Perubahan Signifikan Penyeberangan Motor dan Truk ke Sumatera: Pelabuhan Merak Bukan Lagi Pilihan Utama
Bagi para pemudik yang berencana menyeberangkan sepeda motor atau truk menuju Pulau Sumatera, ada informasi krusial yang perlu dicatat untuk menghindari kebingungan dan ketidaknyamanan. Mulai tanggal 13 Maret 2026, titik keberangkatan untuk jenis kendaraan tersebut tidak lagi berada di Pelabuhan Merak. Kebijakan ini merupakan bagian dari pengaturan lalu lintas dan penyeberangan selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah ditetapkan.
Pengalihan Rute Penyeberangan: Pelabuhan Ciwandan Menjadi Titik Utama
Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, mengonfirmasi bahwa penyesuaian ini mulai diberlakukan efektif sejak 13 Maret 2025 pukul 12.00 WIB. Pengalihan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kelancaran arus mudik dan memisahkan jenis-jenis kendaraan yang berbeda guna mencegah kepadatan yang berlebihan di satu titik.
Menurut penjelasan Kapolda Banten, sepeda motor serta truk golongan 5 dan 6B kini diarahkan untuk menggunakan Pelabuhan Ciwandan sebagai titik keberangkatan. Dari Pelabuhan Ciwandan, para pemudik dan kendaraan ini akan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Wika Beton di Lampung dan Pelabuhan Bakauheni.
Sementara itu, Pelabuhan Merak akan difokuskan untuk melayani jenis penumpang dan kendaraan lainnya. Pelabuhan Merak ASDP Merak secara khusus akan melayani pejalan kaki, kendaraan pribadi (mobil penumpang), serta bus. Pemisahan ini diharapkan dapat menciptakan alur yang lebih teratur dan mengurangi potensi kemacetan yang kerap terjadi pada momen puncak arus mudik dan balik.
Penanganan Truk Logistik Golongan Berat: Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara
Selain sepeda motor dan truk golongan ringan, penyesuaian juga diberlakukan untuk truk logistik dengan tonase yang lebih besar. Truk logistik golongan VII, VIII, dan IX akan diarahkan melalui jalur keluar Gerbang Tol Cilegon Timur. Setelah keluar tol, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) di Bojonegara untuk menyeberang ke Sumatera.
“Untuk truk sumbu tiga golongan 7, 8, 9 kita arahkan di Cilegon Timur, belok kanan ke Pelabuhan BBJ,” tegas Kapolda Banten, memberikan instruksi yang jelas mengenai rute alternatif ini.
Kesiapan Infrastruktur dan Fasilitas di Pelabuhan Ciwandan
Menyikapi pengalihan fungsi penyeberangan ini, General Manager PT Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, memastikan bahwa Pelabuhan Ciwandan telah dipersiapkan secara matang untuk menghadapi lonjakan volume kendaraan selama periode Lebaran 2026.
- Jumlah Dermaga dan Kapal: Sebanyak tiga dermaga disiapkan untuk melayani pergerakan kapal Roro ukuran besar. Dermaga-dermaga tersebut adalah Dermaga 05A, Dermaga 07, dan Dermaga 02. Ketersediaan dermaga yang memadai menjadi kunci utama untuk mempercepat proses bongkar muat kendaraan.
- Kapasitas Buffer Zone: Area buffer zone yang luas juga telah disiapkan untuk menampung kendaraan sebelum naik ke kapal. Fasilitas ini diperkirakan mampu menampung sekitar 4.500 unit sepeda motor dan 350 unit truk. Kapasitas buffer yang memadai akan mencegah penumpukan kendaraan di sekitar pelabuhan.
- Layanan bagi Masyarakat dan Logistik: Benny Ariadi menekankan bahwa Pelabuhan Ciwandan tidak hanya melayani pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, tetapi juga tetap memastikan kelancaran operasional kendaraan logistik. Hal ini penting untuk menjaga pasokan barang di Pulau Sumatera selama periode libur panjang.

Koordinasi Antarinstansi untuk Kelancaran Operasional
Untuk menjamin kelancaran, ketertiban, dan keamanan mobilitas di Pelabuhan Ciwandan, PT Pelindo Regional 2 Banten telah membangun koordinasi yang erat dengan seluruh instansi terkait. Hal ini mencakup pihak kepolisian, dinas perhubungan, serta operator kapal.
“Kehadiran fasilitas dan layanan yang telah dipersiapkan ini diharapkan mampu menciptakan perjalanan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang melintasi Pelabuhan Ciwandan,” ujar Benny Ariadi, optimis terhadap kesiapan pelabuhan dalam melayani arus mudik dan balik Lebaran.
Dengan adanya perubahan signifikan ini, sangat disarankan bagi seluruh pemudik untuk memperhatikan informasi rute penyeberangan terbaru. Memeriksa informasi terkini sebelum berangkat dapat membantu menghindari kerugian waktu dan tenaga akibat salah tujuan. Kesiapan infrastruktur dan koordinasi yang baik menjadi modal utama dalam memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.




