Berita Populer Sumbar: BBM Pemudik, One Way, Harga Pangan Naik

Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026: Pertamina Siagakan Motoris BBM, Polisi Uji Coba Sistem One Way, dan Pergerakan Harga Kebutuhan Pokok

Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, berbagai persiapan dan perkembangan signifikan tengah disiapkan di wilayah Sumatera Barat. Dalam 24 jam terakhir, fokus utama tertuju pada tiga area krusial: kesiapan layanan energi bagi para pemudik, upaya rekayasa lalu lintas untuk kelancaran arus mudik dan balik, serta dinamika harga sejumlah kebutuhan pokok yang berpotensi memengaruhi anggaran rumah tangga.

Pertamina Patra Niaga telah mengambil langkah proaktif dengan menyiagakan layanan motoris pengantar bahan bakar minyak (BBM) di tiga titik jalur mudik yang strategis. Layanan ini dirancang khusus untuk memberikan bantuan darurat kepada pemudik yang mengalami kendala kehabisan bahan bakar, terutama saat terjebak kemacetan panjang atau berada jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Layanan Motoris BBM: Solusi Cepat di Jalur Rawan Macet

Sales Area Manager Retail Sumatera Barat Pertamina Patra Niaga, Fakhri Rizal Hasibuan, menjelaskan bahwa penyediaan layanan motoris ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan energi selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran. “Pada Satgas Ramadan dan Idul Fitri kali ini kami menyiapkan layanan tambahan energi berupa motoris. Motoris ini membawa BBM menggunakan jeriken berkapasitas lima liter untuk produk Pertamax dan Dex Series,” ujar Fakhri.

Layanan motoris ini akan ditempatkan di tiga lokasi vital di Sumatera Barat, yaitu:

  • SPBU Padang Panjang
  • SPBU Air Putih di Kabupaten Limapuluh Kota
  • SPBU Lubuk Selasih di Kabupaten Solok

Pemilihan lokasi-lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Ketiganya berada di jalur-jalur yang diprediksi akan mengalami kepadatan lalu lintas signifikan selama puncak arus mudik dan balik. “Ketiga titik ini kami proyeksikan untuk mengantisipasi jika terjadi kemacetan di jalur-jalur krusial seperti Sitinjau Lauik, Lembah Anai, dan Kelok Sembilan,” tambahnya.

Bagi pemudik yang membutuhkan bantuan, akses layanan ini dapat dilakukan melalui Call Center Pertamina di nomor 135. Setelah laporan diterima, pihak call center akan segera menghubungi SPBU terdekat untuk melakukan verifikasi pesanan dan memastikan titik lokasi konsumen sebelum petugas motoris dikirimkan.

Setiap petugas motoris akan dilengkapi dengan satu unit sepeda motor yang membawa dua jeriken berkapasitas masing-masing lima liter. Fakhri menegaskan bahwa layanan ini tidak dikenakan biaya tambahan; harga BBM yang dibayarkan konsumen tetap sama dengan harga yang berlaku di SPBU. Metode pembayaran pun dibuat fleksibel, mencakup aplikasi MyPertamina, pembayaran tunai, maupun kartu debit. Layanan motoris ini beroperasi 24 jam, mengikuti jam operasional SPBU di lokasi penempatan. Perkiraan waktu kedatangan motoris ke lokasi pemesan berkisar antara dua hingga tiga jam, bergantung pada jarak tempuh dan kondisi lalu lintas.

Fakhri menambahkan bahwa layanan ini lebih difokuskan sebagai langkah antisipasi di titik-titik rawan kemacetan. Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, kawasan Kelok Sembilan kerap menjadi titik kemacetan. Namun, tahun ini, potensi kepadatan lalu lintas juga diperkirakan terjadi di kawasan Lembah Anai dan Sitinjau Lauik, mengingat adanya dampak bencana yang sempat melanda wilayah tersebut. “Kami siagakan layanan ini sebagai langkah antisipasi agar pemudik tetap bisa melanjutkan perjalanan dengan aman,” pungkasnya.

Uji Coba Sistem One Way: Strategi Kelancaran Lalu Lintas Padang–Padang Panjang

Dalam rangka meminimalkan potensi kemacetan dan memastikan kelancaran arus kendaraan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Padang Panjang akan melaksanakan uji coba penerapan sistem satu arah atau one way di jalur Padang–Padang Panjang melalui Lembah Anai. Uji coba ini dijadwalkan pada hari Senin, 16 Maret 2026.

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, membenarkan rencana tersebut sebagai bagian dari persiapan matang menghadapi arus mudik Lebaran. “Benar, Senin depan kita memberlakukan one way di jalur Padang-Padang Panjang,” ungkapnya.

Rencananya, jalur dari Padang menuju Padang Panjang akan dibuka satu arah selama periode pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB. Selama jam tersebut, hanya kendaraan roda dua dan roda empat yang diizinkan melintas. Sebaliknya, arus lalu lintas dari Padang Panjang menuju Padang akan diberlakukan sistem one way mulai pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB. Di luar jam-jam yang telah ditentukan tersebut, arus lalu lintas di kedua arah akan kembali normal beroperasi selama 24 jam. “Khusus uji coba one way ini hanya berlaku satu hari dan pelaksanaannya sesuai jadwal yang sudah disampaikan,” jelas AKP Pifzen.

Titik-titik penyekatan selama uji coba berlangsung akan ditempatkan di Simpang Exit Tol Padang-Sicincin (Kayu Tanam) dari arah Padang, serta di Simpang Padang kawasan Silaing Atas dari arah Padang Panjang.

Tujuan utama dari uji coba ini adalah untuk mengevaluasi kesiapan seluruh elemen, baik petugas maupun sarana dan prasarana yang ada, apabila sistem serupa nantinya benar-benar diterapkan saat arus mudik Lebaran. “Capaiannya yakni dapat melihat sejauh mana kesiapan kita dalam menghadapi one way, baik petugas maupun sarana dan prasarana,” tambah AKP Pifzen.

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Solok Selatan Menjelang Lebaran

Memasuki pekan kedua Maret 2026, Kabupaten Solok Selatan mencatat pergerakan harga yang cukup dinamis untuk beberapa komoditas kebutuhan pokok. Data yang dihimpun dari Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam serta instansi terkait Pemerintah Kabupaten Solok Selatan pada Sabtu (14/3/2026) menunjukkan adanya kenaikan harga pada beberapa bahan pangan utama, sementara yang lain masih stabil.

Lonjakan harga paling signifikan terlihat pada komoditas protein hewani dan hasil hortikultura.

  • Daging Sapi: Mengalami kenaikan sebesar Rp10.000 per kilogram. Jika pada awal Maret harganya Rp140.000/kg, kini melonjak menjadi Rp150.000/kg.
  • Daging Ayam Ras: Mengalami kenaikan tipis per kilogram, dari Rp50.200 menjadi Rp50.500. Namun, kenaikan lebih terasa jika dibeli per ekor, dari Rp75.000 menjadi Rp80.000 per ekor.
  • Cabai Merah: Menjadi sorotan di sektor bumbu dapur dengan lonjakan harga tajam. Dalam satu pekan, harganya naik dari Rp36.200 menjadi Rp41.700 per kilogram.

Berbeda dengan cabai merah, harga cabai rawit justru mengalami sedikit penurunan, dari Rp35.000 menjadi Rp34.200 per kilogram. Minyak goreng juga mencatat kenaikan ringan; minyak goreng curah naik dari Rp19.400 menjadi Rp19.500 per liter, sementara minyak goreng kemasan naik menjadi Rp20.200 per liter.

Di tengah kenaikan tersebut, beberapa komoditas penting lainnya masih menunjukkan stabilitas harga:

  • Beras: Tetap di angka Rp16.300 per kilogram.
  • Telur Ayam Ras: Bertahan di harga Rp30.000 per kilogram.
  • Gula Pasir: Stabil di angka Rp19.000 per kilogram.
  • Bawang Merah: Dijual seharga Rp33.300 per kilogram.
  • Bawang Putih: Stabil di angka Rp37.300 per kilogram.

Data harga ini dikumpulkan melalui koordinasi lintas sektor antara Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Solok Selatan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari aksi borong atau panik. Pemantauan stok di tingkat distributor terus dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan kenaikan harga tidak berujung pada kelangkaan barang. Pemkab Solok Selatan berkomitmen untuk terus memberikan informasi harga pangan terkini sebagai panduan bagi masyarakat dalam mengelola kebutuhan belanja menjelang Idul Fitri.

Pos terkait