Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya Sepi Penumpang, Penerbangan Terhenti Selama Dua Bulan
Bandara Cut Nyak Dhien (CND) yang berlokasi di Nagan Raya, salah satu bandara terbesar di wilayah barat selatan Aceh, kini tengah menghadapi masa sulit. Selama dua bulan terakhir, bandara ini dilaporkan sepi dari aktivitas penerbangan. Tidak ada satu pun maskapai yang melayani rute penerbangan dari dan menuju bandara kebanggaan masyarakat Aceh itu. Kondisi ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran akan kelangsungan operasional dan peran strategis bandara di masa depan.
Penerbangan terakhir yang tercatat di Bandara CND terjadi pada bulan Januari 2023. Saat itu, maskapai Susi Air sempat melayani beberapa penerbangan dengan rute Bandara CND menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Namun, frekuensi penerbangan tersebut terbilang minim dan tidak berlangsung lama. Sebelumnya, pada pertengahan tahun 2022, maskapai Wings Air juga sempat membuka layanan penerbangan di bandara ini. Sayangnya, antusiasme penumpang yang rendah menyebabkan maskapai tersebut menghentikan operasinya. Minimnya jumlah penumpang menjadi kendala utama yang dihadapi oleh maskapai penerbangan yang mencoba membuka rute di Nagan Raya.
Upaya Pemulihan dan Harapan Pemerintah Daerah
Menanggapi situasi ini, pihak pengelola Bandara CND Nagan Raya telah berupaya mencari solusi. Budi Sumantri, Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama Bandara CND, membenarkan bahwa saat ini bandara tersebut tidak memiliki jadwal penerbangan reguler. Ia menjelaskan bahwa Susi Air, yang sebelumnya menjadi salah satu maskapai yang beroperasi, sudah lama tidak menerbangi rute tersebut. “Susi sudah lama tidak terbang lagi. Terakhir akhir bulan Januari,” ujarnya, mengonfirmasi kekosongan aktivitas penerbangan.
Menurut Budi, Susi Air sebenarnya memenangkan tender untuk penerbangan perintis di wilayah Aceh secara keseluruhan. Namun, untuk Kabupaten Nagan Raya, kuota penerbangan perintis tahun ini belum didapatkan. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab tidak adanya layanan penerbangan perintis di Bandara CND.
Selain Susi Air, pihak bandara juga telah melayangkan surat permohonan kepada maskapai Wings Air untuk kembali membuka rute penerbangan. Namun, hingga kini, belum ada respons positif dari pihak Wings Air. “Untuk Wing Air juga kita sudah bersurat, tapi belum ada jawaban. Saat ini di bandara kosong penerbangan,” ungkap Budi dengan nada prihatin.
Dalam upaya mengembalikan denyut aktivitas di Bandara CND, pihak bandara sangat mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Nagan Raya. Dukungan ini diharapkan tidak hanya dalam bentuk moril, tetapi juga dalam bentuk kebijakan yang dapat mendorong kembali minat masyarakat untuk menggunakan transportasi udara, serta menarik minat maskapai penerbangan untuk membuka dan mempertahankan rute mereka. Kolaborasi antara pengelola bandara dan pemerintah daerah menjadi kunci utama untuk memastikan layanan penerbangan di Bandara CND dapat kembali beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
Potensi dan Tantangan Transportasi Udara di Nagan Raya
Bandara Cut Nyak Dhien memiliki potensi yang cukup besar mengingat posisinya sebagai gerbang udara utama di wilayah barat selatan Aceh. Wilayah ini memiliki potensi ekonomi yang beragam, termasuk sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata, yang jika dikembangkan dengan baik, dapat meningkatkan mobilitas penumpang dan kargo. Namun, untuk mewujudkan potensi tersebut, beberapa tantangan perlu diatasi.
- Minimnya Kesadaran dan Kebiasaan Masyarakat: Sebagian masyarakat di wilayah barat selatan Aceh mungkin masih terbiasa menggunakan transportasi darat karena faktor biaya dan ketersediaan rute. Perlu ada upaya sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat serta kemudahan menggunakan transportasi udara.
- Harga Tiket yang Kompetitif: Harga tiket pesawat seringkali menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat. Agar penerbangan di Bandara CND diminati, maskapai perlu menawarkan harga yang kompetitif dan terjangkau, yang mungkin memerlukan subsidi atau insentif dari pemerintah.
- Konektivitas Antar Moda Transportasi: Penting untuk memastikan adanya konektivitas yang baik antara Bandara CND dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi dan pemukiman di Nagan Raya dan kabupaten sekitarnya. Kemudahan akses menuju bandara akan sangat mempengaruhi keputusan orang untuk terbang.
- Dukungan Infrastruktur Pendukung: Selain layanan penerbangan, ketersediaan fasilitas pendukung di bandara seperti ruang tunggu yang nyaman, layanan transportasi darat di sekitar bandara, dan informasi penerbangan yang jelas juga krusial untuk kenyamanan penumpang.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya memiliki peran sentral dalam mendorong kembali geliat penerbangan di Bandara CND. Beberapa langkah strategis yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Subsidi Rute Penerbangan: Memberikan subsidi kepada maskapai yang beroperasi di Nagan Raya untuk menutupi selisih biaya operasional akibat minimnya penumpang.
- Promosi Wisata dan Ekonomi: Mengintegrasikan Bandara CND dalam promosi potensi wisata dan ekonomi Nagan Raya. Semakin banyak kegiatan ekonomi dan kunjungan wisata, semakin besar pula potensi penumpang.
- Pemberdayaan UMKM: Memfasilitasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nagan Raya untuk menggunakan jasa pengiriman kargo udara, yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi maskapai.
- Kerja Sama Antar Pemerintah Daerah: Membangun sinergi dengan pemerintah kabupaten tetangga di wilayah barat selatan Aceh untuk menciptakan rute penerbangan yang lebih strategis dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang kuat antara semua pihak, diharapkan Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya dapat kembali menjadi pusat aktivitas penerbangan yang vital bagi kemajuan wilayah barat selatan Aceh.




