Awal April 2026, Harga Pangan Cirebon Melonjak

Perubahan Harga Komoditas Pangan di Kabupaten Cirebon

Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Rabu (1/4/2026) terpantau mengalami perubahan signifikan di tingkat pasar tradisional. Beberapa bahan pokok utama mengalami kenaikan harga, sementara beberapa komoditas lain justru menunjukkan penurunan.

Kenaikan Harga Beras dan Komoditas Lainnya

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah beras. Berdasarkan pantauan di Pasar Sumber dan Pasar Pasalaran, harga beras bergerak naik di hampir semua kategori. Beras kualitas bawah I tercatat berada di kisaran Rp14.150 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II mencapai Rp13.550 per kilogram. Untuk beras medium, harga berada di rentang Rp14.750 hingga Rp15.350 per kilogram. Adapun beras premium menembus Rp16.000 hingga Rp17.100 per kilogram.

Kenaikan harga beras ini diduga dipengaruhi oleh permintaan pasca-periode konsumsi tinggi selama Lebaran. Meski pasokan masih tersedia, pedagang di Pasar Sumber menyebutkan bahwa kenaikan harga terjadi secara bertahap sejak akhir Maret dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Selain beras, gula juga mengalami kenaikan. Gula pasir premium dijual sekitar Rp19.350 per kilogram, sedangkan gula lokal mencapai Rp18.650 per kilogram. Minyak goreng curah berada di angka Rp23.500 per kilogram, dan minyak goreng kemasan berkisar antara Rp22.250 hingga Rp22.850 per kilogram. Kenaikan pada gula dan minyak goreng diduga dipicu oleh faktor distribusi serta harga bahan baku di tingkat produsen. Hal ini turut dirasakan oleh pedagang di Pasar Pasalaran yang harus menyesuaikan harga jual mengikuti pasokan dari distributor.

Penurunan Harga Bawang dan Cabai

Di sisi lain, harga bawang menunjukkan tren berbeda. Bawang merah tercatat Rp44.650 per kilogram dan bawang putih Rp39.400 per kilogram, keduanya mengalami penurunan tipis dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini dinilai sebagai sinyal mulai stabilnya pasokan dari sentra produksi.

Penurunan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah besar dijual sekitar Rp45.050 per kilogram, cabai merah keriting Rp43.700 per kilogram, cabai rawit hijau Rp49.750 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp85.700 per kilogram. Seluruh jenis cabai mengalami penurunan harga hingga lebih dari 20 persen. Pedagang di Pasar Pasalaran menyebutkan, turunnya harga cabai disebabkan melimpahnya pasokan dari petani. Kondisi panen serentak membuat stok di pasar meningkat, sementara permintaan mulai menurun setelah puncak konsumsi.

Stabilitas Harga Protein Hewani

Untuk komoditas protein hewani, harga relatif stabil dengan kecenderungan menurun. Daging ayam ras segar dijual sekitar Rp40.650 per kilogram. Daging sapi kualitas I berada di angka Rp156.950 per kilogram dan kualitas II Rp147.500 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras tercatat Rp30.550 per kilogram, turun tipis dibandingkan sebelumnya.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, pergerakan harga pangan di Kabupaten Cirebon menunjukkan tren kenaikan pada sebagian besar bahan pokok utama, terutama beras, gula, dan minyak goreng. Namun, penurunan tajam pada komoditas cabai menjadi faktor penyeimbang yang menahan laju kenaikan inflasi pangan di daerah tersebut. Kondisi ini menunjukkan, meskipun tekanan harga masih terjadi, terutama pascamomentum hari besar keagamaan, stabilitas pasokan tetap menjadi faktor kunci dalam menjaga keseimbangan pasar.

Pos terkait