Berita Baik! Transjabodetabek Siap Buka Rute Baru Cawang-Jababeka dan Blok M ke Bandara



Pemprov DKI Jakarta kembali mengumumkan rencana pengembangan sistem transportasi umum yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan bagi warga. Salah satu inisiatif terbaru adalah penambahan dua rute baru Transjabodetabek, yaitu Rute Blok M ke Bandara dan Cawang ke Jababeka, Cikarang.

Rute Baru Direspons Positif

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa rute-rute baru ini dirancang untuk melayani jalur utama dengan volume penumpang tinggi. Menurutnya, permintaan masyarakat terhadap layanan transportasi antar wilayah semakin meningkat, terutama di area yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi.

“Kami akan membuka rute baru, yang pertama dari Blok M ke Bandara. Karena kebutuhannya sekarang sangat tinggi. Kemudian satu lagi, dari Cawang ke Jababeka,” ujar Pramono saat berbicara di Jakarta Pusat, Selasa (20/1).

Pramono menambahkan bahwa rute menuju Jababeka dipilih karena banyak pekerja Jakarta yang bekerja di kawasan industri tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah sedang berupaya memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat yang tinggal di luar Jakarta namun bekerja di kawasan industri.

Koordinasi dengan Pusat

Meski rencana telah matang secara teknis, operasional bus lintas provinsi ini memerlukan persetujuan dari pihak pusat. Pramono menjelaskan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar izin dapat segera dikeluarkan.

“Lintas antar provinsi ini harus mendapatkan persetujuan Kementerian Perhubungan, makanya tadi saya bisik-bisik kepada Pak Dirjen Perkeretaapian untuk disampaikan kepada menteri perhubungan secara khusus supaya ini bisa kita operasikan,” tambahnya.

Target Pengurangan Macet

Selain menambah rute, Pemprov DKI juga memiliki visi besar untuk meningkatkan penggunaan transportasi umum secara keseluruhan. Saat ini, konektivitas Transjakarta sudah mencapai 92%, tetapi angka pemanfaatan masih dinilai perlu ditingkatkan.

Pramono menyatakan harapan agar masyarakat tidak hanya menggunakan sistem park and ride, melainkan beralih sepenuhnya ke transportasi publik. Tujuannya adalah untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.

“Pemanfaatannya mungkin di bawah 25%, ya? 23,4%. Nah saya ingin meningkatkan ini supaya orang itu secara terus menerus memanfaatkan apa, angkutan umum yang dimiliki oleh pemerintah DKI Jakarta itu secara terus menerus. Bukan kemudian masih menggunakan kendaraan pribadi,” tegas Pramono.

Ia optimistis jika angka pemanfaatan transportasi umum naik di atas 30%, maka beban jalanan di Jakarta akan berkurang drastis.

“Nah saya inginnya kalau masyarakat kita sudah menggunakan katakanlah di atas 30% secara terus menerus secara signifikan itu pasti akan mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta,” imbuhnya.

Langkah Konkret untuk Keberlanjutan

Dengan penambahan rute baru dan upaya meningkatkan penggunaan transportasi umum, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Ini menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan kemacetan yang sering dialami oleh warga Jakarta dan sekitarnya.

Pos terkait