Bernadya menyambut era baru setelah kesuksesan 2025: Semua ada masanya

Bernadya Merayakan Tahun Kejayaannya dengan Rasa Syukur dan Antusiasme



Bernadya, seorang musisi yang kini tengah mengalami masa kejayaannya, mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan karier yang ia lalui sepanjang tahun 2025. Banyak lagu yang ia ciptakan berhasil mencetak rekor dan mendapatkan apresiasi dari berbagai ajang musik bergengsi. Setiap kali tampil di festival musik, panggungnya selalu dipenuhi oleh penonton yang antusias, bahkan hingga tidak tersisa ruang.

Dalam sebuah wawancara media yang hangat di Patio, Jakarta, pada Kamis (5/2/2026), Bernadya mengenang momen tersebut. Ia menyampaikan bahwa meskipun dirinya merasa bingung ketika disebut sebagai musisi yang sukses di tahun 2025, ia tetap bersyukur karena karya-karyanya diterima positif oleh publik.

Menyadari Beban Ekspektasi yang Ada



Meski merasa bersyukur, Bernadya juga mengakui adanya beban ekspektasi yang terkadang membuatnya merasa tertekan. Ia menyadari bahwa pencapaian yang telah diraihnya seringkali menimbulkan harapan tinggi dari orang-orang. Namun, ia tetap berusaha fokus pada proses berkaryanya dan percaya bahwa setiap fase memiliki waktunya masing-masing.

“Beban. Jadinya orang selalu expect lebih. Tapi gak apa-apa, karena menurut aku, semua ada masanya,” ujar Bernadya dengan nada optimis. Ia menjelaskan bahwa tekanan yang dirasakan saat merilis album pertamanya jauh lebih besar dibandingkan sekarang. Kini, ia lebih tenang karena percaya bahwa karya yang baik akan menemukan pendengarnya sendiri.

Memasuki Era Baru dengan Album Kedua



Bernadya kini sedang mempersiapkan album kedua yang saat ini sudah rampung sekitar 85 persen. Ia menyatakan bahwa ia tetap fokus pada proses berkaryanya dan menikmati setiap tahapannya. Dalam wawancaranya, ia mengungkapkan bahwa dalam bermusik, tidak ada rumus pasti untuk meraih kesuksesan.

“Lebih jadi tahu kalau gak ada formulanya. Nanti juga ada waktunya,” ujarnya. Album kedua ini merupakan representasi dari versi dirinya yang sedikit lebih dewasa. Dari sisi musikal, album ini berangkat dari nuansa nostalgia yang kerap dirasakan oleh pendengar dari karyanya terdahulu, seperti musik band era 2000-an.

“Kalau secara musik, berangkatnya dari Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan. Aku sempat baca orang selalu ngomong, ‘Untungnya’ terasa nostalgia gitu. Terasa seperti mendengarkan band tahun 2000-an. Terus aku, kenapa gak berangkat dari situ? Makanya kenapa Kita Buat Menyenangkan, awalnya arahnya ke sana,” jelas Bernadya.

Namun, ia tidak ingin memberi label musik era 2000-an pada album barunya. Ia khawatir eksekusi konsep yang diusung tidak tersampaikan dengan baik kepada pendengar. Oleh karena itu, ia lebih nyaman jika album ini disebut memiliki nuansa musik yang nostalgic dan katro.

Proses Produksi yang Masih Dirahasiakan

Album kedua Bernadya ini sudah rampung sekitar 85 persen. Meski begitu, baik Bernadya maupun pihak label masih belum bisa mengungkapkan jadwal perilisannya. Para penggemarnya pun harus menantikan update selanjutnya.

Selain itu, Bernadya juga baru saja melakukan kolaborasi dengan vocal director dan beberapa produser. Proses produksi album barunya ini melibatkan lebih dari dua produser, sehingga menunjukkan komitmen tinggi dari pihak label dan tim kerja.

Bernadya Perdana Kerja Sama dengan Vocal Director, Sempat Takut Di-jugde

Album Baru Bernadya Sudah Rampung 85%, Kolab dengan Lebih dari 2 Produser

Lirik dan Makna Lagu Kita Buat Menyenangkan, Single Baru Bernadya

Pos terkait