Baliho Cen Sui Lan di Batam Sekedar Menyapa Sebagai Simbol Silaturahmi Mohon Maaf di Hari Raya

BATAM (KEPRIZONE.COM) – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, yang saat ini menjabat, adalah mantan Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kepulauan Riau. Pada Hari Raya Idulfitri 2025 ini, ia tak lupa menyapa warga Batam melalui ucapan “Selamat Idulfitri” dan “Mohon Maaf Lahir dan Batin” yang disampaikan lewat baliho lebaran di sejumlah titik di Kota Batam.

Ini merupakan cara santun menyapa dan menunjukkan bahwa ia tak melupakan sahabat-sahabatnya yang banyak tinggal di Batam, kota tempat Cen tinggal sebelum menjadi Bupati Natuna.

Sapaan ini dinilai sebagai hal yang positif. Cen tak ingin tali persahabatan dengan warga Batam menjadi renggang atau bahkan terputus. Baliho tersebut semata-mata bertujuan untuk menyapa sahabat, tanpa maksud lain.

Hal ini menjadi simbol keterikatan dan konsistensi pelayanan kepada masyarakat lintas daerah, agar persahabatan terus terjalin dengan indah.

Di tengah gegap gempita Idulfitri 1446 H, warga Batam memang sempat sedikit terkejut dengan kemunculan baliho besar bergambar Bupati Natuna, Cen Sui Lan, yang menyampaikan ucapan selamat lebaran.

Meski kini menjabat sebagai kepala daerah di Natuna, Cen tetap menyapa hangat warga Batam, tempat di mana ia dulu banyak berkiprah saat menjadi anggota DPR RI.

Tersebar di sembilan titik strategis, baliho-baliho ini tidak hanya memuat ucapan semata, tetapi juga menyampaikan pesan simbolik tentang silaturahmi tanpa sekat geografis.

Langkah ini menjadi pengingat bahwa hubungan antara pemimpin dan masyarakat tidak harus berakhir ketika masa jabatan di suatu wilayah telah selesai.

“Ucapan Idulfitri ini adalah bentuk kasih sayang Ibu Cen kepada warga Batam. Beliau punya banyak kenangan dan kedekatan dengan warga sini,” ujar Rina (28), seorang pedagang kaki lima di daerah Nagoya.

Meski sempat menuai beragam reaksi, termasuk spekulasi politis karena tidak mencantumkan wajah Wakil Bupati Natuna, Raja Mustakim, suami Cen Sui Lan menegaskan bahwa pemasangan baliho tersebut merupakan inisiatif pribadi, tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

“Tidak ada maksud lain. Ini murni bentuk silaturahmi. Baliho dipasang atas dasar kedekatan emosional Ibu Cen dengan warga Batam,” ujarnya.

Tak lagi duduk di Senayan, Bupati Natuna Cen Sui Lan tetap hadir menyapa warga Batam lewat baliho lebaran. Bukan sekadar ucapan, tetapi simbol keterikatan dan konsistensi pelayanan lintas daerah.

Selama menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2019–2024, Cen Sui Lan dikenal luas di Batam melalui berbagai program sosial, terutama program bedah rumah yang menyentuh langsung kehidupan warga prasejahtera.

“Beliau datang ke rumah saya tanggal 24 Desember tahun lalu. Duduk di lantai rumah saya yang bocor, minum teh, dan mendengarkan cerita hidup saya,” kenang Siti (60), warga Tanjung Sengkuang.

Cen tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga melibatkan pemuda setempat dalam proses renovasi rumah warga. Hal ini menciptakan dampak ganda: perbaikan tempat tinggal sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal.

Meski kini tidak lagi menjabat sebagai wakil rakyat di Senayan, Cen menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah maupun jabatan.

Baliho lebaran yang ia pasang adalah bentuk komitmen untuk terus menjalin hubungan emosional dengan masyarakat, di mana pun mereka berada.

“Saya belajar dari dunia usaha bahwa kepercayaan adalah aset utama. Prinsip itu tetap saya pegang dalam melayani masyarakat,” demikian diutarakan Cen dalam sebuah wawancara belum lama ini. (Afri)

Pos terkait