menuju Jakarta, seiring dengan peningkatan volume lalu lintas yang signifikan.
Pada Jumat, 27 Maret 2026, tepatnya pukul 10.08 WIB atau memasuki H+6 Lebaran, sistem one way menuju Jakarta secara resmi diaktifkan. Pengendalian lalu lintas ini dimulai dari Kilometer (KM) 188 Palimanan hingga KM 70 ruas Jakarta–Cikampek. Penerapan rekayasa ini bersifat situasional, yang artinya pelaksanaannya sepenuhnya bergantung pada diskresi kepolisian di lapangan, serta mempertimbangkan kondisi arus kendaraan secara real-time.
Ardam Rafif Trisilo, Sustainability Management & Corporate Communications Department Head Astra Tol Cipali, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas one way ini merupakan langkah strategis yang dirancang khusus untuk menjaga kelancaran arus balik. Tujuannya adalah untuk mengurai kepadatan kendaraan, terutama di titik-titik yang berpotensi mengalami penumpukan.
“Pemberlakuan one way ini bertujuan untuk mengurai lonjakan kendaraan menuju arah Jakarta yang terus meningkat pada periode arus balik. Skema ini bersifat dinamis, mengikuti kondisi lalu lintas di lapangan,” ujar Ardam Rafif Trisilo pada Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, koordinasi yang intensif terus dijaga antara pengelola tol dengan pihak kepolisian. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa rekayasa lalu lintas ini dapat berjalan dengan efektif tanpa menimbulkan gangguan atau membahayakan keselamatan para pengguna jalan. Selain itu, pemantauan kondisi lalu lintas dilakukan secara berkala melalui sistem pemantauan lalu lintas (traffic monitoring) dan kehadiran petugas di lapangan.
Lonjakan volume kendaraan yang terjadi pada H+6 Lebaran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong diberlakukannya kembali sistem satu arah ini. Banyak pemudik yang memilih untuk kembali ke wilayah Jabodetabek menjelang akhir masa libur panjang Idulfitri. Hal ini secara otomatis memicu peningkatan volume kendaraan yang signifikan di ruas Tol Cipali, yang merupakan salah satu jalur penghubung utama antara Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Dalam kondisi seperti ini, penerapan sistem one way dinilai sebagai metode yang paling efektif untuk memaksimalkan kapasitas jalan yang tersedia. Dengan mengalihkan seluruh lajur menjadi satu arah, distribusi kendaraan dapat menjadi lebih merata, sehingga potensi terjadinya kemacetan panjang dapat diminimalisir.
Meskipun demikian, Ardam Rafif Trisilo menegaskan bahwa keselamatan seluruh pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan rekayasa lalu lintas ini. Ia mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi segala aturan dan arahan yang diberikan oleh petugas di lapangan selama sistem one way berlangsung.
Imbauan Keselamatan dan Kesiapan Pengguna Jalan
“Pengguna jalan diharapkan tidak berpindah jalur secara mendadak, menjaga jarak aman, serta tidak menggunakan fasilitas putar balik atau u-turn selama one way diterapkan. Kepatuhan ini penting untuk menghindari potensi kecelakaan,” tegas Ardam.
Selain imbauan terkait kedisiplinan berlalu lintas, pengguna jalan juga diminta untuk memastikan kondisi kendaraan mereka dalam keadaan prima sebelum memasuki ruas tol. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan meliputi:
- Kesiapan Bahan Bakar: Pastikan tangki bahan bakar terisi penuh sebelum memasuki ruas tol atau pada rest area terdekat.
- Kondisi Ban: Periksa tekanan angin dan kondisi fisik ban untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan.
- Kondisi Fisik Pengemudi: Pastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan tidak mengantuk. Istirahat yang cukup sebelum mengemudi sangat krusial.
Astra Tol Cipali juga mengingatkan kepada para pengendara untuk memanfaatkan fasilitas rest area dengan bijak. Hindari berlama-lama di area tersebut, mengingat tingginya kebutuhan ruang istirahat bagi pemudik lain yang juga melakukan perjalanan. Pengaturan waktu istirahat yang efisien dapat membantu menjaga kelancaran arus kendaraan secara keseluruhan.
Hingga siang hari pada Jumat (27/3/2026), arus lalu lintas di ruas Tol Cipali terpantau padat namun masih terus bergerak. Petugas gabungan yang terdiri dari kepolisian dan pengelola tol terus bersiaga di berbagai titik strategis. Kehadiran mereka bertujuan untuk mengantisipasi potensi kepadatan lanjutan serta memastikan bahwa rekayasa lalu lintas berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
Pemberlakuan sistem one way ini diperkirakan akan terus berlangsung dan disesuaikan dengan perkembangan volume kendaraan yang menuju Jakarta. Apabila terjadi penurunan arus lalu lintas secara signifikan, tidak menutup kemungkinan sistem akan kembali dinormalisasi secara bertahap untuk kembali ke pengaturan normal.




