Australia Pertimbangkan Bantuan untuk Negara Terdampak Serangan Iran, Tegaskan Non-Partisipasi Militer Ofensif
Ketegangan di Timur Tengah semakin memuncak seiring meluasnya konflik yang melibatkan Iran. Di tengah situasi genting ini, Australia menyatakan tengah mempertimbangkan permintaan bantuan dari sejumlah negara yang menjadi sasaran serangan Iran. Namun, Canberra dengan tegas menggarisbawahi bahwa mereka tidak akan terlibat dalam operasi militer yang menyerang Iran.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menyampaikan pernyataan ini pada Minggu (8/3/2026). Ia menjelaskan bahwa beberapa negara yang tidak secara langsung terlibat dalam konflik tersebut dilaporkan turut menjadi target serangan balasan Iran. Pemerintah Australia telah menerima permintaan bantuan dari negara-negara ini, dan saat ini bentuk dukungan yang akan diberikan masih dalam tahap kajian mendalam.
“Kami memiliki banyak negara, yang bukan peserta konflik yang telah diserang Iran melalui situasi ini. Anda dapat memperkirakan sebagai konsekuensinya bahwa kami telah diminta memberikan bantuan, dan kami akan mempertimbangkannya dengan hati-hati,” ujar Wong dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi.
Sebagai sekutu dekat Amerika Serikat, Australia sebelumnya telah mengumumkan sikapnya untuk tidak mengirimkan pasukan ke Timur Tengah, bahkan jika konflik terus meningkat. Komitmen ini tetap dipegang teguh, meskipun ada permintaan bantuan dari negara-negara lain yang terkena dampak serangan Iran.
1. Sikap Tegas: Tidak Ikut Operasi Militer Melawan Iran
Meskipun menerima permintaan bantuan, pemerintah Australia menegaskan bahwa posisi mereka terkait keterlibatan militer langsung di Iran tidak berubah. Penny Wong menekankan bahwa bantuan yang sedang dipertimbangkan hanya bersifat dukungan defensif, bukan operasi militer ofensif yang ditujukan untuk menyerang Iran.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Australia membantu melindungi negara lain dari serangan drone dan rudal Iran, Wong mengonfirmasi bahwa hal tersebut memang sedang dalam pertimbangan. “Benar,” jawab Wong ketika dikonfirmasi mengenai potensi bantuan perlindungan terhadap serangan drone dan rudal Iran, seperti yang dikutip dari The Australian.
Namun, ia kembali menegaskan bahwa Australia tidak akan mengambil bagian dalam tindakan militer ofensif terhadap Iran. Hal ini juga berlaku untuk pengerahan pasukan darat ke wilayah konflik. “Kami akan mempertimbangkannya sesuai dengan posisi yang telah saya sampaikan, yaitu kami tidak berpartisipasi dalam tindakan ofensif terhadap Iran dan kami telah menjelaskan bahwa kami tidak akan berpartisipasi dalam pengerahan pasukan darat,” tegas Wong.
2. Keterlibatan Personel Australia di Kapal Selam AS

Di sisi lain, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengungkapkan adanya tiga personel pertahanan Australia yang berada di atas kapal selam milik Amerika Serikat. Kapal selam tersebut diketahui sebelumnya telah menenggelamkan sebuah kapal perang Iran menggunakan torpedo di Samudra Hindia.
Meskipun demikian, Albanese dengan tegas menyatakan bahwa personel Australia tidak terlibat secara langsung dalam serangan tersebut. Menurutnya, kehadiran personel Australia di kapal tersebut tidak serta-merta berarti negara itu berpartisipasi dalam operasi militer terhadap Iran. Pemerintah Australia tetap mempertahankan sikap untuk tidak terlibat langsung dalam konflik bersenjata yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
3. Upaya Evakuasi Warga Australia yang Terjebak

Konflik di Timur Tengah telah menunjukkan eskalasi yang signifikan dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah wilayah di Iran. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan berbagai kota di kawasan Teluk, termasuk laporan serangan di Uni Emirat Arab dan Qatar.
Situasi keamanan yang memburuk ini telah menyebabkan ribuan warga asing terjebak di kawasan tersebut, termasuk warga negara Australia. Pemerintah Australia saat ini tengah berkoordinasi erat dengan berbagai maskapai penerbangan untuk memfasilitasi kepulangan ribuan warganya yang terjebak di Timur Tengah, demi memastikan mereka dapat kembali ke tanah air dengan selamat. Upaya ini menunjukkan komitmen Australia untuk melindungi warganya di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus berkembang.






