Percepatan Digitalisasi di Pelabuhan untuk Meningkatkan Efisiensi Layanan
Digitalisasi layanan di pelabuhan dinilai mampu menjadi solusi terhadap masalah lambatnya proses bongkar muat barang yang sering terjadi di sejumlah pelabuhan besar, termasuk di Jakarta. Hal ini mendorong IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk mempercepat transformasi digital guna meningkatkan efisiensi dan kepastian layanan kepelabuhanan pada tahun 2026.
Direktur Utama IPC Terminal Petikemas, Guna Mulyana, menyatakan bahwa penguatan operasional dan layanan menjadi fokus utama perusahaan pada 2026. Tujuannya adalah agar IPC TPK dapat memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham.
“Penguatan operasional dan layanan merupakan kebutuhan utama agar IPC TPK dapat memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham, sekaligus memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung arus logistik nasional,” ujarnya pada Senin (19/1).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penetapan tema perusahaan tahun 2026, yaitu Operational and Service Excellence, yang menjadi bagian dari pelaksanaan Roadmap Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030.
Fokus pada Peningkatan Kinerja Operasional dan Kualitas Layanan
Pada tahap awal, IPC TPK memprioritaskan peningkatan kinerja operasional dan kualitas layanan. Tujuannya adalah memastikan proses bongkar muat berjalan lebih efisien, aman, dan konsisten.
Percepatan digitalisasi layanan dilakukan melalui beberapa inisiatif, antara lain:
- Penerapan Terminal Booking System (TBS) untuk mengatur arus kendaraan.
- Penggunaan alat pemindai peti kemas.
- Implementasi Terminal Operating System (TOS) Nusantara melalui sistem PARAMA dan PRAYA yang berbasis data dan terintegrasi.
Selain itu, IPC TPK juga melakukan penataan model bisnis untuk memperkuat peran sebagai operator terminal petikemas di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Perusahaan turut menginisiasi konsep hub and spoke guna meningkatkan konektivitas antar-terminal serta efisiensi biaya layanan.
Inovasi dalam Sistem Operasional
Dengan penerapan sistem yang terintegrasi dan berbasis data, IPC TPK berupaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih efisien dan transparan. Hal ini akan membantu para pengguna jasa dalam memperoleh layanan yang lebih cepat dan akurat.
Beberapa inovasi yang diterapkan meliputi:
- Sistem manajemen yang terdigitalisasi untuk memantau dan mengelola aktivitas di pelabuhan secara real-time.
- Peningkatan koordinasi antar-stakeholder melalui sistem komunikasi yang lebih baik.
- Penggunaan teknologi untuk meminimalkan kesalahan manusia dan meningkatkan keakuratan proses.
Visi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
IPC TPK memiliki visi untuk menjadi salah satu pelabuhan terdepan di Indonesia yang mampu menghadapi tantangan industri logistik global. Dengan fokus pada transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan, perusahaan berkomitmen untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi ekonomi nasional.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, IPC TPK terus berupaya untuk memperbaiki infrastruktur, meningkatkan kapasitas SDM, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait.





