BUNTOK, .CO –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel) menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program pembentukan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh Indonesia sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Program ini disampaikan oleh Asisten I Setda Barsel, Rahmad Nuryadin saat menghadiri kegiatan pembentukan KDMP Desa Sababillah yang sekaligus menyaksikan secara daring pembentukan serentak oleh Presiden Prabowo Subianto, pada Sabtu (16/5).
Selain dihadiri oleh Pemkab Barsel, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dandim 1012 Buntok, Letkol Inf. Muhammad Edi, S.I.P. yang diwakili Pasiter Kapten Arif Setiawan dan Kepala Desa Sababillah. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Harminto, Kepala Dinas PMD Ahmad Akmal Husaen, Danramil Buntok, serta sejumlah perwira dari Kodim 1012/Buntok.
Rahmad Nuryadin menyampaikan bahwa program yang digagas pemerintah menjadi momentum penting dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis koperasi. Ia berharap kehadiran KDMP mampu menjadi wadah pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga secara merata.
Menurutnya, koperasi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Rahmad menuturkan bahwa koperasi bukan hanya sekadar lembaga usaha, namun juga menjadi instrumen pembangunan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat kecil.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih ini. Koperasi merupakan bagian penting dalam sistem perekonomian Indonesia karena mengedepankan kebersamaan dan gotong royong,” ujar Rahmad Nuryadin yang saat itu Mewakili Bupati Barsel.
Dalam kesempatan tersebut juga Presiden menyinggung mengenai peran aparatur pemerintah dalam mendukung keberhasilan program koperasi yang dinilai memiliki tanggung jawab penting dalam melakukan pendampingan serta memastikan pengelolaan koperasi berjalan sesuai aturan dan tujuan yang telah ditetapkan.
“Pemerintah Kabupaten Barito Selatan sendiri menyatakan siap mendukung penuh pengembangan koperasi desa dan kelurahan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi lokal,” tegasnya.
Dengan terbentuknya 1.061 Koperasi Desa Merah Putih khususnya di Kabupaten Barsel, diharapkan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi masyarakat semakin tumbuh. Program ini juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan ekonomi yang inklusif hingga ke pelosok desa dan kelurahan.
Pentingnya Koperasi dalam Pembangunan Ekonomi
Koperasi tidak hanya menjadi wadah untuk pengembangan usaha, tetapi juga menjadi alat untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat. Berikut beberapa manfaat utama dari koperasi:
- Meningkatkan kemandirian ekonomi: Koperasi memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengelola sumber daya secara mandiri dan mengambil alih pengambilan keputusan dalam bisnis.
- Memperkuat solidaritas sosial: Melalui prinsip gotong royong, koperasi mendorong kerja sama antar anggota dan menjaga kepentingan bersama.
- Meningkatkan akses layanan keuangan: Koperasi membantu masyarakat yang kurang memiliki akses ke perbankan dengan menyediakan layanan keuangan yang lebih mudah dan terjangkau.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal: Dengan fokus pada kebutuhan masyarakat setempat, koperasi dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.
Peran Pemerintah dalam Mendukung Koperasi
Pemerintah memiliki peran krusial dalam mendukung pengembangan koperasi, termasuk:
- Pendampingan teknis: Memberikan bimbingan dan pelatihan kepada anggota koperasi agar dapat mengelola usaha secara efektif.
- Penyediaan regulasi yang jelas: Memastikan adanya aturan yang jelas dan transparan dalam pengelolaan koperasi.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia: Melalui pelatihan dan program pengembangan, pemerintah meningkatkan kemampuan anggota koperasi.
- Pengawasan dan evaluasi: Memastikan koperasi berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan yang diharapkan.
Tantangan dan Peluang
Meskipun koperasi memiliki potensi besar dalam pemberdayaan masyarakat, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti:
- Kurangnya pemahaman tentang prinsip koperasi: Banyak anggota koperasi belum memahami cara mengelola usaha secara profesional.
- Keterbatasan modal: Koperasi sering kali menghadapi keterbatasan dana yang menghambat pertumbuhan.
- Kompetisi pasar: Koperasi harus bersaing dengan perusahaan besar yang memiliki sumber daya lebih besar.
Namun, dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, koperasi dapat menjadi tulang punggung ekonomi lokal yang kuat dan berkelanjutan.






